
Proyek Perkuatan Tebing di Jalan Parit Haji Husin 2 Menimbulkan Keluhan
Proyek pembangunan perkuatan tebing yang dilaksanakan oleh CV Renjana Semesta, dengan pengelolaan dari Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Pontianak di Jalan Parit Haji Husin 2, Pontianak Tenggara, menjadi sorotan masyarakat. Hal ini terjadi karena proyek tersebut dinilai menyebabkan kemacetan lalu lintas yang signifikan, khususnya pada jam sibuk pagi dan sore hari.
Pantauan langsung di lapangan menunjukkan bahwa jalanan di sekitar lokasi proyek mengalami kepadatan parah, terutama saat anak-anak sekolah berangkat dan pulang. Kepadatan ini terjadi mulai dari depan Sekolah Muhamadiyah hingga di depan Sekolah SMP 8. Masyarakat mengeluhkan gangguan yang disebabkan oleh aktivitas konstruksi yang tidak terkelola dengan baik.
TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET
Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)
CARA KERJA (Real)
- Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
- Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
- Profit 1 siklus = 1.2%
- Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
- Anti Loss & SPOT Market (Aman)
- LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
- Tanpa emosi, pantau chart otomatis
- Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan
Selain itu, pemasangan site file juga dinilai kurang rapi, sehingga menciptakan kesan yang tidak profesional. Di lokasi proyek juga tidak terlihat adanya kantor layanan publik yang dapat digunakan untuk komunikasi antara masyarakat dan pelaksana proyek. Hal ini memperparah ketidakpuasan warga setempat.
Aktifis LPPNR-RI Kalimantan Barat, Sarmaji, memberikan kritik terhadap pelaksanaan proyek perkuatan tebing tersebut. Ia menilai bahwa proyek ini belum dilaksanakan secara maksimal dan terkesan asal-asalan. Salah satu indikasinya adalah pemasangan site file yang tidak rapi serta penggunaan besi untuk behel tulangan yang ukurannya terlalu kecil.
"Saya lihat pemasangan site file tidak rapi, besi untuk behel tulangan juga kecil-kecil. Selanjutnya konsultan pengawas juga tidak terlihat berada di lapangan. Padahal konsultan di kontrak oleh PU untuk mengawasi proyek tersebut supaya terlaksana dengan baik," ujarnya.
Sarmaji juga meminta kepada Kadis PUPR Kota Pontianak untuk turun langsung ke lokasi proyek agar bisa melihat secara langsung bagaimana proyek perkuatan tebing dilaksanakan oleh kontraktor. Ia menilai bahwa tindakan seperti ini diperlukan untuk memastikan kualitas pekerjaan sesuai standar yang ditetapkan.
"Saya minta Kadis atau Kabid SDA turun ke lapangan, agar mengetahui secara langsung bagaimana proyek perkuatan Tebing dilaksanakan oleh kontraktor," ujarnya.
Namun, sampai saat ini, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Pontianak, Firayanta, belum memberikan respons terkait keluhan masyarakat dan kritik yang diajukan. Hal ini menimbulkan pertanyaan tentang tanggung jawab dan transparansi dalam pengelolaan proyek tersebut.
Masalah yang Muncul dalam Pelaksanaan Proyek
Beberapa masalah utama yang muncul dalam proyek ini antara lain:
- Kemacetan lalu lintas: Proyek ini menyebabkan kemacetan yang signifikan, terutama di area sekolah.
- Pemasangan site file yang tidak rapi: Terlihat tidak profesional dan meninggalkan kesan negatif.
- Tidak adanya kantor layanan publik: Membuat sulit bagi masyarakat untuk berkonsultasi atau memberikan masukan.
- Kurangnya pengawasan: Konsultan pengawas tidak terlihat berada di lapangan, sehingga memicu keraguan terhadap kualitas pekerjaan.
Langkah yang Diharapkan
Masyarakat dan aktivis berharap pihak terkait dapat segera mengambil langkah-langkah yang diperlukan untuk memperbaiki kondisi proyek. Termasuk dalam hal ini adalah:
- Meninjau kembali proses pelaksanaan proyek agar lebih transparan dan profesional.
- Meningkatkan pengawasan terhadap kontraktor dan konsultan pengawas.
- Memberikan informasi yang jelas kepada masyarakat tentang progres dan dampak proyek.
Dengan adanya perbaikan di beberapa aspek ini, diharapkan proyek perkuatan tebing dapat berjalan dengan lancar dan bermanfaat bagi masyarakat sekitar.