
Insiden Kebakaran di Gedung Sarinah
Pada malam hari, Minggu, 28 Desember 2025, terjadi insiden kebakaran di kawasan Thamrin, Jakarta Pusat. Peristiwa ini menimbulkan perhatian publik, khususnya terkait keselamatan pengunjung dan operasional pusat perbelanjaan tersebut. Meski begitu, manajemen menyatakan bahwa kebakaran tidak memengaruhi aktivitas utama gedung.
TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET
Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)
CARA KERJA (Real)
- Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
- Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
- Profit 1 siklus = 1.2%
- Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
- Anti Loss & SPOT Market (Aman)
- LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
- Tanpa emosi, pantau chart otomatis
- Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan
Operasional pusat perbelanjaan tetap berjalan normal dan Sarinah kembali dibuka untuk umum pada Senin, 29 Desember 2025. Hal ini menunjukkan bahwa kebakaran yang terjadi tidak memiliki dampak signifikan terhadap kegiatan ekonomi di sekitar kawasan tersebut.
Kronologi Kebakaran di Gedung Sarinah
Menurut informasi dari PT Sarinah, kebakaran terjadi sekitar pukul 21.08 WIB. Titik api berasal dari dekorasi berbentuk pita besar yang dipasang di bagian luar gedung. Api berhasil dipadamkan sekitar pukul 21.20 WIB menggunakan fasilitas hydrant di sisi barat gedung. Proses pemadaman berlangsung cepat dan tidak meluas ke bagian dalam bangunan.
Insiden pertama kali diketahui oleh petugas parkir yang melihat munculnya api pada papan reklame elektronik di area fasad luar Gedung Sarinah. Papan reklame tersebut menampilkan ucapan Selamat Natal dan berada di bagian luar bangunan. Temuan awal langsung dilaporkan kepada petugas keamanan gedung.
Upaya pemadaman awal yang dilakukan pengelola berhasil mengendalikan api sebelum petugas pemadam kebakaran tiba. Meskipun api telah dikendalikan, Gulkarmat Jakarta Pusat tetap menurunkan personel untuk langkah pengamanan lanjutan. Sebanyak 32 personel dengan dukungan delapan unit mobil pemadam kebakaran dikerahkan untuk memastikan tidak ada titik api yang berpotensi menyala kembali.
Area yang terdampak kebakaran diperkirakan seluas sekitar 1 x 5 meter dengan kerugian ditaksir mencapai Rp10 juta.
Pernyataan Manajemen Terkait Operasional dan Korban Jiwa
Corporate Secretary Group Head Sarinah, Tora Prabu Banua Pardede, menyatakan bahwa insiden kebakaran tidak mengganggu operasional pusat perbelanjaan. Sarinah tetap beroperasi secara normal dan melayani pengunjung seperti biasa. Ia juga menjelaskan bahwa manajemen terus melakukan pemantauan berkala terhadap seluruh aktivitas gedung guna memastikan keamanan dan kenyamanan pengunjung.
Dalam insiden kebakaran ini, manajemen memastikan tidak ada korban jiwa maupun luka. Seluruh pengunjung dan karyawan berada dalam kondisi aman selama dan setelah kejadian. Setelah kebakaran, PT Sarinah melakukan pengecekan menyeluruh terhadap kondisi gedung untuk memastikan tidak ada dampak lanjutan yang mengganggu keamanan bangunan.
Aktivitas Pengunjung Kembali Normal
Pada hari berikutnya setelah kejadian, aktivitas pengunjung di Sarinah kembali normal. Kegiatan belanja serta operasional tenant berjalan tanpa gangguan. Kondisi ini menunjukkan bahwa kebakaran tidak berdampak signifikan terhadap aktivitas ekonomi di kawasan tersebut. Pengunjung tetap dapat beraktivitas dengan nyaman di dalam gedung.
Manajemen memastikan seluruh area publik berada dalam kondisi layak dan aman digunakan. PT Sarinah menegaskan komitmennya untuk terus menjaga dan meningkatkan standar keselamatan gedung. Insiden kebakaran ini dijadikan bahan evaluasi guna memperkuat sistem pengawasan dan pengamanan.