Raharja Cepu (RATU) Buka Opsi Dana, Harga Saham Happy Hapsoro Mencapai Rp 10.575?

admin.aiotrade 10 Okt 2025 3 menit 18x dilihat
Raharja Cepu (RATU) Buka Opsi Dana, Harga Saham Happy Hapsoro Mencapai Rp 10.575?

Kenaikan Signifikan Saham RATU

Saham PT Raharja Energi Cepu Tbk (RATU), yang dimiliki oleh suami Ketua DPR RI Puan Maharani, Happy Hapsoro, mengalami kenaikan yang signifikan dalam sebulan terakhir. Dalam periode tersebut, saham RATU melonjak hingga 79,46%. Pada perdagangan hari ini, Jumat (10/10) pukul 15.03 WIB, saham RATU melonjak sebesar 13,20% menjadi Rp 10.025, dengan kapitalisasi pasar mencapai Rp 27,22 triliun.

AioTrade Autopilot
🔥 SPONSOR

TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET

Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)

Bukan FUTURE. Bukan Judi. Bukan Tebak-tebakan.
CARA KERJA (Real)
  • Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
  • Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
  • Profit 1 siklus = 1.2%
  • Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
  • Anti Loss & SPOT Market (Aman)
  • LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
  • Tanpa emosi, pantau chart otomatis
  • Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan

Penjelasan dari Manajemen RATU

Dalam laporan kepada Bursa Efek Indonesia (BEI), manajemen RATU menyampaikan bahwa perusahaan tidak mengetahui adanya aktivitas tertentu dari pemegang saham yang memengaruhi harga efek perusahaan. Direktur RATU, Adrian Hartadi, menjelaskan bahwa perusahaan belum memiliki keputusan atau rencana aksi korporasi yang bersifat material dan wajib diungkapkan ke publik.

Adrian juga merespons pertanyaan BEI terkait rencana aksi korporasi dalam waktu dekat, termasuk dampaknya pada pencatatan saham dalam tiga bulan ke depan. Ia menyatakan bahwa perseroan terus melakukan kajian terhadap berbagai opsi pendanaan dan pengembangan bisnis. Langkah-langkah tersebut mencakup kemungkinan penerbitan efek bersifat utang maupun bentuk aksi korporasi lainnya yang dinilai mendukung strategi pertumbuhan perusahaan.

Katalis Kuat untuk Pertumbuhan RATU

Phintraco Sekuritas memproyeksikan RATU memiliki katalis kuat berkat keterlibatannya dalam dua aset hulu strategis nasional, yakni Blok Cepu dan Blok Jabung. Melalui kepemilikan participating interest (PI) sebesar 2,24% di Blok Cepu melalui PT Petrogas Jatim Utama Cendana (PJUC) dan PI 8% di Blok Jabung melalui PT Raharja Energi Tanjung Jabung, RATU mendapatkan eksposur terhadap dua lapangan minyak dengan tingkat produksi tinggi dan umur operasi yang panjang.

Proyek Banyu Urip Infill Clastic (BUIC) di Blok Cepu menjadi katalis tambahan bagi kinerja RATU. Proyek ini merupakan bagian dari upaya optimalisasi lapangan Banyu Urip untuk mengakses lapisan reservoir klastik yang sebelumnya belum tergarap oleh sumur yang ada. Pengeboran proyek ini dimulai pada 2023 lalu dengan total tujuh sumur dan berhasil diselesaikan lebih cepat dari jadwal. Sumur pertama (B-13) bahkan mulai berproduksi pada awal 2024 dengan capaian awal sekitar 13,3 ribu barel per hari, melampaui ekspektasi awal dari SKK Migas.

Keberhasilan BUIC tidak hanya memperpanjang umur produksi Banyu Urip hingga lebih dari 2030, tetapi juga menambah volume lifting nasional secara signifikan.

Fundamental Solid dan Proyeksi Harga Saham

Phintraco Sekuritas juga menilai pasca IPO, kinerja RATU menunjukkan fundamental solid. Hal ini tercermin dari keputusan perusahaan untuk membagikan dividen tunai sebesar Rp 108 miliar pada 2025.

Aset andalan RATU antara lain adalah Blok Cepu, Lapangan Banyu Urip (Jawa Timur) yang menjadi salah satu kontributor terbesar terhadap produksi minyak nasional. Selain itu, ada Blok Jabung (Jambi) yang memiliki 12 lapangan aktif yang memproduksi minyak, gas, dan kondensat, dengan potensi operasi lebih dari 30 tahun.

Pemerintah tengah mendorong pencapaian target 1 juta barel minyak per hari (BOPD) dan 12 miliar standar kaki kubik gas per hari (BSCFD) pada 2030. Program ini menekankan optimalisasi lapangan eksisting, termasuk Blok Cepu, yang menjadi katalis positif (tailwind) bagi pemegang participating interest (PI) seperti RATU.

Selain itu, kebijakan dan insentif kontrak PSC yang lebih menarik, seperti penyesuaian skema gross split serta insentif eksplorasi, turut meningkatkan keekonomian lapangan brownfield, mendorong keberlanjutan produksi dan daya tarik investasi di sektor hulu migas.

Proyeksi Harga Saham RATU

Dengan menggunakan metode relative valuation dan pendekatan EV/EBITDA, Phintraco Sekuritas memperkirakan potensi fair value saham RATU sebesar Rp 10.575 dengan potensial upside 41.00%. Proyeksi ini menunjukkan optimisme terhadap pertumbuhan dan prospek jangka panjang RATU.

Diskusi Pembaca (0)

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan informatif!

Tinggalkan Balasan