Purbaya Targetkan Pertumbuhan Ekonomi RI 2026 Capai 6%

admin.aiotrade 14 Nov 2025 2 menit 15x dilihat
Purbaya Targetkan Pertumbuhan Ekonomi RI 2026 Capai 6%

aiotrade , JAKARTA — Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa mengungkapkan target pertumbuhan ekonomi Indonesia pada tahun 2026 mencapai 6% secara tahunan atau year-on-year (yoy). Optimisme ini didasari keyakinan bahwa fondasi perekonomian negara akan terus membaik seiring berjalannya waktu. Ia menilai kuartal IV/2025 menjadi titik awal peningkatan tersebut, dengan harapan pertumbuhan ekonomi di tiga bulan terakhir tahun 2025 bisa mencapai lebih dari 5,5% (yoy).

"Pertumbuhan ekonomi akan semakin baik, dan triwulan keempat akan mencapai 5,5% lebih. Tahun depan mungkin kami akan fokus pada pertumbuhan sebesar 6%," ujar Purbaya kepada wartawan di kantor Kementerian Keuangan (Kemenkeu), Jakarta, Jumat (14/11/2025).

AioTrade Autopilot
🔥 SPONSOR

TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET

Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)

Bukan FUTURE. Bukan Judi. Bukan Tebak-tebakan.
CARA KERJA (Real)
  • Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
  • Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
  • Profit 1 siklus = 1.2%
  • Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
  • Anti Loss & SPOT Market (Aman)
  • LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
  • Tanpa emosi, pantau chart otomatis
  • Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan

Pertumbuhan ekonomi pada kuartal III/2025 tercatat sebesar 5,04% (yoy), yang sedikit melambat dibandingkan capaian kuartal II/2025 sebesar 5,12% (yoy). Salah satu faktor perlambatan terjadi pada konsumsi rumah tangga, yang hanya tumbuh sebesar 4,89% (yoy) pada kuartal III/2025.

Namun, Purbaya menegaskan bahwa berbagai indikator perekonomian saat ini menunjukkan adanya pemulihan. Contohnya, indeks penjualan ritel pada September 2025 meningkat sebesar 3,7%, dan diperkirakan akan naik lebih tinggi pada Oktober 2025 hingga 4,3%.

Selain itu, Purchasing Managers Index (PMI) manufaktur pada Oktober 2025 berada pada level ekspansif yaitu 51,2, yang lebih tinggi dibandingkan 50,4 pada bulan sebelumnya.

Purbaya juga menyebut bahwa kinerja Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mencerminkan perbaikan dalam perekonomian. Meskipun IHSG cenderung fluktuatif, ia percaya bahwa kondisi ini jauh lebih baik dibandingkan tren IHSG yang terus turun.

"Jika IHSG terus turun atau terus naik, broker akan merugi. Bahkan jika datar, itu juga merugikan," katanya.

Untuk itu, mantan Ketua Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) tersebut menilai penting untuk menyampaikan optimisme ini kepada para investor. Dia berharap agar investor tidak lagi memasang mode wait and see dalam menanamkan modalnya di Indonesia.

"Jadi, fondasi seperti ini harus memberi pesan kepada investor agar tidak lagi wait and see. Jika terus wait and see, mereka akan ketinggalan. Di masa depan, tahun berikutnya kami akan dorong pertumbuhan lebih cepat tanpa mengganggu sustainability fiskal," tutupnya.

Bagikan Artikel:
admin.aiotrade
admin.aiotrade

Penulis di Website. Berfokus pada penyajian informasi yang akurat, terpercaya, dan analisis mendalam seputar teknologi finansial.

Diskusi Pembaca (0)

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan informatif!

Tinggalkan Balasan