Perubahan Signifikan di Industri Media Jika Ekonomi Tumbuh 6 Persen
Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa menyatakan bahwa kondisi industri media akan mengalami perubahan signifikan jika pertumbuhan ekonomi Indonesia mampu mencapai level 6 persen. Menurutnya, ketika ekonomi tumbuh tinggi, aktivitas bisnis akan lebih agresif. Perusahaan membutuhkan promosi untuk memenangkan persaingan, yang pada akhirnya berdampak positif bagi industri periklanan dan media.
Pernyataan tersebut disampaikan oleh Purbaya dalam acara Semangat Awal Tahun (SAT) 2026, sebuah program diskusi tahunan yang digelar oleh IDN Times di IDN HQ, Jakarta Selatan, pada 14-15 Januari 2026. Ia menegaskan bahwa ketika ekonomi tumbuh 6 atau lebih dari 6 persen, situasi akan berbeda. Permintaan yang kuat akan menciptakan banyak kompetisi, sehingga banyak orang membutuhkan iklan. Dengan demikian, media akan kembali hidup, dan ini menjadi tanggung jawab bersama.

Kondisi Media Akan Berbeda dibanding Tahun-tahun Sebelumnya
Purbaya menjelaskan bahwa tekanan yang saat ini dirasakan oleh industri media tidak terlepas dari perlambatan ekonomi. Melemahnya permintaan masyarakat membuat keuntungan pelaku usaha menipis, sehingga anggaran iklan menjadi salah satu pos yang pertama kali dipangkas. Dia menilai bahwa saat ekonomi melambat, perusahaan cenderung mengurangi belanja promosi karena dianggap bukan kebutuhan mendesak. Akibatnya, media menerima lebih sedikit iklan dibandingkan periode ketika ekonomi berada dalam kondisi ekspansif.
"Kenapa Anda mendapat iklan lebih sedikit? Karena ekonomi melambat, sehingga permintaan di masyarakat turun, sehingga yang pasang iklan pun untungnya pas-pasan. Dia pasti cut, kurangin (iklan)," ujar Purbaya.

Pertumbuhan Ekonomi 6 Persen Diyakini Tak Sulit Dicapai
Purbaya menegaskan bahwa pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2026 sebesar 6 persen bukanlah target yang sulit dicapai, seiring upaya menyinkronkan kebijakan fiskal dan moneter. Ia yakin bahwa dengan kebijakan yang lebih selaras, capaian pertumbuhan ekonomi tersebut akan mulai terlihat. Purbaya menargetkan laju pertumbuhan sudah mendekati angka tersebut pada kuartal I-2026.
"Saya harapkan triwulan pertama udah mendekati ke arah sana," ujarnya.

Purbaya Bakal Lebih Rajin Keliling Kementerian/lembaga
Untuk mengejar target tersebut, Purbaya akan mendorong percepatan belanja kementerian dan lembaga (K/L) yang selama ini cenderung berjalan lambat. Ia menyebut akan lebih aktif turun langsung untuk memastikan belanja pemerintah dapat terealisasi lebih cepat. "Saya mesti kerja keliling-keliling nanti, yang tadi kementerian lembaga yang biasanya belanjanya pelan, saya akan ya sikut-sikut sedikit biar kerja," tutur Purbaya.
Dalam kesempatan yang sama, Purbaya juga menegaskan pentingnya komunikasi berkelanjutan dengan otoritas moneter, dalam hal ini Bank Indonesia (BI). Ia menyebut bahwa pemerintah terus berdiskusi dengan bank sentral guna menyamakan pandangan. "Itu emang kita mesti diskusi terus dengan pengambil kebijakan moneter," kata dia.
Diskusi Pembaca
Belum ada komentar
Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!
Tambah Komentar