PT PRI Mulai Produksi Bubur Kertas dari Hutan Tanaman Industri Tersertifikasi

admin.aiotrade 26 Okt 2025 3 menit 13x dilihat
PT PRI Mulai Produksi Bubur Kertas dari Hutan Tanaman Industri Tersertifikasi

Progres PT Phoenix Resources International dalam Industri Pulp

PT Phoenix Resources International (PT PRI), sebuah perusahaan modal penanaman asing (PMA) yang bergerak di bidang industri pulp, terus menunjukkan progresnya. PT PRI kemarin telah melakukan uji coba dan secara bertahap memasuki tahap operasional produksi bubur kertas. Tujuan utama dari perusahaan ini adalah menghasilkan produk pulp dengan kualitas terbaik dunia.

Eko Wahyudi, yang menjabat sebagai Community Relation PT PRI, menyampaikan visi perusahaan tersebut saat menghadiri Media Gathering Lintas Organisasi Pers di Tarakan, Kalimantan Utara, pada hari Sabtu (25/10/2025). Menurutnya, PT PRI bertekad menjadi salah satu perusahaan industri pulp yang ramah lingkungan dan berkelanjutan dengan standar kelas dunia.

AioTrade Autopilot
🔥 SPONSOR

TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET

Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)

Bukan FUTURE. Bukan Judi. Bukan Tebak-tebakan.
CARA KERJA (Real)
  • Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
  • Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
  • Profit 1 siklus = 1.2%
  • Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
  • Anti Loss & SPOT Market (Aman)
  • LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
  • Tanpa emosi, pantau chart otomatis
  • Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan

PT PRI memiliki kapasitas produksi terpasang sebesar 850.000 ton per tahun (TPA) serta memiliki pembangkit listrik dengan kapasitas 2x150 Mega Watt (MW) atau total 300 MW. Dengan adanya pembangunan recovery boiler, kapasitas listrik akan meningkat menjadi 450 MW.

Fasilitas Produksi dan Infrastruktur

PT PRI saat ini memiliki fasilitas Pelabuhan Khusus (TUKS) yang terdiri dari tiga pelabuhan, yaitu untuk pulp, batu bara, dan kayu log. Untuk fasilitas produksinya, PT PRI memiliki wood handling plant (WHP), refiner, flash driyer, balling line, pabrik peroksida, pabrik desalinasi, instalasi pengolahan air limbah (IPAL/WWTP), dan gudang penyimpanan.

"Pabrik desalinasi digunakan untuk menyaring air laut menjadi air tawar yang digunakan dalam proses produksi," jelas Eko Wahyudi. Selain itu, PT PRI juga berkomitmen pada sustainability dengan memaksimalkan potensi bahan baku kayu dari Hutan Tanaman Industri (HTI) di Kalimantan. Perusahaan bekerja sama dengan HTI yang memiliki sertifikasi Pengelolaan Hutan Produksi Lestari (PHPL) dan Sistem Verifikasi Legalitas Kayu (SVLK) yang dikeluarkan oleh Kementerian Kehutanan.

Kerja Sama dengan HTI dan Sertifikasi

"Kami memberikan nilai tambah kepada pemasok yang juga memiliki sertifikasi Programme for the Endorsement of Forest Certification (PEFC) atau Indonesian Forestry Certification Corporation (IFCC)," tambahnya. Saat ini, dalam upaya memaksimalkan potensi bahan baku HTI, PT PRI sejalan dengan inisiatif hilirisasi pemerintah Indonesia untuk meningkatkan nilai tambah SDA.

PT PRI berencana mengekspor seluruh produknya agar dapat memberikan kontribusi langsung terhadap perolehan devisa negara. Untuk HTI yang diajak bekerja sama, wajib memiliki sertifikasi seperti yang disebutkan sebelumnya. Jika tidak ada sertifikasi, bahan baku tidak bisa diekspor. Bahan baku yang digunakan adalah kayu akasia dan eucalyptus.

"Kami tidak menggunakan mahoni, mangga, dll. Semua bahan baku harus memiliki sertifikasi PHPL dan lainnya," imbuhnya.

Teknologi dan Investasi

Dalam hal investasi, PT PRI menggunakan teknologi produksi pulp terbaru dari Valmet, salah satu perusahaan pulp endpaper dari Swedia. Teknologi ini menjamin pasokan bahan bakar yang berkelanjutan dan jaminan suplai jangka panjang. Selain itu, keunggulan logistik melalui pelabuhan ekspor khusus juga menjadi salah satu keuntungan PT PRI.

Dampak Ekonomi dan Tenaga Kerja

Dari sisi dampak ekonomi, PT PRI memberikan banyak manfaat, antara lain penciptaan lapangan kerja, pengembangan wilayah, dan peningkatan devisa negara. Untuk penciptaan lapangan kerja, terdapat peluang kerja dan usaha yang signifikan bagi masyarakat Tarakan dan sekitarnya.

Selama masa peak season, jumlah pekerja mencapai hingga 15.000 orang. Jika satu orang menghabiskan uang Rp5 juta di Tarakan, maka perputaran ekonomi di kota tersebut bisa mencapai Rp15 miliar.

"Ada efek domino terasa dengan adanya penjual nasi kuning, jual sarapan, grab maksim juga, dari perumahan juga Intraca, perumahan PNS dan PRI. Kemarin efek dominonya," jelas Eko Wahyudi.

Jumlah karyawan PT PRI yang sudah beroperasi saat ini tercatat sebanyak kurang lebih 700 orang. Namun, jumlah ini mengalami penurunan karena semakin majunya teknologi yang membuat penggunaan tenaga manusia berkurang.

"PT PRI kini lebih banyak menggunakan tenaga mesin," pungkasnya.

Bagikan Artikel:
admin.aiotrade
admin.aiotrade

Penulis di Website. Berfokus pada penyajian informasi yang akurat, terpercaya, dan analisis mendalam seputar teknologi finansial.

Diskusi Pembaca (0)

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan informatif!

Tinggalkan Balasan