Pusat UTBK Bandung Waspadai Kehadiran Joki Ujian

Pusat UTBK Bandung Waspadai Kehadiran Joki Ujian

Pusat UTBK Bandung Waspadai - Pusat UTBK Bandung Waspadai Kehadiran Joki Ujian pt 1
Pelaksanaan Ujian Tulis Berbasis Komputer atau UTBK pada jalur Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT) semakin dekat. Seleksi tes dijadwalkan berlangsung antara 21 hingga 30 April 2026. Panitia Pusat UTBK telah mempersiapkan diri untuk menghadapi berbagai bentuk kecurangan yang mungkin terjadi selama ujian.

Menurut Kepala Divisi Rekrutmen Mahasiswa Baru Universitas Pendidikan Indonesia (UPI), Ahmad Mudzakir, potensi kecurangan yang menjadi perhatian utama adalah adanya joki yang membantu peserta dalam menjawab soal. Joki ini biasanya memberikan bantuan kepada peserta yang memilih program studi favorit. Selain itu, ada risiko penggunaan alat komunikasi di ruang ujian dan upaya pencurian soal dengan cara konvensional, seperti mencatat pertanyaan di lembar hitung atau kertas buram lalu membawanya keluar ruangan.

Selain itu, ada ancaman kecurangan menggunakan teknologi digital, seperti perangkat perekam untuk mencatat soal ujian. Ada juga kemungkinan penggunaan aplikasi remote control yang memungkinkan seseorang di luar ruang ujian memberikan bantuan langsung kepada peserta. Untuk mengantisipasi hal ini, panitia pusat UTBK-SNBT UPI memperkuat proses pemeriksaan fisik dan dokumen yang dibawa oleh peserta. Selain itu, proktor akan melakukan pengawasan ketat terhadap gerak-gerik peserta selama ujian.

Sebelumnya, panitia Seleksi Nasional Penerimaan Mahasiswa Baru (SNPMB) telah mengambil langkah pencegahan praktik kecurangan UTBK. Salah satu caranya adalah dengan membuat aturan baru yang melarang pendaftar memilih lokasi ujian secara langsung. Sebaliknya, lokasi ujian ditentukan oleh panitia pusat berdasarkan wilayah, yaitu kota dan kabupaten tempat kampus Pusat UTBK berada.

Menurut Kepala Kantor Komunikasi, Informasi, dan Pelayanan Publik UPI, Vidi Sukmayadi, jumlah pendaftar yang akan mengikuti ujian di Pusat UTBK UPI sebanyak 28.500 orang. Panitia menyiapkan 1.580 unit komputer pribadi bagi peserta tes. Lokasi ujian tersebar di kampus pusat di Bandung serta lima kampus daerah.

Rinciannya, lokasi UTBK UPI di kampus pusat menyediakan 1.050 unit komputer, di kampus Cibiru sebanyak 180 komputer, kampus Sumedang 80 unit, kampus Purwakarta 110 unit. Di kampus UPI Tasikmalaya disiapkan 80 unit, dan kampus Serang 80 komputer.

Ketua Pusat UTBK Institut Seni Budaya Indonesia (ISBI) Bandung, Indra Ridwan, juga menyampaikan bahwa potensi kecurangan bisa berupa joki ujian dan penggunaan alat komunikasi secara sembunyi-sembunyi oleh peserta untuk mendapatkan jawaban soal dari pihak luar. Untuk mengantisipasinya, panitia Pusat UTBK ISBI Bandung melakukan identifikasi terhadap peserta yang dianggap anomali dan melakukan verifikasi lebih lanjut.

Sementara itu, terkait potensi kecurangan dengan menggunakan alat komunikasi, panitia akan memperketat pengawasan dan pemeriksaan terhadap peserta sebelum memasuki ruang ujian. Tujuannya adalah memastikan tidak ada alat yang dilarang dibawa masuk. Selama pelaksanaan ujian pada 21 hingga 30 April 2026, jumlah pendaftar yang akan ikut tes sebanyak 8.247 orang.

Sebelumnya, panitia UTBK ISBI Bandung pada tahun lalu berhasil menangkap dua orang joki ujian pada 25 dan 27 April 2025. Hal ini menunjukkan bahwa upaya pencegahan dan pengawasan yang dilakukan panitia cukup efektif dalam menghindari kecurangan selama ujian.