
Cuaca Ekstrem di Purbalingga, Warga Diminta Waspada
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Purbalingga, Jawa Tengah, mengungkapkan adanya potensi cuaca ekstrem di wilayah Kota Perwira hingga 23 Oktober 2025. Kondisi ini memicu peringatan bagi warga untuk tetap waspada saat beraktivitas di luar ruangan. Terutama terkait kemungkinan terjadinya hujan deras dan pohon tumbang yang bisa membahayakan keselamatan.
"Kami mengimbau masyarakat untuk tidak berteduh di bawah pohon besar atau papan reklame," ujar Kepala Pelaksana BPBD Purbalingga Prayitno, Senin (20/10/2025). Ia juga menyarankan warga yang tinggal di sekitar tebing dan lereng untuk selalu menjaga kewaspadaan terhadap risiko tanah longsor.
TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET
Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)
CARA KERJA (Real)
- Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
- Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
- Profit 1 siklus = 1.2%
- Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
- Anti Loss & SPOT Market (Aman)
- LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
- Tanpa emosi, pantau chart otomatis
- Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan
Pada hari Senin kemarin, hujan deras disertai angin kencang melanda beberapa wilayah di Purbalingga. Kejadian ini menyebabkan kerusakan pada sejumlah bangunan dan infrastruktur. Salah satu rumah rusak setelah atapnya terbawa angin kencang. Selain itu, beberapa pohon tumbang dan menimpa mobil yang sedang diparkir di Desa Bobotsari, Kecamatan Bobotsari.
"Tidak ada korban jiwa karena mobil dalam kondisi kosong saat kejadian," jelas Prayitno. Di Desa Adiarsa, Kecamatan Kertanegara, pohon juga tumbang dan menutupi jalan desa serta membuat jaringan listrik padam. Akibatnya, satu tiang listrik roboh dan masih dalam proses perbaikan.
Di Desa Condong, Kecamatan Kertanegara, angin kencang menghempas atap salah satu rumah warga. Meski mengalami kerusakan sedang, tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut.
Penanganan Darurat oleh BPBD dan Relawan
BPBD Purbalingga bersama pemerintah desa dan relawan telah melakukan penanganan darurat di semua lokasi yang terdampak. Mereka bergotong-royong untuk mengevakuasi pohon yang tumbang dan membersihkan jalur-jalur yang tertutup. Untuk masalah jaringan listrik yang sempat padam, BPBD berkoordinasi dengan PLN Purbalingga.
"Saat ini, kondisi jaringan listrik di wilayah Adiarsa masih padam dan sedang dalam perbaikan oleh PLN," kata Prayitno, Senin malam.
Tips dan Peringatan untuk Warga
Warga diimbau untuk selalu memperhatikan informasi cuaca dan menghindari area yang rawan bencana. Beberapa langkah pencegahan yang dapat dilakukan antara lain:
- Memastikan keamanan properti dan lingkungan sekitar, seperti memperkuat atap dan memangkas pohon yang rentan tumbang.
- Menghindari berkunjung ke daerah yang berpotensi longsor, terutama saat musim hujan.
- Menyiapkan perlengkapan darurat seperti senter, makanan siap saji, dan alat komunikasi.
Dengan kewaspadaan dan persiapan yang baik, warga Purbalingga dapat mengurangi risiko dari cuaca ekstrem yang terjadi.