Qantas A380 Putar Balik ke Sydney, Ini Penyebabnya dalam 4 Jam Penerbangan

admin.aiotrade 01 Okt 2025 3 menit 18x dilihat
Qantas A380 Putar Balik ke Sydney, Ini Penyebabnya dalam 4 Jam Penerbangan

Penerbangan Qantas A380 Terpaksa Putar Balik Setelah 4 Jam Mengudara

Pada malam hari tanggal 30 September 2025, pesawat Qantas dengan nomor penerbangan QF63 yang terbang dari Bandara Kingsford Smith di Sydney, Australia menuju Johannesburg, Afrika Selatan, harus memutuskan untuk kembali ke bandara keberangkatan setelah menghabiskan waktu selama empat jam di udara. Pesawat tersebut membawa lebih dari 400 penumpang dan tidak ada laporan tentang panggilan Mayday atau ancaman keselamatan yang dilaporkan oleh awak pesawat saat mesin pesawat mengalami masalah.

AioTrade Autopilot
🔥 SPONSOR

TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET

Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)

Bukan FUTURE. Bukan Judi. Bukan Tebak-tebakan.
CARA KERJA (Real)
  • Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
  • Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
  • Profit 1 siklus = 1.2%
  • Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
  • Anti Loss & SPOT Market (Aman)
  • LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
  • Tanpa emosi, pantau chart otomatis
  • Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan

Setibanya di Sydney, tim teknik langsung melakukan inspeksi pada mesin pesawat untuk memastikan adanya kerusakan. Sementara itu, sebanyak 410 penumpang diberikan akomodasi hotel sebagai bentuk kompensasi atas ketidaknyamanan yang dialami. Selain itu, maskapai juga menyiapkan penerbangan alternatif bagi para penumpang yang terdampak agar bisa melanjutkan perjalanan ke Johannesburg pada hari berikutnya.

Penyebab Pesawat Qantas Putar Balik

Pesawat Qantas telah menempuh separuh perjalanan sebelum akhirnya memutuskan untuk kembali ke Sydney. Juru bicara Qantas menjelaskan bahwa pilot terpaksa memutar arah penerbangan karena terjadi kesalahan pada sistem komunikasi satelit. Keputusan ini diambil sebagai tindakan pencegahan karena komunikasi satelit tidak berfungsi secara optimal.

"Ada kesalahan pada komunikasi satelit yang diperlukan untuk melakukan perjalanan melintasi perairan yang luas (Samudra Selatan)," ujar juru bicara tersebut. Sistem komunikasi satelit sangat penting dalam penerbangan jarak jauh, terutama ketika pesawat melintasi wilayah tanpa jangkauan radar atau jalur komunikasi konvensional. Sistem ini memungkinkan awak pesawat tetap terhubung dengan kontrol lalu lintas udara dan pusat operasi maskapai selama perjalanan.

Jika sistem komunikasi satelit rusak, maka maskapai penerbangan kemungkinan tidak bisa beroperasi dengan aman saat melintasi wilayah lautan yang luas. Insiden pesawat QF63 menunjukkan betapa pentingnya sistem ini dalam penerbangan modern, bahkan jika pesawat itu sendiri dalam kondisi mekanis yang baik.

Riwayat Kecelakaan Serupa Sebelumnya

Masalah yang dialami pesawat Qantas Airways (QF) QF63 bukanlah pertama kalinya terjadi. Pada 25 Desember 2024, insiden serupa juga terjadi. Saat itu, pesawat Qantas QF63 terbang dari Sydney pada pukul 23.18 UTC. Pesawat tersebut dioperasikan oleh Airbus A380-842 dengan registrasi VH-OQG. Armada tersebut berusia 15,4 tahun dan merupakan salah satu unit Airbus A380-842 milik Qantas yang ditenagai oleh empat mesin Rolls-Royce Trent 900.

VH-OQG dikirim pada 2009 dan merupakan salah satu A380 tertua dalam armada. Namun, saat mengudara di dekat pesisir Antartika, pesawat Airbus A380 mengalami masalah mekanis di tengah penerbangan. Kondisi tersebut membuat awak pesawat memutuskan untuk kembali setelah hampir lima jam di udara.

Keputusan ini didasarkan pada prosedur keselamatan yang telah ditetapkan, di mana awak pesawat harus melakukan putar balik dan berkoordinasi dengan otoritas Bandara Sydney yang telah disiagakan jika terjadi keadaan darurat. Pesawat mendarat dengan selamat di Sydney keesokan harinya pada pukul 08.32 UTC.

Diskusi Pembaca (0)

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan informatif!

Tinggalkan Balasan