Psikolog Ungkap 4 Tanda Siswa Alami Trauma, Termasuk Terlalu Ceria untuk Menyembunyikan Luka Batin

admin.aiotrade 12 Nov 2025 3 menit 15x dilihat
Psikolog Ungkap 4 Tanda Siswa Alami Trauma, Termasuk Terlalu Ceria untuk Menyembunyikan Luka Batin
Psikolog Ungkap 4 Tanda Siswa Alami Trauma, Termasuk Terlalu Ceria untuk Menyembunyikan Luka Batin

Pentingnya Ruang Aman dan Dukungan Psikologis bagi Siswa Pasca-Kecelakaan

Psikolog Universitas Gadjah Mada (UGM), Novi Poespita Candra, S.Psi., M.Si., Ph.D., menekankan bahwa sekolah harus menyediakan ruang aman bagi siswa yang mengalami kecemasan atau trauma setelah menghadapi peristiwa seperti ledakan di SMAN 72 Jakarta. Menurutnya, penting bagi siswa untuk merasa nyaman dan didukung secara emosional agar bisa kembali beraktivitas dengan baik.

Salah satu cara yang disarankan oleh Novi adalah pembentukan “Ruang Jeda” atau waktu tenang bagi siswa dan guru. Ruang jeda ini dapat dilakukan sebelum memulai pelajaran, setelah jam istirahat, maupun menjelang pulang. Dalam waktu tersebut, siswa diminta untuk bermeditasi sejenak atau diam tanpa aktivitas tertentu. Hal ini membantu mereka menenangkan diri dan menurunkan tingkat kecemasan.

AioTrade Autopilot
🔥 SPONSOR

TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET

Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)

Bukan FUTURE. Bukan Judi. Bukan Tebak-tebakan.
CARA KERJA (Real)
  • Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
  • Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
  • Profit 1 siklus = 1.2%
  • Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
  • Anti Loss & SPOT Market (Aman)
  • LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
  • Tanpa emosi, pantau chart otomatis
  • Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan

Novi menjelaskan bahwa tanda-tanda anak mengalami trauma dapat berupa ketakutan berlebihan, penarikan diri, hingga agresivitas. Namun, ada juga anak yang justru terlihat terlalu ceria untuk menutupi luka batin. Oleh karena itu, sekolah perlu menyediakan berbagai aktivitas Social Emotional Learning (SEL) seperti melukis, musik, journaling, dialog kelompok kecil (circle time), atau kegiatan di alam. Aktivitas-aktivitas ini membantu siswa mengenali dan menyalurkan emosinya dengan sehat.

Selain itu, Novi juga menekankan pentingnya kerja sama antara pihak sekolah dan orang tua. Hasil dari kegiatan SEL dapat dijadikan catatan portofolio perkembangan emosional siswa yang dibahas bersama wali murid. Ia menambahkan bahwa pemulihan pascatrauma bukan hanya soal akademik, tetapi juga memberi ruang aman bagi anak untuk terkoneksi dengan Tuhan, sesama, dan alam. Hal ini akan membantu anak-anak tumbuh kembali dengan kepercayaan diri dan empati yang lebih kuat.

Jika gejala trauma tidak kunjung membaik atau semakin berat, Novi menyarankan agar anak segera dikonsultasikan ke psikolog. Ia menegaskan bahwa dukungan psikologis sangat penting dalam proses pemulihan.

Dukungan Psikososial dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah

Secara terpisah, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) menyampaikan bahwa kegiatan belajar mengajar di SMAN 72 Jakarta telah kembali berjalan kondusif secara daring. Selain itu, pihak sekolah juga melakukan dukungan psikososial awal berbasis Psychological First Aid (PFA) untuk siswa, guru, dan wali murid.

Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kemendikdasmen, Suharti, mengatakan bahwa pelaksanaan dukungan psikososial tersebut didampingi secara profesional oleh 56 psikolog dari berbagai lembaga. Beberapa lembaga yang terlibat antara lain Himpunan Psikolog Indonesia (HIMPSI), Psikolog Polri, Dinas PPAPP, Dinas Sosial, dan Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta.

Layanan psikososial pascabencana bertujuan untuk menghilangkan trauma warga sekolah. Suharti menegaskan bahwa HIMPSI merupakan mitra yang dipilih untuk melakukan layanan psikososial pasca bencana. Ia menekankan bahwa dukungan psikologis ini sangat penting dalam membantu siswa dan guru mengatasi dampak negatif dari kejadian yang terjadi.


Diskusi Pembaca (0)

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan informatif!

Tinggalkan Balasan