Proyek Tol Getaci: Konektivitas dan Potensi Investasi
Proyek Tol Getaci yang akan dibangun dari Gedebage hingga Cilacap memiliki peran strategis. Selain akan membuka konektivitas dan mendorong pertumbuhan wilayah Priangan Timur, jalan tol ini juga nantinya akan menjadi bagian dari jaringan jalan tol Trans Jawa Selatan yang nantinya akan terhubung dengan Tol Cilacap-Yogjakarta dan Yogjakarta-Solo.
Meski hingga saat ini pelaksanaan lelang ulang proyek jalan tol ini belum juga terwujud, namun menariknya ada jejak ketertarikan China atau Negeri Panda untuk menggarap proyek jalan tol pertama di wilayah Priangan Timur tersebut. Dengan keberadaan investor China di perjalanan proyek Tol Getaci, memunculkan pertanyaan apakah investor asal China akan tertarik untuk ikut lelang pada Tahun 2026, mengingat nilai strategis yang ada di proyek jalan tol tersebut.
TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET
Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)
CARA KERJA (Real)
- Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
- Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
- Profit 1 siklus = 1.2%
- Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
- Anti Loss & SPOT Market (Aman)
- LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
- Tanpa emosi, pantau chart otomatis
- Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan
Perkembangan proyek tol ini terakhir kali dikemukakan Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo saat melakukan kunjungan ke Bandung pada Selasa lalu. Dody memastikan bahwa proyek Tol Getaci tidak akan mangkrak, proyek ini akan terus berlanjut. Hanya saja, menurutnya, pihaknya tidak ingin terburu-buru dalam pembangunannya. Pembangunan konstruksi akan dilakukan bertahap dengan terlebih dahulu pembangunan di Tahap 1 yakni dari Gedebage hingga Tasikmalaya, yang ditargetkan dibangun mulai tahun depan dan rampung pada 2029. Selanjutnya, pembangunan akan dilanjutkan dari Tasikmalaya hingga Cilacap yang kemungkinan akan dimulai setelah pembangunan Tahap 1 rampung.
Jejak Investor China
Dalam perjalanan proyek Tol Getaci ada jejak investor China yang berminat untuk menggarap proyek calon jalan tol terpanjang di Indonesia tersebut. Pada saat market sounding proyek yang dilaksanakan pada April 2023, Badan Pengawas Jalan Tol (BPJT) Kementerian PUPR ketika itu mengatakan bahwa acara tersebut selain diikuti sejumlah calon investor dalam negeri, juga diikuti sejumlah investor dari berbagai negara, di antaranya 2 investor asal China. Namun ketika itu tidak disebutkan nama investor asal China yang mengikuti acara market sounding proyek Tol Getaci.
Pada lelang pertama akhir 2021, pemenang lelang ketika itu dimenangkan oleh konsorsium perusahaan-perusahaan dalam negeri yakni PT Jasamarga Gedebage Cilacap (JGC). Konsorsium ini merupakan gabungan dari berbagai perusahaan di Indonesia. Adapun anggota konsorsium PT JGC adalah PT Jasa Marga, PT Waskita Karya, PT Pembangunan Perumahan, PT Wijaya Karya, PT Jasa Sarana, dan PT Daya Mulia Turangga-Gama Group. Namun akibat keluarnya PT Waskita Karya membuat kemenangan konsorsium ini dibatalkan dan proyek harus dilelang ulang.
Pada rencana lelang ulang pertama pada 2024, tercatat ada dua konsorsium yang telah mendaftar ikut lelang Tol Getaci ruas Gedebage hingga Ciamis. Adapun kedua konsorsium itu adalah: 1. Konsorsium PT Trans Persada Sejahtera-PT Wiranusantara Bumi
2. Konsorsium PT Daya Mulia Turangga-PT China State Construction Overseas Development Shanghai
Namun dalam pengumuman lewat laman bpjt.pu.go.id pada 22 Mei 2024, keduanya dinyatakan tidak lulus. Padahal jika menelusuri tentang aktivitas PT China State Construction Overseas Development Shanghai, perusahaan ini bukanlah perusahaan kaleng-kaleng. Mereka termasuk perusahaan kelas global yang masuk dalam peringkat atas sebagai perusahaan konstruksi global. Mungkin saja perusahaan asal China ini dinyatakan tidak lulus karena bermitra dengan PT Daya Mulia Turangga. Sebab, perusahaan ini sebelumnya merupakan anggota dari konsorsium PT JGC pemenang lelang pertama yang kemudian dibatalkan.
Sejak pembatalan pemenang lelang, Kementerian PUPR ketika itu mengeluarkan peraturan yang melarang perusahaan-perusahaan yang terafiliasi dengan PT JGC dilarang ikut lelang ulang.
Akankah Investor China Ikut Lelang 2026?
Melihat adanya jejak investor China dalam perjalanan proyek Tol Getaci, akankah investor asal Negeri Panda itu akan kembali ikut dalam lelang ulang proyek jalan tol tersebut pada 2026? Ada beberapa alasan utama pertanyaan itu muncul, di antaranya di era Presiden Prabowo sudah menetap proyek strategis nasional (PSN) yang total bernilai ribuan triliun rupiah, termasuk di antaranya 19 proyek jalan tol yang akan dilelang pada 2026, yang total bernilai lebih dari Rp 400 triliun. Tentu siapa yang tertarik dengan proyek dengan nilai fantastis tersebut, termasuk bagi investor asal China.
Apalagi dalam beberapa tahun terakhir, ketertarikan China terhadap proyek jalan tol di Indonesia mengalami peningkatan. Terbaru, meski tak masuk daftar PSN 2025, Bupati Banyumas Sadewo meminta percepatan pembangunan Tol Pejagan-Cilacap. Alasannya, menurut Sadewo Tri Lastiono, perusahaan BUMN China, Guangxi Beibu Gulf Investment Group Co Ltd berminat investasi pada proyek tol Pejagan-Cilacap. "Saya sudah 2 kali meeting dengan Guangxi, Salah satunya membahas tol ini," kata Sadewo Juli 2025. Sadewo mengatakan pada pertemuan di Kementerian Pekerjaan Umum di Jakarta, Mei 2025, Guangxi Beibu sudah menyampaikan ketertarikannya pada proyek tol tersebut. Pihaknya pun sudah menyarankan agar membuat surat permohonan tertulis.
Sebelumnya, pemerintah mengantongi komitmen investasi dari PT China Communications Construction Indonesia (CCI), perusahaan asal Negeri Tirai Bambu yang bergerak di sektor manufaktur sebesar Rp23,3 triliun untuk pembangunan Tol Probolinggo-Banyuwangi. Komitmen investasi disalurkan melalui fasilitas Pembiayaan Investasi Non Anggaran Pemerintah (PINA). Tol Probolinggo-Banyuwangi adalah ruas jalan tol terakhir di jaringan Tol Trans Jawa di utara, yang saat ini dalam proses pembangunan konstruksi.
Beberapa proyek jalan tol di Indonesia juga melibatkan investor asal China, termasuk Tol Cisumdawu yang saat ini sudah beroperasi. Ternyata saat pembangunannya, sempat mendapatkan suntikan pinjaman modal sebesar Rp 2,2 triliun dari investor China. Di Jawa Tengah, investor China dikabarkan siap membeli sebagian atau seluruh saham Tol Demak-Semarang. Dengan alasan-alasan itulah, ada kemungkinan pada lelang Tol Getaci di tahun 2026 juga akan menarik minat investor asal China.