PT Rachmat (DSNG) Raih Laba Rp1,31 Triliun di Kuartal III/2025

admin.aiotrade 24 Okt 2025 3 menit 16x dilihat
PT Rachmat (DSNG) Raih Laba Rp1,31 Triliun di Kuartal III/2025


aiotrade, JAKARTA – Perusahaan kelapa sawit milik konglomerat Theodore Permadi Rachmat atau TP Rachmat, PT Dharma Satya Nusantara Tbk. (DSNG) menunjukkan kinerja yang positif pada periode September 2025. Baik pendapatan maupun laba bersih perseroan mengalami pertumbuhan yang signifikan.

Berdasarkan laporan keuangan DSNG, perseroan berhasil mencatatkan pendapatan sebesar Rp8,94 triliun pada kuartal III/2025. Angka ini menunjukkan peningkatan sebesar 24,68% secara tahunan dibandingkan dengan pendapatan sebesar Rp7,17 triliun pada periode yang sama di tahun sebelumnya.

AioTrade Autopilot
🔥 SPONSOR

TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET

Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)

Bukan FUTURE. Bukan Judi. Bukan Tebak-tebakan.
CARA KERJA (Real)
  • Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
  • Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
  • Profit 1 siklus = 1.2%
  • Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
  • Anti Loss & SPOT Market (Aman)
  • LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
  • Tanpa emosi, pantau chart otomatis
  • Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan

Peningkatan pendapatan DSNG terjadi di hampir seluruh segmen bisnis. Pada segmen industri minyak sawit mentah, DSNG mencatatkan pendapatan sebesar Rp7,84 triliun per kuartal III/2025, naik dari Rp6,14 triliun pada periode yang sama 2024. Pertumbuhan ini didorong oleh meningkatnya harga jual rata-rata (average selling price / ASP) untuk produk utama seperti CPO yang naik 16,3% YoY, Palm Kernel yang naik 80,5%, dan PKO yang tumbuh 82,8%. Selain itu, volume penjualan juga meningkat sebesar 5% secara tahunan.

Di segmen industri produk perkayuan, DSNG mencatatkan pendapatan sebesar Rp948,75 miliar. Sementara itu, segmen energi terbarukan hanya mencatatkan pendapatan sebesar Rp148,86 miliar per kuartal III/2025, turun dari periode yang sama 2024 karena fluktuasi permintaan biomassa di Jepang.

Secara geografis, penjualan DSNG lebih banyak diserap oleh pasar domestik. Produk dari segmen industri minyak sawit tidak diekspor selama periode ini. Penjualan domestik mencerminkan 88,70% dari total penjualan perseroan.

Sejalan dengan pertumbuhan pendapatan, beban pokok penjualan DSNG juga meningkat menjadi Rp6,11 triliun pada sembilan bulan pertama 2025. Kenaikan ini disebabkan oleh kenaikan total beban produksi, termasuk penggunaan bahan baku, tenaga kerja langsung, dan beban overhead.

Meskipun demikian, DSNG masih mampu mencatatkan laba kotor yang bertumbuh menjadi Rp2,83 triliun per kuartal III/2025 dari Rp2,14 triliun pada periode yang sama 2024. Setelah dikurangi berbagai beban dan pajak, DSNG mampu membukukan laba bersih yang meningkat.

Total laba yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk atau laba bersih DSNG pada periode ini mencapai Rp1,31 triliun. Angka ini naik 53,03% YoY dari Rp860,54 miliar pada periode yang sama 2024.

Direktur Utama DSNG Andrianto Oetomo menjelaskan bahwa peningkatan laba bersih tersebut juga didorong oleh membaiknya harga jual rata-rata produk sawit. “Perseroan juga membukukan laba bersih sebesar Rp 1,3 triliun seiring dengan peningkatan harga rata-rata penjualan produk sawit dan perbaikan efisiensi operasional di seluruh lini usaha,” katanya, Jumat (24/10/2025).

Dari sisi neraca, DSNG membukukan total aset sebesar Rp17,2 triliun, turun dari Rp17,41 triliun pada Desember 2024. Manajemen menjelaskan bahwa penurunan aset ini disebabkan oleh penggunaan kas untuk pembayaran dividen dan pelunasan obligasi jatuh tempo pada Juli lalu.

Sementara itu, total liabilitas perseroan turut menurun 16,91% sepanjang tahun berjalan 2025 (year-to-date/YtD), dari Rp7,51 triliun pada Desember 2024, menjadi Rp6,24 triliun pada September 2025. Namun, total ekuitas perseroan bertumbuh menjadi Rp10,95 triliun per September 2025.

Diskusi Pembaca (0)

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan informatif!

Tinggalkan Balasan