PT PP Percepat Pemulihan Infrastruktur Aceh dan Sumatera

admin.aiotrade 16 Des 2025 3 menit 14x dilihat
PT PP Percepat Pemulihan Infrastruktur Aceh dan Sumatera


PT PP (Persero) Tbk menunjukkan komitmennya dalam memulihkan infrastruktur yang rusak akibat banjir dan longsor di Aceh dan Sumatera. Perusahaan BUMN ini mengerahkan 46 personel lapangan beserta berbagai alat berat seperti excavator, bulldozer, crane 60 ton, dump truck, hingga chainsaw untuk melakukan pekerjaan pemulihan. Pekerjaan dilakukan secara paralel di titik-titik paling terdampak agar proses pemulihan dapat berjalan lebih cepat dan efisien.

Corporate Secretary PT PP, Joko Raharjo, menjelaskan bahwa seluruh upaya dilakukan dengan tanggung jawab dan empati. “Infrastruktur bukan hanya sekadar jalan dan jembatan. Ini adalah akses penting bagi masyarakat untuk kembali ke rumah, menuju sekolah, mencari penghidupan, serta mendapatkan bantuan,” ujar Joko dalam keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia pada Selasa, 16 Desember 2025.

AioTrade Autopilot
🔥 SPONSOR

TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET

Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)

Bukan FUTURE. Bukan Judi. Bukan Tebak-tebakan.
CARA KERJA (Real)
  • Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
  • Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
  • Profit 1 siklus = 1.2%
  • Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
  • Anti Loss & SPOT Market (Aman)
  • LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
  • Tanpa emosi, pantau chart otomatis
  • Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan

Kerusakan Infrastruktur di Aceh

Kerusakan infrastruktur di Aceh cukup kompleks dan tersebar. Di ruas Bireuen – Bener Meriah – Takengon sepanjang 103 kilometer, akses terputus karena rusaknya beberapa jembatan. Di antaranya adalah Jembatan Teupin Mane, Enang-Enang, Weihni Rongka, Weihni Rongka II, Jamur Ujung, dan Alue Kulus. Selain itu, longsoran besar juga terjadi di beberapa titik, yaitu STA 15+700, 19+800, 22+100, dan 49+000.

Dalam situasi darurat tersebut, PTPP berhasil menyelesaikan pemasangan jembatan Bailey sebagai pengganti Jembatan Teupin Mane dalam waktu 12 hari. Jembatan ini menjadi jalur vital yang menghubungkan Kabupaten Bireuen dengan Kabupaten Bener Meriah, Takengon, dan wilayah tengah Aceh. Akses ini sangat penting untuk mobilitas orang dan barang, termasuk hasil perkebunan sayur dan buah. Jembatan ini juga merupakan bagian dari jalur darat penting yang menghubungkan Medan (Sumatera Utara) dan Banda Aceh (Aceh) melalui Bireuen. Pulihnya jembatan berarti konektivitas antarkota/provinsi kembali berfungsi.

Penanganan Longsor di Aceh Tamiang – Medan

Di ruas utama Aceh Tamiang – Medan, dua titik longsor dengan total panjang sekitar 405 meter telah ditangani melalui penggalian, pembersihan material longsor, serta pembentukan jalur sementara. PTPP memastikan jalur ini kembali dapat dilalui dua arah secara bertahap sejak 5–15 Desember 2025.

Fokus pada Ruas Strategis di Sumatera Utara

Di Provinsi Sumatera Utara, penanganan difokuskan pada sejumlah ruas strategis, antara lain Batas Aceh–Saragih–Manduamas–Barus, Sibolga–Barus, Tarutung–Sipirok, hingga Padang Sidempuan. Terdapat 11 titik longsor serta beberapa jembatan terdampak, termasuk Jembatan Aek Sibundong yang menjadi akses penting antarwilayah.

Joko menjelaskan bahwa saat ini, seluruh lokasi berada dalam tahap pembersihan material, galian, penimbunan, perapian badan jalan, serta proteksi lereng untuk memastikan konektivitas kembali stabil dan aman, baik bagi masyarakat maupun kendaraan logistik. “Progres signifikan telah terlihat di sejumlah titik, seperti STA 12+400, STA 4+400, kawasan Hajoran, serta ruas Sibolga–Sorkam–Barus, berkat pelaksanaan pekerjaan lapangan secara paralel,” kata dia.

Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan

Upaya tanggap darurat dan pemulihan infrastruktur di Aceh dan Sumatera Utara ini merupakan bagian dari Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) Perusahaan. Melalui program ini, PTPP membantu dalam situasi darurat, memulihkan akses dasar yang menjadi penopang kehidupan masyarakat, mulai dari jalur evakuasi, distribusi logistik, hingga mobilitas warga untuk kembali beraktivitas secara aman.

Diskusi Pembaca (0)

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan informatif!

Tinggalkan Balasan