Proyeksi Harga Batu Bara 2026, Tren Turun Mengancam

admin.aiotrade 17 Des 2025 3 menit 18x dilihat
Proyeksi Harga Batu Bara 2026, Tren Turun Mengancam


Tren harga batu bara acuan (HBA) Indonesia sepanjang 2025 tergolong fluktuatif, namun secara keseluruhan cenderung menurun. Hal ini diungkapkan oleh Direktur Eksekutif Asosiasi Pertambangan Batubara Indonesia (APBI), Gita Maharani, yang menyatakan bahwa kondisi serupa kemungkinan akan berlanjut pada tahun 2026.

“Kami melihat bahwa harga batu bara tidak akan mengalami pergerakan signifikan karena belum ada faktor pendorong yang mampu memengaruhi pasar secara besar-besaran,” ujar Gita kepada sebuah media, Selasa (16/12).

AioTrade Autopilot
🔥 SPONSOR

TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET

Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)

Bukan FUTURE. Bukan Judi. Bukan Tebak-tebakan.
CARA KERJA (Real)
  • Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
  • Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
  • Profit 1 siklus = 1.2%
  • Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
  • Anti Loss & SPOT Market (Aman)
  • LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
  • Tanpa emosi, pantau chart otomatis
  • Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan

Berdasarkan Keputusan Menteri ESDM Nomor 420.K/MB.01/MEM.B/2025, HBA periode kedua Desember 2025 ditetapkan sebesar US$ 100,81 per ton. Angka ini meningkat sebesar US$ 2,55 per ton dibandingkan dengan HBA periode pertama Desember yang mencapai US$ 98,26 per ton.

Namun, HBA akhir tahun ini masih lebih rendah dibandingkan penetapan HBA pada Januari 2025 yang mencapai US$ 124,01 per ton.

Menurut Gita, selain tidak adanya faktor pendorong, stagnasi harga batu bara juga disebabkan oleh tantangan industri yang semakin meningkat. Salah satu contohnya adalah rencana perubahan DHE dan adanya rencana bea keluar batu bara.

Bisman Bakhtiar, Direktur Eksekutif Pusat Studi Hukum Energi Pertambangan, juga menyatakan bahwa pergerakan harga batu bara akan tetap stagnan pada tahun depan.

“Jika bisa bertahan saja sudah cukup bagus. Kecuali jika terjadi konflik atau situasi global yang memanas, maka permintaan dan harga bisa naik,” ujar Bisman kepada media tersebut.

Tren Harga Batu Bara Tahun 2025

Gita menjelaskan bahwa penurunan HBA sepanjang 2025 dipengaruhi oleh beberapa faktor. Pertama, suplai global yang kuat dari Cina dan India. Kedua negara ini merupakan tujuan utama ekspor batu bara Indonesia, dan kini meningkatkan produksi dalam negeri mereka sehingga kebutuhan impor menurun. Hal ini memberi tekanan pada pasokan global.

Kedua, tingkat pertumbuhan permintaan global yang melambat, terutama di Cina. Prediksi menunjukkan bahwa permintaan akan sedikit turun pada tahun 2026.

“Jadi, tren pelemahan harga batu bara sepanjang 2025 disebabkan oleh kombinasi beberapa faktor tersebut,” kata Gita kepada media, Selasa (16/12).

Meski cenderung menurun, HBA sempat mencapai level tertinggi pada Maret 2025, yaitu sekitar US$ 128,24 per ton. Kenaikan ini terjadi setelah pemerintah menyesuaikan mekanisme penetapan HBA menjadi dua periode dalam sebulan.

Tren penurunan harga mulai terlihat pada semester kedua 2025, khususnya pada Juli lalu, saat harga merosot hingga US$ 97,50 per ton. Selain dua faktor di atas, penurunan HBA ini juga dipengaruhi oleh faktor transisi energi.

Faktor Penyebab Fluktuasi Harga

Beberapa faktor utama yang memengaruhi fluktuasi harga batu bara antara lain:

  • Suplai global yang kuat: Cina dan India meningkatkan produksi batu bara domestik, sehingga mengurangi kebutuhan impor.
  • Permintaan global yang melambat: Terutama di Cina, yang diperkirakan akan mengalami penurunan permintaan pada tahun 2026.
  • Perubahan kebijakan: Seperti rencana perubahan DHE dan bea keluar batu bara, yang memengaruhi dinamika pasar.
  • Transisi energi: Perpindahan ke sumber energi yang lebih bersih berdampak pada permintaan batu bara.

Dengan berbagai faktor tersebut, tren harga batu bara Indonesia pada 2025 terus mengalami perubahan, meskipun secara umum cenderung menurun. Namun, para ahli memperkirakan bahwa pada tahun 2026, harga akan tetap stabil atau bahkan mengalami penurunan lebih lanjut jika tidak ada perubahan signifikan di pasar global.

Bagikan Artikel:
admin.aiotrade
admin.aiotrade

Penulis di Website. Berfokus pada penyajian informasi yang akurat, terpercaya, dan analisis mendalam seputar teknologi finansial.

Diskusi Pembaca (0)

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan informatif!

Tinggalkan Balasan