
Menteri Keuangan Tegur Ajudannya Saat Wawancara dengan Wartawan
Purbaya Yudhi Sadewa, Menteri Keuangan Republik Indonesia, menunjukkan sikap yang tegas dan ramah saat menegur ajudannya dalam sebuah momen kecil yang terjadi selama wawancara dengan para wartawan. Peristiwa ini berlangsung setelah Purbaya melakukan rapat dengan Direktur Utama Pertamina, Simon Aloysius Mantiri, di kantor Kementerian Keuangan, Jakarta, pada Kamis (23/10/2025).
Awalnya, Purbaya menjawab singkat beberapa pertanyaan dari para wartawan yang menanyakan rencana penangkapan besar-besaran terhadap mafia yang merugikan negara. Namun, seorang ajudan yang berdiri di belakangnya langsung meminta para wartawan untuk mengakhiri wawancara.
TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET
Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)
CARA KERJA (Real)
- Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
- Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
- Profit 1 siklus = 1.2%
- Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
- Anti Loss & SPOT Market (Aman)
- LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
- Tanpa emosi, pantau chart otomatis
- Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan
Cukup ya teman-teman, kata ajudan Purbaya Yudhi Sadewa, seperti dikutip dari tayangan YouTube Kompas TV.
Seketika, Purbaya memintanya untuk tidak menghalangi wartawan yang ingin bertanya. Ia menegaskan bahwa para wartawan telah lama menunggu kehadirannya setelah rapat bersama Dirut Pertamina.
Belum, mereka nunggu lama, kasihan-kasihan. Lu ngapain nyuruh gue pulang, ucap Purbaya sambil tertawa. Momen ini membuat sang ajudan salah tingkah sembari tersenyum.
Setelah itu, Purbaya melanjutkan sesi tanya jawab dengan para wartawan. Momen serupa juga terjadi ketika ia hendak keluar dari gedung Kementerian Keuangan pada Selasa (21/10/2025). Saat itu, awak media masih mencecar Purbaya dengan pertanyaan meski telah melakukan doorstop.
Namun, saat Purbaya ingin menjawab, salah satu ajudan mencoba menghalangi agar wartawan tidak terlalu dekat.
Nanti lagi ya, awas kena pagar, ujar ajudan Purbaya.
Jangan ngedorong kasihan, kata Purbaya sambil meminta sang ajudan untuk membiarkan wartawan mendekat.
Peran Ajudan dalam Kehidupan Seorang Menteri
Seorang menteri atau pejabat negara biasanya didampingi oleh seorang ajudan yang berasal dari TNI atau Polri. Dikutip dari laman Kementerian Pertahanan, dalam kegiatan sehari-hari seorang menteri biasanya dilayani atau dikawal oleh dua ajudan secara bergantian.
Tugas utama dari seorang ajudan antara lain membantu dalam urusan protokoler dan administrasi. Selain itu, mereka juga mendampingi menteri saat bertugas untuk memberikan dukungan pengamanan. Ajudan akan mengikuti ke mana pun menteri tersebut berpergian.
Dalam situasi seperti ini, peran ajudan sangat penting untuk menjaga keselamatan dan kenyamanan menteri. Namun, dalam kasus Purbaya Yudhi Sadewa, ia menunjukkan sikap yang bijak dengan menegur ajudannya agar tidak mengganggu para wartawan yang sedang berusaha meliput.
Pengaruh Terhadap Hubungan Media dan Pemerintah
Peristiwa ini menunjukkan bahwa komunikasi antara pemerintah dan media sangat penting. Meskipun ada aturan dan prosedur yang harus diikuti, sikap yang ramah dan terbuka seperti yang ditunjukkan oleh Purbaya Yudhi Sadewa dapat menciptakan hubungan yang lebih baik antara pihak pemerintah dan jurnalis.
Keterbukaan dalam berkomunikasi dengan media bisa menjadi contoh positif bagi pejabat lainnya. Hal ini juga menunjukkan bahwa meskipun memiliki tanggung jawab sebagai menteri, ia tetap memperhatikan hak dan kebutuhan para wartawan.
Kesimpulan
Momen teguran dari Purbaya Yudhi Sadewa kepada ajudannya menunjukkan sikap yang tegas namun tetap ramah. Ini menjadi bukti bahwa seorang pejabat negara tidak hanya bertanggung jawab atas kebijakan dan keputusan, tetapi juga terhadap hubungan dengan media dan publik. Dengan cara seperti ini, Purbaya menunjukkan bahwa ia tidak hanya peduli pada tugas resmi, tetapi juga pada kebutuhan dan hak-hak para wartawan.