Proyeksi dan Sentimen Rupiah Hari Ini (17/11)

admin.aiotrade 16 Nov 2025 2 menit 11x dilihat
Proyeksi dan Sentimen Rupiah Hari Ini (17/11)


Pada perdagangan hari ini, 17 November 2025, kurs rupiah diperkirakan akan bergerak sideways. Sebagai informasi tambahan, pada Jumat (14 November 2025), rupiah spot ditutup menguat sebesar 0,13% ke level Rp 16.707 per dolar AS. Meski begitu, dalam pekan lalu, rupiah mengalami penurunan sebesar 0,10%.

Sementara itu, rupiah Jisdor Bank Indonesia (BI) juga menguat 0,13% secara harian menjadi Rp 16.710 per dolar AS di akhir pekan lalu. Namun, dalam sepekan, rupiah melemah sebesar 0,03% dari posisi pada Jumat (7 November 2025) yang berada di level Rp 16.704 per dolar AS.

AioTrade Autopilot
🔥 SPONSOR

TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET

Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)

Bukan FUTURE. Bukan Judi. Bukan Tebak-tebakan.
CARA KERJA (Real)
  • Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
  • Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
  • Profit 1 siklus = 1.2%
  • Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
  • Anti Loss & SPOT Market (Aman)
  • LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
  • Tanpa emosi, pantau chart otomatis
  • Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan

Menurut Sutopo Widodo, Presiden Komisaris HFX Internasional Berjangka, terdapat dua sentimen utama yang perlu diperhatikan dalam pergerakan rupiah pada pembukaan pasar hari ini.

Sentimen Domestik
Sentimen pertama datang dari dalam negeri, di mana investor akan memantau rilis data neraca transaksi berjalan Indonesia kuartal III-2025 yang akan diumumkan minggu depan. Data ini sangat penting karena laporan kuartal kedua menunjukkan defisit terbesar dalam setahun. Oleh karena itu, pasar akan mencari indikasi perbaikan untuk mendukung nilai tukar rupiah.

Sentimen Global
Sentimen kedua berasal dari lingkungan global, yaitu posisi Indeks Dolar AS (DXY). Saat ini, DXY menunjukkan tren melemah akibat kekhawatiran tentang perlambatan ekonomi AS pasca pembukaan kembali pemerintahan. Namun, ada kemungkinan bahwa penurunan peluang penurunan suku bunga Federal Reserve pada Desember dapat memberikan sedikit dorongan balik bagi indeks dolar AS.

"Pergerakan DXY pada Senin (hari ini) akan menjadi penentu utama sentimen eksternal rupiah," jelas Sutopo.

Selain itu, Josua Pardede, Kepala Ekonom Bank Permata, mengatakan bahwa pergerakan rupiah akan kembali sideways pada perdagangan pekan ini.

Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Pergerakan Rupiah
Josua menjelaskan bahwa sentimen tersebut didorong oleh beberapa faktor, antara lain:
Adanya Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia (RDG BI) pada hari Rabu (19 November 2025)
Rilis data neraca pembayaran pada hari Kamis (20 November 2025)

Berdasarkan berbagai faktor tersebut, Sutopo memproyeksikan bahwa rupiah akan cenderung berada dalam rentang konsolidasi yang berpotensi menguat terbatas pada hari ini.

Proyeksi Rentang Perdagangan Rupiah
Sutopo memperkirakan bahwa kisaran perdagangan untuk rupiah berada di antara level support psikologis di Rp 16.650 hingga Rp 16.680 per dolar AS. Sementara itu, level resistance diperkirakan berada di Rp 16.750 hingga Rp 16.780 per dolar AS.

Sementara itu, Josua menyebutkan bahwa rupiah diperkirakan akan bergerak dalam rentang Rp 16.650 hingga Rp 16.750 per dolar AS di pekan ini.

Diskusi Pembaca (0)

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan informatif!

Tinggalkan Balasan