PTPP percepat penjualan aset, targetkan dana segar Rp3,06 triliun tahun ini

admin.aiotrade 07 Des 2025 4 menit 10x dilihat
PTPP percepat penjualan aset, targetkan dana segar Rp3,06 triliun tahun ini


PT PP Tbk (PTPP) terus mempercepat agenda divestasi aset sebagai bagian dari strategi Back to Core. Langkah ini bertujuan untuk kembali fokus pada bisnis inti, yaitu konstruksi, sekaligus memperbaiki kondisi keuangannya. Hingga saat ini, PTPP telah melepas aset senilai total Rp 1,69 triliun.

Sekretaris Perusahaan PTPP, Joko Raharjo, menjelaskan bahwa divestasi dilakukan pada aset-aset di sektor properti, infrastruktur, dan energi. Penjualan tersebut juga menjadi upaya memperkuat arus kas dan menekan beban usaha perusahaan.

AioTrade Autopilot
🔥 SPONSOR

TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET

Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)

Bukan FUTURE. Bukan Judi. Bukan Tebak-tebakan.
CARA KERJA (Real)
  • Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
  • Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
  • Profit 1 siklus = 1.2%
  • Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
  • Anti Loss & SPOT Market (Aman)
  • LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
  • Tanpa emosi, pantau chart otomatis
  • Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan

Salah satu divestasi terbesar berasal dari penjualan saham anak usaha PT PP Infrastruktur (PPIN). PTPP melepas 81% atau 621.161 saham PPIN kepada PT Varsha Zamindo Laksana (VZL) dan afiliasinya dengan nilai transaksi Rp 1,41 triliun. Setelah transaksi rampung, kepemilikan PTPP di PPIN akan turun dari 99,15% menjadi 18,15%.

Selain itu, PTPP juga menjual 47,81% sahamnya di PT Celebes Railway Indonesia (CRI) kepada PT Solra Energi Terbarukan dengan nilai Rp 282,1 miliar. Dana hasil divestasi akan dialokasikan untuk mendukung operasional dan pengembangan proyek-proyek yang berada di lini bisnis inti perusahaan.

Secara keseluruhan, PTPP menargetkan divestasi senilai Rp 3,06 triliun tahun ini. Artinya, perseroan masih perlu melepas aset senilai sekitar Rp 1,37 triliun agar target tersebut tercapai.

Selain PPIN dan CRI, PTPP juga menyiapkan rencana divestasi terhadap PT Centurion Perkasa Iman Surabaya dan PT PP Semarang Demak. Untuk PP Semarang Demak, divestasi baru akan dilakukan setelah seksi I proyek tol tersebut beroperasi pada 2027. Namun, PTPP belum memberikan penjelasan lebih jauh terkait sisa target divestasi tahun ini.

Joko menegaskan bahwa langkah divestasi akan terus diarahkan pada aset-aset di sektor properti, infrastruktur, dan energi. Menurutnya, langkah ini penting untuk meningkatkan fokus bisnis dan memperkuat kinerja perusahaan.

“Dengan portofolio yang lebih sehat dan efisien, PTPP dapat mendorong kinerja yang lebih kuat, adaptif, dan berkelanjutan ke depan,” ujarnya, Jumat (5/12).

Hingga kuartal III-2025, kinerja keuangan PTPP masih tertekan. Laba bersih perusahaan hanya mencapai Rp 5,55 miliar, anjlok 97,92% dibandingkan periode sama tahun sebelumnya yang sebesar Rp 267,28 miliar. Pendapatan usaha juga terkoreksi 23,33% menjadi Rp 10,73 triliun dari Rp 14 triliun per September 2024.

Nilai kontrak baru PTPP per September 2025 tercatat Rp 16,88 triliun, turun dibandingkan raihan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp 20,64 triliun.

Strategi Divestasi yang Dilakukan PTPP

Berikut adalah beberapa langkah strategis yang dilakukan oleh PTPP dalam rangka melakukan divestasi:

  • Fokus pada Sektor Inti
    PTPP memprioritaskan divestasi pada aset-aset yang tidak termasuk dalam bisnis inti, seperti properti, infrastruktur, dan energi. Hal ini bertujuan untuk mengoptimalkan sumber daya dan fokus pada bisnis konstruksi.

  • Peningkatan Arus Kas
    Dengan menjual aset-aset yang tidak lagi produktif, PTPP berupaya memperkuat arus kas perusahaan. Dana hasil divestasi akan digunakan untuk mendukung operasional dan pengembangan proyek-proyek utama.

  • Meningkatkan Kinerja Keuangan
    Divestasi diharapkan dapat membantu perusahaan mengurangi beban usaha dan meningkatkan laba bersih. Meskipun hingga kuartal III-2025 kinerja keuangan masih tertekan, langkah ini merupakan bagian dari strategi jangka panjang.

  • Pencapaian Target Divestasi
    PTPP menargetkan total divestasi sebesar Rp 3,06 triliun pada tahun ini. Sampai saat ini, sudah ada sejumlah aset yang berhasil dilepas, namun masih ada ruang untuk mencapai target tersebut.

Rencana Divestasi Masa Depan

PTPP memiliki beberapa rencana divestasi yang akan dilakukan dalam waktu dekat. Berikut adalah beberapa aset yang akan dikelola ulang:

  • PT Centurion Perkasa Iman Surabaya
    Aset ini sedang dalam proses evaluasi dan akan segera diproses untuk divestasi. Namun, detail lebih lanjut masih dalam pembahasan.

  • PT PP Semarang Demak
    Divestasi terhadap aset ini akan dilakukan setelah seksi I proyek tol beroperasi pada 2027. PTPP belum memberikan penjelasan lebih rinci terkait rencana tersebut.

  • PT Celebes Railway Indonesia (CRI)
    PTPP telah menjual 47,81% sahamnya di CRI. Proses ini menjadi bagian dari strategi untuk memperkuat posisi keuangan perusahaan.

Kondisi Keuangan PTPP

Meskipun PTPP terus melakukan divestasi, kondisi keuangan perusahaan masih mengalami tekanan. Berikut adalah data keuangan yang relevan:

  • Laba Bersih
    Hingga kuartal III-2025, laba bersih PTPP hanya mencapai Rp 5,55 miliar, turun drastis 97,92% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

  • Pendapatan Usaha
    Pendapatan usaha perusahaan terkoreksi 23,33% menjadi Rp 10,73 triliun dari Rp 14 triliun per September 2024.

  • Nilai Kontrak Baru
    Nilai kontrak baru PTPP per September 2025 tercatat Rp 16,88 triliun, turun dibandingkan raihan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp 20,64 triliun.

Kesimpulan

Strategi divestasi yang dilakukan oleh PTPP merupakan langkah penting dalam memperbaiki kinerja keuangan dan fokus pada bisnis inti. Meskipun ada tantangan, langkah-langkah yang diambil diharapkan dapat membawa perusahaan menuju pertumbuhan yang lebih stabil dan berkelanjutan.

Diskusi Pembaca (0)

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan informatif!

Tinggalkan Balasan