Proyek Tol Desari Seksi 3 Tertunda Karena Masalah Lahan

admin.aiotrade 21 Okt 2025 2 menit 17x dilihat
Proyek Tol Desari Seksi 3 Tertunda Karena Masalah Lahan

Proyek Jalan Tol Depok-Antasari (Desari) Seksi 3 Terhambat Pembebasan Lahan

Pembangunan Jalan Tol Depok-Antasari (Desari) Seksi 3 masih menghadapi tantangan besar, yaitu pembebasan lahan. Karena itu, konstruksi proyek ini belum bisa dimulai meskipun sudah lama diharapkan oleh masyarakat dan pemerintah.

AioTrade Autopilot
🔥 SPONSOR

TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET

Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)

Bukan FUTURE. Bukan Judi. Bukan Tebak-tebakan.
CARA KERJA (Real)
  • Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
  • Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
  • Profit 1 siklus = 1.2%
  • Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
  • Anti Loss & SPOT Market (Aman)
  • LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
  • Tanpa emosi, pantau chart otomatis
  • Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan

Kepala Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Kementerian Pekerjaan Umum (PU), Wilan Oktavian, menjelaskan bahwa pembangunan lanjutan jalan tol dari Sawangan hingga Salabenda hanya bisa dimulai jika proses pembebasan lahan mencapai lebih dari 70 persen.

"Konstruksi bisa dilakukan jika lahannya sudah bebas di atas 70 persen," ujar Wilan pada Senin (20/10/2025). Meski demikian, saat ini pemerintah belum memberikan estimasi pasti kapan proyek tersebut akan mulai beroperasi.

Jalan Tol Desari Seksi 3 memiliki panjang 9,5 kilometer dan akan melalui empat kelurahan, yaitu Rangkapanjaya, Rangkapanjaya Baru, Cipayung, dan Cipayung Jaya. Proyek ini dikelola oleh PT Citra Waspphutowa, yang merupakan anak perusahaan dari PT Citra Marga Nusaphala Persada (CMNP).

Pembagian Seksi dan Perkembangan Proyek

Berdasarkan data dari CMNP, pembangunan Jalan Tol Desari dibagi menjadi tiga seksi:

  • Seksi 1: Antasari-Brigif/Cinere sepanjang 5,80 kilometer, yang telah beroperasi sejak tahun 2018.
  • Seksi 2: Brigif-Sawangan sepanjang 6,30 kilometer.
  • Seksi 3: Sawangan-Bojonggede sepanjang 9,5 kilometer, yang masih dalam proses pembebasan lahan.

Proyek ini dikelola oleh PT Citra Waspphutowa, yang didirikan pada tahun 2006. Perusahaan ini memiliki hak konsesi pengelolaan Jalan Tol Desari selama 40 tahun hingga tahun 2056.

Struktur Saham dan Investasi

Saat ini, mayoritas saham PT Citra Waspphutowa dimiliki oleh CMNP sebesar 62,50 persen, sedangkan PT Waskita Toll Road memiliki 25 persen, dan PT Pembangunan Perumahan (Persero) memiliki 12,50 persen.

Dari data Kementerian PU, nilai investasi proyek Jalan Tol Desari mencapai Rp 2,95 triliun dengan nilai konstruksi sebesar Rp 1,46 triliun. Angka ini menunjukkan besarnya komitmen pemerintah dan swasta dalam membangun infrastruktur jalan tol yang akan membantu mengurangi kemacetan lalu lintas di wilayah Jabodetabek.

Tantangan dan Harapan

Meskipun proyek ini memiliki potensi besar untuk meningkatkan mobilitas dan ekonomi daerah, pembebasan lahan tetap menjadi kendala utama. Diperlukan koordinasi yang baik antara pemerintah, pengembang, dan masyarakat setempat agar proses pembebasan lahan dapat segera selesai.

Selain itu, perlu adanya kebijakan yang jelas dan transparan dalam pengelolaan proyek ini agar tidak terjadi penundaan yang berkepanjangan. Dengan selesainya pembebasan lahan, proyek Jalan Tol Desari Seksi 3 diharapkan dapat segera dimulai dan memberikan manfaat bagi masyarakat luas.

Diskusi Pembaca (0)

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan informatif!

Tinggalkan Balasan