
Pemerintah Siap Tambah Anggaran untuk Bank Himbara
Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, mengungkapkan bahwa pihaknya siap menambah anggaran untuk lima bank pemerintah (Himbara) setelah penempatan awal sebesar Rp 200 triliun. Hal ini dilakukan karena beberapa bank telah menyerap habis dana yang diberikan.
TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET
Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)
CARA KERJA (Real)
- Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
- Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
- Profit 1 siklus = 1.2%
- Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
- Anti Loss & SPOT Market (Aman)
- LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
- Tanpa emosi, pantau chart otomatis
- Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan
"Yang Rp 200 triliun, kecuali BTN belum lapor ya berapa. Tapi yang lain sepertinya udah makin besar deh penyerapannya. Tadi saya ketemu orang Danantara, sepertinya Mandiri akan minta lagi tuh Karena uangnya sudah Abis, yang (diberikan) Rp 55 triliun itu," kata Purbaya di Kantor Kementerian Keuangan, Jakarta, Jumat (24/10/2025).
Ia menegaskan bahwa kebijakan penempatan dana di bank Himbara sudah mulai menunjukkan hasil. Hal ini terlihat dari pertumbuhan kredit dan retail sales Bank Indonesia yang mulai bergerak dinamis.
"Kalau retail sales BI mulai naik, angka yang terakhir ya Ini kan sudah sebulan lebih. Sudah mulai gerak, tapi saya akan monitor lagi kalo masih kurang kita dorong lagi," tambahnya.
Dana pemerintah sebesar Rp 200 triliun disalurkan ke lima bank, yaitu Bank Mandiri, BNI, BRI, BTN, dan BSI. Bank Mandiri, BNI, dan BRI sebagai Kelompok Bank Berdasarkan Modal Inti (KBMI) 4 menerima masing-masing Rp 55 triliun. BTN dan BSI, yang masuk KBMI 3, memperoleh dana lebih kecil, masing-masing Rp 25 triliun dan Rp 10 triliun.
BSI menjadi satu-satunya bank syariah yang menerima dana pemerintah karena hanya bank ini yang bisa menyalurkan pembiayaan ke Aceh.
Realisasi Serapan BTN Paling Rendah
Pada 9 Oktober 2025, Purbaya mengungkap realisasi serapan anggaran Rp 200 triliun. BTN tercatat paling rendah di antara bank Himbara lain.
"Kalau anda lihat tuh sebelah kanan tuh saya kasih ke Mandiri Rp 55 triliun, dia udah nyalurin 74 persen. BRI udah nyalurin 62 persen, BNI udah 50 persen. BTN baru 19 persen," ujar Purbaya di Investor Daily Summit 2025, Jakarta, Jumat (9/10/2025).
"Padahal dia (BTN) yang ngomongnya paling kenceng 'Desember udah habis duitnya'. (Ternyata) baru 19 persen," tegasnya.
Purbaya memuji realisasi BTN. Ia memperkirakan BTN akan menyerap sekitar Rp 10 triliun hingga akhir 2025. Jika demikian, Purbaya berencana memindahkan Rp 15 triliun dari alokasi BTN ke bank lain.
"Kecuali besok dia (BTN) menghadap saya dia bilang dia sanggup," tegas Menkeu.
Purbaya juga menyebut realisasi serapan BSI sudah lebih dari 50 persen.
Penyesuaian Dana untuk Meningkatkan Efisiensi
Purbaya menjelaskan bahwa pihaknya akan terus memantau realisasi serapan dana dari semua bank Himbara. Jika ada bank yang belum optimal dalam menyerap dana, maka akan dilakukan penyesuaian.
Selain itu, Purbaya juga menekankan pentingnya efisiensi dalam penggunaan dana pemerintah. Dengan peningkatan penyerapan dana oleh bank-bank lain, pemerintah akan mempertimbangkan untuk menambah alokasi dana bagi bank yang dinilai lebih efektif dalam menyalurkan dana tersebut.
Hal ini bertujuan untuk memastikan bahwa dana yang diberikan dapat digunakan secara maksimal dan memberikan dampak positif terhadap perekonomian nasional.
Peran Bank Himbara dalam Pemulihan Ekonomi
Bank Himbara memiliki peran penting dalam mendukung pemulihan ekonomi pasca-pandemi. Dengan penyaluran dana yang tepat sasaran, bank-bank ini dapat membantu meningkatkan kredit, investasi, dan aktivitas bisnis di berbagai sektor.
Purbaya menegaskan bahwa pemerintah akan terus mendukung bank-bank ini dengan berbagai kebijakan dan insentif agar mereka dapat menjalankan perannya secara optimal.
Dengan adanya peningkatan penyerapan dana, diharapkan dapat menciptakan lingkungan bisnis yang lebih sehat dan mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.