Purbaya dan Luhut Tak Sapa Saat Sidang Kabinet, Jawaban Menkeu Diisukan Perang Dingin

admin.aiotrade 20 Okt 2025 3 menit 10x dilihat
Purbaya dan Luhut Tak Sapa Saat Sidang Kabinet, Jawaban Menkeu Diisukan Perang Dingin

Isu Perang Dingin antara Menteri Keuangan dan Ketua DEN

Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa memberikan pernyataan terkait isu perang dingin dengan Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN) Luhut Binsar Pandjaitan. Hal ini muncul setelah keduanya tidak saling bertegur sapa saat menghadiri sidang kabinet di istana negara.

Pada kesempatan tersebut, Purbaya dan Luhut duduk berdekatan bersama Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya dan Mensesneg RI Prasetyo Hadi. Meskipun demikian, Luhut hanya sempat berbicara dengan Mensesneg Prasetyo Hadi.

AioTrade Autopilot
🔥 SPONSOR

TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET

Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)

Bukan FUTURE. Bukan Judi. Bukan Tebak-tebakan.
CARA KERJA (Real)
  • Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
  • Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
  • Profit 1 siklus = 1.2%
  • Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
  • Anti Loss & SPOT Market (Aman)
  • LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
  • Tanpa emosi, pantau chart otomatis
  • Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan

Menanggapi isu tersebut, Menkeu Purabaya membantah bahwa dirinya enggan berbicara dengan Luhut. Ia menjelaskan bahwa alasan tidak saling bertegur sapa adalah karena posisi duduknya yang tidak memungkinkan untuk berbicara dengan pensiunan Jenderal TNI tersebut.

"Kan jauh berapa kursi, masa (panggil) 'Pak Luhut, Pak Luhut'," ujar Purbaya.

Ia menegaskan bahwa hubungan antara dirinya dengan Luhut dalam kondisi baik meskipun saat ini ada perbedaan pandangan mengenai pemakaian uang negara.

"Tapi baik hubungan saya sama dia, nggak ada masalah," tambahnya.

Penolakan Permintaan Luhut Terkait Pemakaian Uang Negara

Isu keretakan hubungan keduanya bermula dari fakta bahwa Purbaya sering menolak permintaan Luhut terkait penggunaan anggaran negara. Salah satu contohnya adalah penolakan terhadap pembangunan Family Office menggunakan APBN.

Family Office merupakan proyek yang sudah lama diusulkan oleh Luhut sejak menjabat sebagai Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi era Presiden Jokowi. Selain itu, Purbaya juga menolak usulan Luhut mengenai suntikan dana kepada Indonesia Investment Authority (INA) sebesar Rp 50 triliun per tahun.

Luhut juga pernah mengingatkan Purbaya agar tidak mengambil dana Badan Gizi Nasional (BGN) yang belum terserap. Namun, usulan tersebut tidak dihiraukan oleh Purbaya, yang tetap memberikan tenggat waktu kepada BGN untuk segera menyerap anggaran.

Rekam Jejak Purbaya Sebagai Anak Buah Luhut

Purbaya memiliki rekam jejak panjang sebagai mantan anak buah Luhut di berbagai lembaga pemerintahan. Karier Purbaya bersama Luhut dimulai sejak tahun 2014. Di Kantor Staf Presiden (KSP), ia menjabat sebagai Deputi III Bidang Pengelolaan Isu Strategis dari April hingga September 2015, saat Luhut menjabat sebagai Kepala KSP.

Ketika Luhut diangkat menjadi Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam), Purbaya turut diboyong dan dipercaya sebagai Staf Khusus Bidang Ekonomi dari November 2015 hingga Juli 2016, bertepatan dengan berakhirnya masa jabatan Luhut di kementerian tersebut.

Tidak berhenti di situ, saat Luhut berpindah ke Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Purbaya kembali mengikuti jejaknya. Ia menjabat sebagai Staf Khusus Bidang Ekonomi dari Juli 2016 hingga Mei 2018.

Melihat rekam jejak dan pengalaman panjang Purbaya dalam bidang ekonomi serta kedekatannya dengan berbagai kebijakan strategis nasional, Luhut menyatakan dukungannya terhadap keputusan Presiden Prabowo yang memilih Purbaya sebagai Menteri Keuangan.

Menurutnya, Purbaya adalah sosok yang tepat untuk mengemban tugas penting tersebut.

"Pak Purbaya orang baik, saya kira punya pengalaman yang bagus," kata Luhut.

Karena itu, Luhut meminta masyarakat melihat kinerja Purbaya seiring berjalannya waktu setelah pelantikan ini. Ia yakin, Purbaya mampu berbuat banyak bagi ekonomi nasional dengan kemampuan dan pengalamannya untuk memenuhi target Presiden RI Prabowo Subianto.

"Tapi, saya yakin Pak Purbaya akan bisa berbuat banyak untuk membantu keinginan Bapak Presiden dalam pencapaian pertumbuhan ekonomi maupun penciptaan lapangan kerja," kata dia.

Diskusi Pembaca (0)

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan informatif!

Tinggalkan Balasan