Purbaya Yudhi Sadewa, Menteri Keuangan, mengungkapkan bahwa pihaknya akan melibatkan jasa para peretas atau hacker untuk membantu menyelesaikan berbagai masalah yang terjadi pada sistem perpajakan Coretax milik Direktorat Jenderal Pajak (DJP). Hal ini dilakukan sebagai bagian dari upaya peningkatan keamanan siber yang lebih optimal.
Menurut Purbaya, tingkat keamanan sistem Coretax telah meningkat secara signifikan. Ia menyebutkan bahwa sebelumnya sistem tersebut hanya memiliki tingkat keamanan sebesar 30 dari skala 100. Namun kini, tingkat keamanannya sudah mencapai angka 95 ke atas. Meski demikian, ia tetap memperhatikan insiden kebocoran data yang sempat terjadi dan dijual di luar negeri.
TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET
Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)
CARA KERJA (Real)
- Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
- Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
- Profit 1 siklus = 1.2%
- Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
- Anti Loss & SPOT Market (Aman)
- LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
- Tanpa emosi, pantau chart otomatis
- Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan
Untuk memastikan keamanan sistem, Purbaya mengatakan bahwa pihaknya juga melibatkan sejumlah ahli keamanan siber asal Indonesia yang diakui secara global. Ia menegaskan bahwa pihaknya tidak mengandalkan tenaga asing, melainkan para hacker lokal yang memiliki kemampuan mumpuni.
“Kita juga sudah panggil hacker kita, yang jago-jago orang Indonesia ya, bukan orang asing. Anda jangan kira loh, orang Indonesia tuh hackernya jago-jago banget, di dunia juga ditakuti rupanya,” ujarnya saat berdiskusi dengan media di kantor Kementerian Keuangan, Jakarta, Jumat (24/10).
Purbaya menjelaskan bahwa para peretas berpengalaman tersebut dibayar untuk membantu menguji sistem keamanan Coretax. Hasilnya menunjukkan peningkatan yang cukup signifikan. Ia bahkan menyebutkan bahwa pihaknya pernah memanggil para peretas level dunia untuk membantu proses pengujian.
“Saya panggil yang ranking-ranking dunia itu, yang jagoan, kita bayar sih (untuk) bantuin saya, jadi sudah di test, udah lumayan,” katanya.
Ia juga menyampaikan bahwa pihaknya tidak menutup kemungkinan akan kembali melibatkan para hacker andal dari dalam negeri apabila diperlukan. Purbaya menambahkan bahwa dirinya sudah memiliki pengalaman bekerja sama dengan para ahli keamanan siber tersebut sejak masih bertugas di Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) maupun di beberapa kementerian lain.
“Jadi saya ada satu orang dulu di Polhukam, jago jaringan segala macam, jago juga hacking. Dia dilatih di Rusia 6 bulan sekali. Khusus di tempat tertutup di sana. Saya pake di (Kementerian) Pertahanan kan aman. Jadi saya percaya dia,” jelasnya.
Purbaya menargetkan seluruh pembenahan sistem Coretax dapat rampung sepenuhnya pada awal tahun 2026. Ia yakin bahwa setelah sistem tersebut selesai diperbaiki, penyelesaian prosesnya akan berjalan lancar.
“Saya yakin nanti begitu dikasih ke kita, Januari-Februari udah selesai itu, Januari (2026) udah selesai harusnya,” sebutnya.