Proyek Saluran Drainase CV Bin Syahab Diduga Kurang Sesuai Spesifikasi

admin.aiotrade 26 Okt 2025 3 menit 15x dilihat
Proyek Saluran Drainase CV Bin Syahab Diduga Kurang Sesuai Spesifikasi

Proyek Saluran Drainase di Kompleks Bali Mas 1 Menimbulkan Kekhawatiran

Proyek saluran drainase yang bertujuan untuk meningkatkan fungsi hunian di Kompleks Bali Mas 1, Kecamatan Pontianak Tenggara, Kalimantan Barat kini menjadi sorotan publik. Hal ini terjadi karena ditemukan adanya kecurigaan dalam pengerjaan proyek tersebut, termasuk penggunaan bahan material yang diduga tidak sesuai standar serta minimnya pengawasan dari pihak konsultan.

Dari pantauan langsung di lapangan, proyek ini dilaksanakan oleh CV Bin Syahab dan dikelola oleh Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman Kota Pontianak. Sumber dana proyek ini berasal dari APBD Tahun 2025 sebesar Rp196 juta. Meski anggaran cukup besar, banyak masyarakat khawatir dengan kualitas pekerjaan yang dilakukan.

AioTrade Autopilot
🔥 SPONSOR

TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET

Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)

Bukan FUTURE. Bukan Judi. Bukan Tebak-tebakan.
CARA KERJA (Real)
  • Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
  • Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
  • Profit 1 siklus = 1.2%
  • Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
  • Anti Loss & SPOT Market (Aman)
  • LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
  • Tanpa emosi, pantau chart otomatis
  • Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan
  • Salah satu temuan yang menarik perhatian adalah penggunaan besi untuk behel tulangan yang diduga tidak sesuai standar. Besi yang digunakan dinilai terlalu kecil, yaitu berukuran 8, yang biasanya tidak layak digunakan untuk konstruksi struktural seperti saluran drainase.
  • Selain itu, ditemukan pula bahwa alat keselamatan kerja (K3) tidak digunakan secara maksimal selama proses pengerjaan. Hal ini menimbulkan kekhawatiran terhadap keselamatan para pekerja dan kualitas bangunan yang dihasilkan.

Sementara itu, para pekerja yang diwawancarai mengatakan bahwa proyek ini menggunakan material besi berukuran 8 kecil dan beton yang diangkut menggunakan tiga truk molen untuk cetakan site file. Informasi ini memperkuat dugaan bahwa kualitas bahan yang digunakan tidak memenuhi standar teknis yang seharusnya.

Menurut sumber yang tidak disebutkan namanya, proyek saluran drainase ini akan digunakan untuk lahan parkir yang nantinya akan dikelola oleh salah satu oknum anggota DPR RI. Informasi ini menambah keraguan masyarakat tentang transparansi dan tujuan sebenarnya dari proyek tersebut.

Hingga berita ini ditulis, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Pontianak, Firayanta, belum memberikan respons atas pertanyaan yang diajukan oleh media. Begitu pula dengan Direktur CV Bin Syahab yang hingga saat ini masih sulit dikonfirmasi.

Pertanyaan yang Muncul

Beberapa pertanyaan penting muncul dari kasus ini:

  • Apakah ada indikasi korupsi atau penyimpangan dalam penggunaan dana APBD?
  • Bagaimana proses pengawasan dari pihak konsultan yang seharusnya memastikan kualitas pekerjaan?
  • Apakah benar proyek ini akan digunakan untuk kepentingan pribadi oknum anggota DPR?

Masyarakat berharap agar instansi terkait segera melakukan investigasi lanjutan dan memberikan penjelasan yang transparan. Dengan demikian, kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah daerah dapat dipertahankan.

Kesimpulan

Proyek saluran drainase di Kompleks Bali Mas 1 menjadi peringatan bagi pemerintah daerah untuk lebih teliti dalam pengawasan proyek infrastruktur. Penggunaan bahan yang tidak sesuai standar dan kurangnya pengawasan bisa berdampak buruk pada kualitas bangunan dan keselamatan masyarakat. Oleh karena itu, diperlukan tindakan tegas dan transparan untuk memastikan bahwa uang rakyat digunakan secara benar dan efektif.

Diskusi Pembaca (0)

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan informatif!

Tinggalkan Balasan