
Hubungan Menkeu dan Ketua DEN Dinilai Tetap Baik
Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan bahwa hubungannya dengan Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN) Luhut Binsar Pandjaitan tetap baik. Pernyataan ini disampaikan oleh Purbaya saat menjawab pertanyaan wartawan terkait mengapa ia tidak saling menyapa dengan Luhut selama pelaksanaan sidang kabinet paripurna di Istana Negara, Jakarta pada Senin (20/10/2025).
TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET
Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)
CARA KERJA (Real)
- Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
- Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
- Profit 1 siklus = 1.2%
- Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
- Anti Loss & SPOT Market (Aman)
- LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
- Tanpa emosi, pantau chart otomatis
- Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan
"Kan jauh (jarak) berapa kursi, masak (saya bilang teriak) Pak Luhut, Pak Luhut," ujarnya dalam tayangan YouTube Kompas TV, Selasa (21/10/2025). Saat memberikan jawaban tersebut, Purbaya sambil berseloroh memeragakan orang yang sedang berteriak memanggil nama Luhut.
Ia juga memastikan bahwa hubungan dengan mantan atasan tersebut tetap baik. "Tapi baik hubungan saya sama dia. Enggak ada masalah," kata Purbaya.
Duduk Berdekatan Tapi Tidak Saling Sapa
Dalam pelaksanaan sidang kabinet, Menkeu Purbaya duduk pada satu baris yang sama dengan Luhut Pandjaitan, yaitu di sisi timur Istana Negara. Keduanya hanya dipisahkan oleh dua kursi yang ditempati Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi dan Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya.
Pantauan dari aiotrade menunjukkan bahwa sebelum sidang kabinet dimulai maupun saat sidang berlangsung, Luhut dan Purbaya tidak saling menyapa. Purbaya justru sempat berbincang akrab dengan Menteri Investasi dan Hilirisasi yang juga CEO Danantara Rosan Roeslani, yang duduk di samping kirinya. Keduanya bahkan tampak sesekali tertawa lepas ketika mengobrol.
Sementara itu, Luhut sempat bertegur sapa dengan Menko Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dan Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan yang duduk di sampingnya.
Sejarah Hubungan Purbaya dan Luhut
Sebelum menjabat sebagai Menkeu di Kabinet Merah Putih, Luhut bukan sosok yang asing bagi Purbaya. Keduanya bahkan menjadi rekan kerja dengan status Luhut sebagai atasan Purbaya di era pemerintahan Presiden ke-7 RI, Joko Widodo.
Pada Maret 2015, Purbaya ditunjuk sebagai Deputi III Bidang Pengelolaan Isu Strategis, Kantor Staf Presiden (KSP) yang saat itu dipimpin oleh Luhut Pandjaitan. Selanjutnya, Purbaya kembali bekerja dengan Luhut saat atasannya itu berpindah tugas sebagai Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam). Purbaya saat itu diberi tugas sebagai Staf Khusus Bidang Ekonomi Menko Polhukam.
Ia sempat dipindah tugaskan ke Kementerian Koordinator Bidang Ekonomi sebelum akhirnya kembali bekerja dengan Luhut sebagai Staf Khusus Bidang Ekonomi Menteri Koordinator Bidang Maritim dan Investasi. Jabatannya lalu dinaikkan menjadi Deputi Bidang Koordinasi Kedaulatan Maritim dan Energi, Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi.
Baru-baru ini, Purbaya dan Luhut menjadi sorotan publik lantaran komentar keduanya yang dianggap saling bertentangan saat merespons sejumlah isu. Misalnya soal isu pendirian family office yang diusulkan oleh Luhut. Menurut Menkeu Purbaya, family office tidak perlu didanai oleh APBN. Secara tidak langsung ia berpandangan bahwa family office sebaiknya didanai oleh yang menyampaikan konsep awal lembaga tersebut, yakni Luhut.