
Penyesuaian RKAB Tiga Tahun untuk PTBA
PT Bukit Asam Tbk (PTBA) sedang melakukan penyesuaian terhadap Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) tahun 2026. Hal ini dilakukan setelah pemerintah mengenalkan format RKAB tiga tahun melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM). Perubahan ini menandai pergeseran dari sistem sebelumnya yang hanya mencakup satu tahun.
TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET
Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)
CARA KERJA (Real)
- Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
- Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
- Profit 1 siklus = 1.2%
- Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
- Anti Loss & SPOT Market (Aman)
- LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
- Tanpa emosi, pantau chart otomatis
- Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan
Corporate Communication & Government Relations Department Head PTBA, Dinna Permana Setyani, menjelaskan bahwa proses penyesuaian masih berlangsung karena sosialisasi teknis aturan baru baru saja dilakukan. "Teman-teman dari pertambangan masih menyesuaikan diri karena sosialisasinya baru dilakukan minggu ini," ujarnya di Bandung pada Jumat (24/10/2025).
Perubahan format RKAB dari satu tahun menjadi tiga tahun membutuhkan penyesuaian dalam perencanaan dan anggaran. Tim internal PTBA, baik dari divisi pertambangan maupun anggaran, tengah mengkaji dampak kebijakan baru terhadap target dan rencana kerja perusahaan. "Karena aturannya baru disosialisasikan, teman-teman juga masih mengukur dan menyesuaikan dengan yang sudah disusun sebelumnya," tambah Dinna.
PTBA akan menunggu arahan lebih lanjut dari Kementerian ESDM terkait petunjuk teknis pelaksanaan RKAB tiga tahun sebelum menyampaikan pembaruan resmi rencana kerja. Proses ini menunjukkan komitmen perusahaan untuk mematuhi regulasi yang diberlakukan oleh pemerintah.
Performa Produksi dan Penjualan PTBA
Hingga akhir September 2025, produksi batu bara PTBA mencapai 35,90 juta ton, meningkat 9 persen dibandingkan 32,97 juta ton pada periode yang sama tahun lalu. Kontribusi anak perusahaan jasa penambangan, PT Satria Bahana Sarana, tercatat sebesar 21 persen dari total produksi. Nisbah kupas juga tercatat sebesar 5,98 kali hingga kuartal III 2025.
Penjualan PTBA mencapai 33,70 juta ton, naik 8 persen dibandingkan 31,28 juta ton pada tahun sebelumnya. Sebanyak 56 persen penjualan diserap pasar domestik, sementara sisanya adalah ekspor. Peningkatan ini menunjukkan kinerja yang positif dari segi pemasaran dan distribusi produk perusahaan.
Volume angkutan batu bara meningkat menjadi 30,02 juta ton atau naik 8 persen dari 27,83 juta ton pada periode yang sama. Peningkatan ini didorong oleh koordinasi dan efisiensi logistik serta optimalisasi rantai pasok. Dengan strategi yang tepat, PTBA terus memperkuat posisinya sebagai salah satu produsen batu bara terkemuka di Indonesia.
Strategi dan Tantangan di Masa Depan
Dalam menghadapi perubahan regulasi, PTBA harus terus beradaptasi agar tetap dapat memenuhi target dan menjaga kualitas operasional. Penyesuaian RKAB tiga tahun memerlukan perencanaan yang matang dan fleksibilitas dalam pengelolaan anggaran. Dengan dukungan dari berbagai divisi internal, PTBA berharap dapat menghadapi tantangan ini dengan baik.
Selain itu, peningkatan produksi dan penjualan menunjukkan bahwa PTBA mampu bertahan di tengah dinamika pasar yang terus berubah. Dengan fokus pada inovasi dan efisiensi, perusahaan siap menghadapi masa depan yang penuh tantangan namun juga penuh peluang.