Purbaya Optimis Ekonomi Tumbuh 5,7% di Kuartal IV/2025

admin.aiotrade 16 Nov 2025 4 menit 12x dilihat
Purbaya Optimis Ekonomi Tumbuh 5,7% di Kuartal IV/2025


aiotrade,
JAKARTA — Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memprediksi pertumbuhan ekonomi Indonesia akan mencapai 5,7% pada kuartal IV/2025. Ia menilai bahwa situasi ekonomi telah mengalami perbaikan setelah sebelumnya beberapa indikator menunjukkan penurunan. Kini, kondisi ekonomi mulai menunjukkan tanda-tanda pemulihan atau rebound.

“Estimasi saya, pertumbuhan ekonomi di kuartal keempat bisa mencapai di atas 5,5%, mungkin 5,6% hingga 5,7%,” ujar Purbaya saat berbicara kepada wartawan, Minggu (16/11/2025).

AioTrade Autopilot
🔥 SPONSOR

TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET

Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)

Bukan FUTURE. Bukan Judi. Bukan Tebak-tebakan.
CARA KERJA (Real)
  • Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
  • Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
  • Profit 1 siklus = 1.2%
  • Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
  • Anti Loss & SPOT Market (Aman)
  • LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
  • Tanpa emosi, pantau chart otomatis
  • Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan

Ia juga menyatakan bahwa jika kebijakan pemerintah yang saat ini diterapkan terus berjalan dengan baik, maka pertumbuhan ekonomi pada tahun depan bisa mencapai kisaran 6%. Prasyarat utamanya adalah kelancaran belanja pemerintah dan menjaga likuiditas agar tetap stabil.

Keyakinan Konsumen dan Penjualan Retail Positif

Sebagai catatan, survei Bank Indonesia menunjukkan indeks keyakinan konsumen (IKK) mengalami perkembangan positif. Hal ini menjadi indikasi bahwa pertumbuhan ekonomi pada akhir tahun ini atau kuartal IV/2025 akan meningkat.

Pada Oktober 2025, IKK naik sebesar 6,2 basis poin dari 115 pada September 2025 menjadi 121,2. Kenaikan ini mengakhiri tren penurunan yang terjadi selama dua bulan sebelumnya.

Kepala Ekonom PT Bank Permata Tbk., Josua Pardede, menyebutkan bahwa seluruh komponen utama IKK mengalami penguatan. Misalnya, persepsi penghasilan saat ini, minat membeli barang tahan lama, serta persepsi ketersediaan kerja semuanya meningkat.

Di sisi ekspektasi, indeks enam bulan ke depan (IEK) juga naik, yang menunjukkan harapan bahwa pendapatan dan peluang kerja akan lebih baik pada awal 2026. Namun, dari sisi perilaku keuangan, porsi pendapatan yang dibelanjakan turun menjadi 74,7%, sedangkan porsi menabung meningkat menjadi 14,3%, dan rasio cicilan tetap stabil di 11%.

“Artinya, optimisme memang menguat, tetapi sebagian masyarakat masih bersikap hati-hati dengan menambah bantalan tabungan, terutama pada kelompok pengeluaran menengah-atas,” jelas Josua.

Perkembangan dari Sisi Ritel

Minat terhadap barang tahan lama meningkat, terutama pada kelompok dengan pengeluaran hingga Rp4 juta. Data ini menunjukkan bahwa dorongan konsumsi akan menguat meski secara bertahap dan selektif.

Indeks Penjualan Riil (IPR) mencatat pertumbuhan 3,7% secara tahunan pada September, meski sempat terkoreksi sebesar 2,4% secara bulanan. Untuk Oktober, pelaku ritel memprediksi pertumbuhan tahunan naik menjadi 4,3% dengan perbaikan bulanan sebesar 0,6%.

Penguatan terutama datang dari kelompok makanan-minuman, suku cadang, serta barang budaya dan rekreasi; sementara sektor sandang masih menjadi penekan pergerakan bulanan.

Variasi Performa Ritel Berdasarkan Wilayah

Secara spasial, performa ritel menunjukkan variasi antarwilayah. Pada September, Surabaya dan Banjarmasin masih mencatat pertumbuhan kuat, sementara sejumlah kota besar lainnya mengalami penyesuaian. Untuk Oktober, perbaikan diperkirakan terjadi di Denpasar, Semarang, dan Surabaya, seiring meningkatnya mobilitas wisata dan kegiatan perdagangan.

Josua melihat bahwa mobilitas liburan akhir tahun, agenda keagamaan, dan event wisata akan menjadi penopang utama ritel pada kuartal IV/2025. Dampaknya akan dirasakan oleh sektor akomodasi, transportasi, serta makanan-minuman.

Ekspektasi Jangka Pendek

Menurut Josua, dalam jangka tiga hingga enam bulan ke depan, ada dua sinyal utama. Pertama, ekspektasi penjualan ritel untuk Desember berada di level optimis tinggi, dengan indeks ekspektasi penjualan mencapai 167,7. Kedua, ekspektasi harga juga meningkat, menandakan potensi tekanan harga musiman seiring lonjakan permintaan.

“Dengan IKK yang tinggi dan rencana belanja yang kuat, pertumbuhan konsumsi kuartal IV besar kemungkinan menguat, tetapi tetap dipengaruhi oleh strategi pengendalian harga dan kelancaran pasokan pangan serta energi,” tambahnya.

Kebijakan Pemerintah untuk Mendorong Konsumsi dan Investasi

Sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyatakan bahwa pemerintah telah menyiapkan langkah-langkah agar konsumsi rumah tangga hingga investasi kembali tumbuh lebih tinggi pada tiga bulan terakhir tahun ini alias kuartal IV/2025.

“Upaya perlu kita lakukan di kuartal IV/2025, kita harus tingkatkan lagi ekonomi supaya angka rata-rata 5,2% bisa tercapai,” ujar Airlangga di Kantor Kemenko Perekonomian, Jakarta, Rabu (5/11/2025).

Untuk meningkatkan daya beli, pemerintah menggelontorkan bantuan langsung tunai sementara sebesar Rp900 ribu selama tiga bulan dengan alokasi dana Rp31,5 triliun dan target 35,05 juta keluarga penerima manfaat (desil 1—4). Selain itu, Kredit Usaha Rakyat (KUR) masih tersedia Rp50 triliun yang bisa disalurkan hingga akhir tahun.

Sementara untuk mendorong investasi, pemerintah mendorong KUR perumahan. Menurut Airlangga, pemerintah menggelontorkan KUR Perumahan senilai Rp130 triliun, dengan Rp117 triliun di antaranya untuk pengembang hingga kontraktor.

“Dan yang dari Rp117 triliun itu kan plafonnya [batas tertinggi pinjaman] bisa sampai Rp20 miliar. Nah, dorongan dari sektor perumahan itu akan mendorong PMTB [pertumbuhan investasi],” tutupnya.

Diskusi Pembaca (0)

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan informatif!

Tinggalkan Balasan