Tim Puslabfor dan Densus 88 Mengamankan Barang Bukti dari Rumah Terduga Pelaku Ledakan
Pada Jumat (7/11/2025) malam, tim Pusat Laboratorium Forensik (Puslabfor) Mabes Polri bekerja sama dengan Densus 88 dan penyidik Polda Metro Jaya melakukan pengambilan barang bukti dari rumah terduga pelaku ledakan di SMAN 72 Jakarta. Lokasi tersebut berada di daerah Jakarta Utara, yang merupakan tempat tinggal siswa aktif berinisial FN.
TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET
Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)
CARA KERJA (Real)
- Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
- Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
- Profit 1 siklus = 1.2%
- Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
- Anti Loss & SPOT Market (Aman)
- LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
- Tanpa emosi, pantau chart otomatis
- Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan
Dari pantauan langsung di lokasi kejadian, petugas terlihat keluar-masuk rumah sambil membawa sejumlah bungkusan berwarna coklat. Salah satu bungkusan tersebut tertulis "paket berisi serbuk", sedangkan beberapa bungkusan lainnya juga mengandung barang bukti yang dikumpulkan dari dalam rumah FN. Semua bungkusan ini dibawa oleh tim Puslabfor untuk diperiksa secara mendalam.
Rumah yang ditempati FN telah dipasang garis polisi sebagai tanda area penyelidikan. Warga sekitar tampak memadati area luar garis pembatas untuk menyaksikan jalannya pemeriksaan. Hingga pukul 21.30 WIB, petugas masih melakukan penyisiran di bagian dalam rumah, termasuk ruangan yang juga digunakan sebagai tempat usaha kuliner.
Ketua RT setempat, Danny, menjelaskan bahwa FN tinggal bersama orang tuanya di rumah tersebut sejak masih duduk di bangku sekolah dasar. Meskipun awalnya sering membawa teman belajar di rumah saat SMP, perilaku tertutup FN mulai terlihat ketika ia masuk SMA. Menurut Danny, FN jarang bersosialisasi baik dengan anak-anak sekitar maupun dengan pekerja di dalam rumah.
Ledakan di Masjid SMAN 72 Jakarta
Sebelum kejadian pengambilan barang bukti, ledakan terjadi di masjid SMAN 72 Jakarta, Kelapa Gading, pada Jumat siang saat salat Jumat tengah berlangsung. Ledakan tersebut menimbulkan kepanikan dan menyebabkan sedikitnya 54 orang, termasuk pelajar dan staf sekolah, mengalami luka-luka.
FN, siswa kelas XII SMAN 72 Jakarta, diduga menjadi pelaku di balik peristiwa tersebut. Dari keterangan sejumlah saksi, FN dikenal tertutup dan kerap menjadi korban perundungan di sekolah. Hal ini membuatnya memiliki sikap yang tidak terbuka dan jarang berinteraksi dengan lingkungan sekitarnya.
Perilaku dan Kehidupan FN di Sekolah
Menurut informasi yang diperoleh, FN selama masa pendidikannya di SMAN 72 Jakarta terlihat tidak terlalu aktif dalam kegiatan sosial. Meskipun pernah memiliki teman dekat, ia lebih suka menghabiskan waktu sendiri atau hanya bersama keluarga. Perilaku ini semakin meningkat setelah ia memasuki jenjang SMA, di mana ia lebih banyak mengisolasi diri.
Selain itu, FN juga dikenal tidak terlalu aktif dalam kegiatan ekstrakurikuler atau kegiatan kesiswaan. Ia lebih fokus pada studinya, meskipun ada indikasi bahwa ia mengalami tekanan psikologis akibat perlakuan negatif dari rekan sejawat.
Penyelidikan dan Proses Hukum
Penyelidikan terhadap kasus ledakan ini masih berlangsung, dengan tim penyidik terus melakukan pemeriksaan terhadap barang bukti yang berhasil diamankan. Selain itu, pihak berwajib juga akan meminta keterangan dari saksi-saksi yang ada di sekitar lokasi kejadian.
Sementara itu, masyarakat tetap waspada dan mengawasi perkembangan kasus ini. Banyak dari mereka merasa prihatin atas insiden yang terjadi, terutama karena melibatkan siswa yang seharusnya menjadi generasi penerus bangsa.