Puisi yang Menggugah Hati Dedi Sahara

admin.aiotrade 26 Okt 2025 2 menit 15x dilihat
Puisi yang Menggugah Hati Dedi Sahara
Puisi yang Menggugah Hati Dedi Sahara

Ayat Kehidupan

Bacalah dengan hati yang terbuka, dan kau akan menemukan tangan-tangan gaib yang bekerja. Mereka mengalir dalam getar udara, saat laut tertidur dan bintang-bintang padam di ujung tungkai malam. Seperti tarian hujan pertama yang membasahi panas bumi, kuntum bunga api dan koloni semut di ranting trembesi disucikannya kembali. Jiwa-jiwa melata yang samsara seperti isyarat cinta yang melewati semua bahasa dan selalu tak terjelaskan oleh akal pengetahuan manusia.

AioTrade Autopilot
🔥 SPONSOR

TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET

Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)

Bukan FUTURE. Bukan Judi. Bukan Tebak-tebakan.
CARA KERJA (Real)
  • Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
  • Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
  • Profit 1 siklus = 1.2%
  • Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
  • Anti Loss & SPOT Market (Aman)
  • LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
  • Tanpa emosi, pantau chart otomatis
  • Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan

2025: Membaca Rabi’ah

Di bawah bentangan jubah malam, telah kusaksikan puncak mahabah pada sepasang mata Rabi'ah yang berjalan di atas muramnya dunia. Dengan sayap-sayap putih malaikat, ia terbang menuju sidrat. Dari telapak tangannya yang bercahaya, tumbuhlah setangkai mawar puisi yang lebih wangi dari taman-taman surga dan lebih merah dari gejolak api neraka. Pada setiap dada manusia yang alpa, akan hakikat keberadaannya.

Maaf

Maafkan aku masa remaja jika pernah memaksamu untuk tampak lebih dewasa. Maafkan aku masa kini jika selalu menghalau uluran lembut kedua tanganmu. Maafkan aku masa depan yang melenakan jika sering kali menutup kedua mataku. Maafkan aku untuk setiap kata maaf yang meluncur dengan percuma dalam dunia yang hilang jiwa.

Regresi

Ada seorang remaja yang tak pernah beranjak tumbuh di dalam dirimu, seakan tak terjaring waktu meski rambutmu mulai keperakan dan berguguran. Keriangan seringkali terpancar di matanya seperti bintang-bintang di pucuk malam, betapa terang dan dalam. Saat tercengung menatap paras kelam dunia, ia selalu datang menggodamu untuk kembali mendamba hangat rahim ibu atau mendesakkan kata-kata yang tak seluruhnya bisa kau pahami.

Dedi Sahara

Dedi Sahara tinggal di Bandung. Menulis puisi, esai, dan aktif menerjemahkan buku psikoanalisis atau karya sastra. Buku terjemahan terbarunya adalah Jacques Lacan: Antara Psikoanalisis dan Politik. Saat menjadi mahasiswa, aktif bergiat di Arena Studi Apresiasi Sastra (ASAS) UPI, Asosiasi Psikoanalisis Indonesia (API), Lingkar Studi Filsafat Nahdliyyin (LSFN), dan pernah menjadi redaktur Apresiasi Buruan.co.

Bagikan Artikel:
admin.aiotrade
admin.aiotrade

Penulis di Website. Berfokus pada penyajian informasi yang akurat, terpercaya, dan analisis mendalam seputar teknologi finansial.

Diskusi Pembaca (0)

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan informatif!

Tinggalkan Balasan