Purbaya Bocorkan Rencana Penangkapan Pelaku Penyelundupan dan Under Invoicing

admin.aiotrade 21 Okt 2025 3 menit 13x dilihat
Purbaya Bocorkan Rencana Penangkapan Pelaku Penyelundupan dan Under Invoicing

Kementerian Keuangan Siap Tindak Pelaku Penyelundupan

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengungkapkan rencana besar-besaran untuk menangkap para pelaku penyelundupan dan praktik under invoicing. Ia menegaskan bahwa pemerintah telah memiliki daftar nama-nama pemain besar yang terlibat dalam kegiatan tersebut.

AioTrade Autopilot
🔥 SPONSOR

TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET

Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)

Bukan FUTURE. Bukan Judi. Bukan Tebak-tebakan.
CARA KERJA (Real)
  • Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
  • Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
  • Profit 1 siklus = 1.2%
  • Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
  • Anti Loss & SPOT Market (Aman)
  • LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
  • Tanpa emosi, pantau chart otomatis
  • Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan

"Yang melakukan under invoicing, yang selama ini nyelundupin, yang banyak apa, tekstil, baja apa segala macam itu kan sudah ada nama-namanya. Kan tinggal kita pilih aja siapa yang mau kita proses," ujarnya saat berbicara di Istana Negara, dikutip Selasa (21/10).

Under invoicing adalah praktik manipulasi nilai faktur impor dengan mencantumkan harga yang lebih rendah dari nilai sebenarnya. Cara ini sering dilakukan oleh importir untuk mengurangi bea masuk dan pajak, serta termasuk dalam pelanggaran kepabeanan.

Purbaya menyatakan bahwa nilai potensi pengembalian uang negara dari hasil penindakan masih dalam perhitungan oleh jajarannya. "Belum tahu (nilai potensi pengembalian uang negara), masih kita hitung," katanya.

Selain itu, Purbaya tidak menampik adanya permainan antara aparat pajak dan wajib pajak yang merugikan negara. Ia memberikan contoh adanya praktik tawar-menawar alias nego dalam penetapan pajak.

"Pajak? Ya mereka nego lah sama itu, sama wajib pajaknya. Ya, akhirnya pemerintah dapat sedikit, tapi mereka bagi dua kali. Itu biasanya begitu," ucapnya.

Untuk menutup celah tersebut, Kementerian Keuangan akan memaksimalkan sistem berbasis teknologi agar transaksi dan pelaporan pajak lebih transparan. "Ke depan kita akan terapkan IT yang lebih canggih lagi," tambahnya.

Sebelumnya, Purbaya sudah memberi sinyal soal penangkapan besar-besaran ini. Ia menegaskan bahwa tidak akan ragu menindak siapa pun yang terlibat dalam praktik penyelundupan, meskipun berada di bawah perlindungan pihak berpengaruh.

"Yang suka main selundup, saya tangkap. Bentar lagi ada penangkapan besar-besaran. Saya enggak peduli di belakangnya siapa. Di belakang saya pasti ada yang paling tinggi kan ya, Presiden paling tinggi di sini. Pasti beres," ujar Purbaya di Hotel JS Luwansa, Jakarta, Kamis (16/10).

Purbaya menilai praktik penyelundupan selama ini marak di sektor tekstil, rokok, dan baja. Selain merugikan penerimaan negara, aktivitas ilegal tersebut juga memperlemah industri dalam negeri yang tengah berjuang bersaing dengan produk impor.

"Rokok, tekstil, saya akan beresin. Jadi rokok, abis itu tekstil, habis itu baja, habis itu yang lain. Satu per satu saya akan kejar," katanya.

Langkah-langkah yang Dilakukan Pemerintah

Berikut beberapa langkah yang akan diambil oleh pemerintah untuk menghadapi praktik penyelundupan:

  • Peningkatan sistem teknologi: Kementerian Keuangan akan menerapkan sistem IT yang lebih canggih untuk memastikan transaksi dan pelaporan pajak lebih transparan.
  • Penindakan terhadap pelaku: Pemerintah akan melakukan penangkapan besar-besaran terhadap pelaku penyelundupan, tanpa memandang latar belakang atau perlindungan yang diberikan.
  • Peningkatan pengawasan: Aparat pajak akan lebih ketat dalam mengawasi praktik tawar-menawar dalam penetapan pajak, sehingga mengurangi kerugian negara.
  • Koordinasi antar lembaga: Diperlukan koordinasi yang baik antara Kementerian Keuangan dengan lembaga-lembaga lain untuk memastikan penindakan efektif dan cepat.

Dampak Praktik Penyelundupan

Praktik penyelundupan dan under invoicing memiliki dampak yang sangat signifikan terhadap perekonomian negara. Beberapa dampak utama meliputi:

  • Kerugian negara: Pengurangan bea masuk dan pajak yang tidak sah menyebabkan kerugian besar bagi pendapatan negara.
  • Merusak industri lokal: Produk impor yang masuk secara ilegal mengancam kelangsungan hidup industri dalam negeri yang sedang berjuang untuk bersaing.
  • Tidak adil dalam persaingan: Industri lokal harus menghadapi persaingan yang tidak sehat karena produk impor yang masuk secara ilegal memiliki biaya lebih rendah.

Dengan langkah-langkah yang diambil oleh pemerintah, diharapkan dapat mengurangi praktik penyelundupan dan meningkatkan keadilan dalam perdagangan. Purbaya menegaskan bahwa pemerintah akan terus berkomitmen untuk menjaga kepentingan negara dan masyarakat.

Diskusi Pembaca (0)

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan informatif!

Tinggalkan Balasan