Rachmat Gobel: Bendungan Bulango Ulu Dorong Ekonomi Gorontalo

admin.aiotrade 14 Des 2025 3 menit 14x dilihat
Rachmat Gobel: Bendungan Bulango Ulu Dorong Ekonomi Gorontalo

Pembangunan Bendungan dan Waduk Bulango Ulu Diharapkan Tingkatkan Ekonomi Gorontalo

Bendungan dan waduk Bulango Ulu, yang sedang dalam proses pembangunan di Kabupaten Bone Bolango, Provinsi Gorontalo, diharapkan menjadi salah satu kunci untuk meningkatkan perekonomian daerah. Anggota Komisi VI DPR RI dari daerah pemilihan Gorontalo, Rachmat Gobel, menyampaikan bahwa proyek ini memiliki potensi besar untuk mendorong pertumbuhan ekonomi di provinsi tersebut.

Pembangunan bendungan dan waduk ini telah menjadi perhatian serius bagi Gobel sejak awal. Ia tidak hanya mengawal proyek ini dari fase perencanaan hingga pengusulan, tetapi juga terlibat langsung dalam berbagai diskusi dengan Kementerian PUPR dan instansi terkait lainnya. Kunjungan ke lokasi pembangunan dilakukan berkali-kali, termasuk saat proyek masih dalam tahap awal.

AioTrade Autopilot
🔥 SPONSOR

TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET

Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)

Bukan FUTURE. Bukan Judi. Bukan Tebak-tebakan.
CARA KERJA (Real)
  • Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
  • Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
  • Profit 1 siklus = 1.2%
  • Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
  • Anti Loss & SPOT Market (Aman)
  • LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
  • Tanpa emosi, pantau chart otomatis
  • Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan

Namun, selama masa pandemi COVID-19, proyek ini sempat terancam dihapus dari Proyek Strategis Nasional (PSN). Saat itu, Menteri PUPR Basuki Hadimuljono menyatakan akan ada evaluasi terhadap semua PSN, termasuk proyek ini. Meski begitu, Gobel tetap memperjuangkan agar proyek ini tetap dilanjutkan, karena ia yakin manfaatnya sangat strategis bagi Gorontalo yang masuk kategori provinsi termiskin di Indonesia.

Gobel bahkan melakukan langkah-langkah lebih lanjut, seperti menemui Menteri PUPR dan Presiden Jokowi. Akhirnya, proyek ini tetap masuk dalam PSN. Sebelum akhir masa jabatannya, Gobel meminta Jokowi datang ke Bulango Ulu. Ternyata, Jokowi memenuhi permintaannya. Saat itu, Gobel sedang berada di Jepang, namun segera pulang ke Indonesia untuk menyambut dan menemani Presiden Jokowi ke lokasi pembangunan.

Saat ini, proyek pembangunan bendungan dan waduk Bulango Ulu sudah mencapai 91 persen. Menurut Kepala Balai Wilayah Sungai Sulawesi 2, Ali Rahmat, waduk ini akan menjadi salah satu yang terbesar di Indonesia, dengan peringkat sekitar 25 dari sekitar 200-an waduk di Indonesia.

Waduk ini memiliki kedalaman 75 meter, luas genangan 549,11 hektare, kapasitas tampung air 93,75 juta meter kubik, dan biaya sebesar Rp 2,46 triliun lebih. Manfaatnya sangat luas, termasuk bisa mengairi sawah hingga 4.940 hektare, menghasilkan listrik dari tenaga air hingga 4,96 megawatt, listrik dari tenaga surya hingga 80 megawatt, serta dapat mengurangi banjir hingga 84,62 persen.

Potensi Ekonomi yang Besar

Menurut Gobel, jika waduk ini dimaksimalkan, maka potensi pertumbuhan ekonomi Gorontalo bisa mencapai 4-5 persen. Dengan kondisi pertumbuhan ekonomi saat ini, maka ke depan, pertumbuhan ekonomi Gorontalo berpotensi di atas 10 persen.

Untuk memaksimalkan potensi ekonomi waduk ini, pemerintah daerah di Gorontalo harus siap beradaptasi. Beberapa langkah yang dianjurkan antara lain membangun saluran irigasi sekunder, pencetakan sawah baru, pengembangan usaha ikan air tawar, penataan kawasan wisata, dan pengembangan UMKM yang mendukung semua itu. Untuk itu, Gobel meminta kepada kepala daerah segera menyusun perda tata ruang dan perda konservasi lahan.

Di daerah hulu sungai, terdapat sekitar sembilan sungai, khususnya hulu Sungai Mongiilo sebagai sungai utama. Kelestariannya sangat penting, karena jika tidak dijaga, debit air akan berkurang dan waduk tidak akan optimal. Gobel menyoroti bahwa bencana alam di Sumatera Utara, Sumatera Barat, dan Aceh menjadi pelajaran penting.

Peran Sejarah dalam Pembangunan Waduk

Berdasarkan catatan sejarah, Wakil Ketua DPRD Provinsi Gorontalo, Ridwan Monoarfa, menjelaskan bahwa pada tahun 1921, pemerintah kolonial Belanda membangun Bendungan Lomaya, yang merupakan bendungan irigasi untuk pertanian. Dengan pembangunan ini, banyak sawah baru dicetak, dan pendapatan ekonomi masyarakat Gorontalo meningkat pesat. Saat itu, Gorontalo berhasil menjadi lumbung beras dan pemasok untuk daerah-daerah sekitarnya.

Dari sejarah ini, dapat disimpulkan bahwa pembangunan waduk dan bendungan memiliki peran penting dalam meningkatkan perekonomian. Dengan demikian, proyek Bendungan dan Waduk Bulango Ulu diharapkan mampu membawa perubahan signifikan terhadap lanskap sosial-ekonomi Gorontalo.

Bagikan Artikel:
admin.aiotrade
admin.aiotrade

Penulis di Website. Berfokus pada penyajian informasi yang akurat, terpercaya, dan analisis mendalam seputar teknologi finansial.

Diskusi Pembaca (0)

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan informatif!

Tinggalkan Balasan