Pujian Trump kepada Israel di Tengah Ketegangan AS-Iran: Mereka Buktikan Jadi Sekutu Setia

Pujian Trump kepada Israel di Tengah Ketegangan AS-Iran: Mereka Buktikan Jadi Sekutu Setia

Serangan AS dan Israel terhadap Iran pada 2026

Pada 28 Februari 2026, Amerika Serikat (AS) dan Israel melancarkan serangan terhadap Iran, yang mengakibatkan kematian beberapa pejabat senior di negara tersebut, termasuk Pemimpin Tertinggi Iran, Ali Khamenei. Serangan ini menjadi titik balik dalam konflik antara AS dan Israel dengan Iran, yang telah berlangsung selama beberapa bulan sebelumnya.

Gencatan senjata dua minggu antara AS dan Israel melawan Iran akan berakhir pada 22 April 2026, hanya beberapa hari lagi. Namun, situasi tetap memanas, terutama setelah Iran menanggapi serangan dengan menutup Selat Hormuz, jalur vital yang digunakan untuk transportasi minyak dan gas global. Penutupan ini memberikan dampak signifikan terhadap pasar global dan meningkatkan ketegangan antara negara-negara yang terlibat dalam konflik.

Peran Israel dalam Konflik

Presiden AS, Donald Trump, memuji Israel sebagai "sekutu hebat" dalam perang melawan Iran. Ia menyebut bahwa Israel tahu bagaimana "menang" dalam situasi yang penuh tekanan dan konflik. Dalam sebuah unggahan di Truth Social, Trump menyatakan bahwa Israel berani, tegas, setia, dan cerdas, serta mampu bertindak keras saat menghadapi ancaman dari Iran.

Trump juga sangat kritis terhadap sekutu Eropa, terutama setelah negara-negara Eropa menolak untuk mengirim kapal untuk membuka blokade Selat Hormuz. Ia mengancam akan menarik AS keluar dari NATO jika hal ini tidak segera diperbaiki.

Penutupan Selat Hormuz oleh Iran

Iran kembali menutup Selat Hormuz pada 18 April 2026. Penutupan ini menyebabkan kapal-kapal dagang menghentikan upaya untuk melintasi jalur air tersebut. Beberapa kapal komersial mencoba melintasi selat setelah menerima pemberitahuan sebelumnya, tetapi akhirnya harus berbalik arah karena ancaman dari angkatan laut Iran.

Menurut laporan dari sumber-sumber perkapalan dan keamanan maritim, dua kapal melaporkan adanya tembakan dari kapal-kapal Iran. Insiden ini terjadi di perairan antara pulau Qeshm dan Larak. Sementara itu, pada Jumat (17 April 2026), Iran mengumumkan pembukaan kembali Selat Hormuz untuk kapal-kapal komersial setelah gencatan senjata 10 hari antara Israel dan Hizbullah di Lebanon.

Ancaman Trump terhadap Iran

Donald Trump memperingatkan Iran agar tidak mencoba "memeras" Amerika Serikat. Ia bersikeras bahwa blokade angkatan laut AS terhadap pelabuhan Iran akan berlanjut hingga kesepakatan untuk mengakhiri perang Timur Tengah yang lebih luas tercapai. Meski Iran mengumumkan pembukaan kembali Selat Hormuz, Teheran mengancam akan menutupnya kembali.

Trump mengklaim bahwa kedua pihak "sangat dekat" untuk mencapai kesepakatan, tetapi ia tetap bersikeras bahwa Iran tidak dapat memeras AS. Ia menuduh Teheran bertindak "agak licik" dengan langkah-langkahnya baru-baru ini.

Perang yang Menewaskan Banyak Jiwa

Perang antara Iran dan AS, serta sekutu-sekutu mereka, telah menewaskan sedikitnya 3.000 orang di Iran, lebih dari 2.290 orang di Lebanon, 23 orang di Israel, dan lebih dari selusin orang di negara-negara Teluk Arab. Selain itu, tiga belas anggota militer AS juga telah tewas dalam konflik ini.

Kondisi di Lebanon

Di Beirut, keluarga-keluarga pengungsi mulai bergerak menuju Lebanon selatan dan pinggiran selatan ibu kota meskipun ada peringatan dari para pejabat agar tidak kembali ke rumah sampai jelas apakah gencatan senjata akan bertahan. Menteri Luar Negeri Pakistan menyebut pertempuran antara Israel dan Hizbullah sebagai poin penting yang menjadi hambatan dalam pembicaraan AS-Iran.