Proyek Tol Desari Seksi 3 Terhambat Lahan

admin.aiotrade 21 Okt 2025 2 menit 14x dilihat
Proyek Tol Desari Seksi 3 Terhambat Lahan

Proyek Jalan Tol Depok-Antasari (Desari) Seksi 3 Masih Tertunda

Pembangunan Jalan Tol Depok-Antasari (Desari) Seksi 3 masih menghadapi tantangan besar, yaitu pembebasan lahan. Hal ini menyebabkan pembangunan proyek tersebut belum bisa dimulai meskipun sudah lama diharapkan oleh masyarakat dan pemerintah.

AioTrade Autopilot
🔥 SPONSOR

TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET

Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)

Bukan FUTURE. Bukan Judi. Bukan Tebak-tebakan.
CARA KERJA (Real)
  • Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
  • Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
  • Profit 1 siklus = 1.2%
  • Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
  • Anti Loss & SPOT Market (Aman)
  • LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
  • Tanpa emosi, pantau chart otomatis
  • Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan

Kepala Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Kementerian Pekerjaan Umum (PU), Wilan Oktavian, menjelaskan bahwa konstruksi kelanjutan tol dari Sawangan hingga Salabenda hanya bisa dilakukan jika proses pembebasan lahan mencapai lebih dari 70 persen. "Itu lanjutannya sampai ke Salabenda ya, Bojonggede. Itu boleh konstruksi kalau lahannya bebas di atas 70 persen," ujar Wilan pada Senin (20/10/2025).

Sebagai akibatnya, pemerintah belum dapat memberikan estimasi kapan proyek tersebut akan mulai beroperasi. Proyek Tol Desari Seksi 3 memiliki panjang 9,5 kilometer dan akan melewati empat kelurahan, yaitu Rangkapanjaya, Rangkapanjaya Baru, Cipayung, dan Cipayung Jaya.

Tol Desari dikelola oleh PT Citra Waspphutowa, yang merupakan anak perusahaan dari PT Citra Marga Nusaphala Persada (CMNP). Berdasarkan data CMNP, pembangunan Tol Desari dibagi menjadi tiga seksi:

  • Seksi 1 Antasari-Brigif/Cinere sepanjang 5,80 kilometer, yang telah beroperasi sejak tahun 2018.
  • Seksi 2 Brigif-Sawangan sepanjang 6,30 kilometer.
  • Seksi 3 Sawangan-Bojonggede sepanjang 9,5 kilometer.

Masa Konsesi Selama 40 Tahun

PT Citra Waspphutowa didirikan pada tahun 2006 dan menjadi pemegang hak konsesi atas pengelolaan Tol Desari. Masa konsesi pengelolaan Tol Desari berlangsung selama 40 tahun hingga tahun 2056.

Saat ini, kepemilikan saham PT Citra Waspphutowa terbagi sebagai berikut:

  • 62,50 persen dimiliki oleh PT Citra Marga Nusaphala Persada (CMNP).
  • 25 persen dimiliki oleh PT Waskita Toll Road.
  • 12,50 persen dimiliki oleh PT Pembangunan Perumahan (Persero).

Berdasarkan data dari Kementerian PU, nilai investasi proyek Tol Desari mencapai Rp 2,95 triliun dengan nilai konstruksi sebesar Rp 1,46 triliun. Angka ini menunjukkan besarnya komitmen pemerintah dan swasta dalam membangun infrastruktur jalan tol yang akan mempercepat mobilitas masyarakat dan meningkatkan efisiensi ekonomi wilayah Jabodetabek.

Meski begitu, kendala pembebasan lahan tetap menjadi hambatan utama dalam percepatan pembangunan. Diperlukan koordinasi yang lebih baik antara pemerintah daerah, pemilik lahan, dan pelaku usaha agar proyek ini dapat segera diwujudkan.

Tantangan dan Harapan Masa Depan

Proyek Tol Desari Seksi 3 tidak hanya menjadi bagian dari infrastruktur jalan tol, tetapi juga menjadi harapan bagi masyarakat sekitar untuk mendapatkan akses transportasi yang lebih baik. Dengan keberadaan jalan tol ini, diharapkan dapat mengurangi kemacetan di wilayah Depok dan sekitarnya serta meningkatkan kualitas hidup masyarakat.

Namun, tanpa penyelesaian masalah pembebasan lahan, proyek ini akan terus tertunda. Diperlukan upaya lebih besar dari pemerintah dan pihak terkait untuk memastikan bahwa proyek ini dapat segera berjalan dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Diskusi Pembaca (0)

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan informatif!

Tinggalkan Balasan