
Peristiwa Penikaman di Banjarmasin yang Menewaskan Seorang Bidan
Pada Senin (20/10/2025) malam, sekitar pukul 20.00 WITA, terjadi peristiwa penikaman yang menewaskan seorang bidan bernama Rahmaniah di Kota Banjarmasin, Kalimantan Selatan (Kalsel). Kejadian ini berlangsung di rumah korban yang terletak di Jalan Kelayan A, Gang Antasari II RT 06, Kelurahan Kelayan Dalam, Kecamatan Banjarmasin Selatan.
Korban yang meninggal dunia adalah seorang bidan dengan usia 58 tahun. Selain korban utama, putrinya, Rina Mutia (24), juga mengalami luka tusuk akibat kejadian tersebut. Korban dan putrinya dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan medis.
TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET
Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)
CARA KERJA (Real)
- Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
- Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
- Profit 1 siklus = 1.2%
- Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
- Anti Loss & SPOT Market (Aman)
- LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
- Tanpa emosi, pantau chart otomatis
- Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan
Pelaku penikaman, yang diketahui bernama Andi Julianto alias Encek (32), menyerahkan diri ke Polsek Banjarmasin Selatan pada Selasa (21/10/2025) dini hari sekitar pukul 00.05 WITA. Pria ini datang sendiri dan diantar oleh seorang pengemudi ojek online. Menurut Kapolsek Banjarmasin Selatan, Kompol Cristugus Lirens, pelaku menyerahkan diri secara sadar.
Hasil pemeriksaan awal menunjukkan bahwa korban Rahmaniah mengalami empat luka tusuk, yaitu di bagian leher, perut, siku, dan telapak tangan. Ia dinyatakan meninggal saat dalam perjalanan menuju rumah sakit. Sementara itu, Rina Mutia masih menjalani perawatan intensif karena mengalami dua luka tusuk di bagian perut.
Menurut pengakuan pelaku, ia datang ke rumah korban dengan alasan ingin berobat. Namun, motif pasti dari aksi penikaman ini masih dalam proses penyelidikan. Kompol Cristugus menyampaikan bahwa pihaknya terus melakukan pemeriksaan mendalam terhadap pelaku untuk mengungkap alasan pasti di balik tindakan tersebut.
“Alhmadulillah kurang dari 24 jam pelaku sudah dibungkus tim gabungan Resmob Polda Kalsel Macan Resta serta Buser Banjarmasin selatan, motif bukan perampokan karena uang korban masih utuh dan diamankan Polsek Banjarmasin Selatan,” ujar seorang relawan yang ikut mengevakuasi korban.
Hebohnya Warga Akibat Peristiwa Berdarah
Peristiwa penikaman ini membuat heboh warga di Jalan Kelayan A, tepatnya Gang Antasari II RT 06, Banjarmasin Selatan. Masyarakat setempat dihebohkan dengan kejadian yang terjadi sekitar pukul 20.00 WITA. Kabar yang beredar menyebutkan bahwa satu orang bidan dikabarkan meninggal dunia akibat ditikam seseorang dan sang anak terluka.
Hingga kini, motif penikaman tersebut belum diketahui. Ada juga dugaan adanya perampokan, namun hingga kini belum ada keterangan resmi dari pihak berwajib. BanjarmasinPost.co.id masih berada di lokasi untuk melakukan penelusuran lebih lanjut mengenai kejadian yang membuat heboh warga.
Seorang warga di lokasi kejadian mengatakan, “Nggih bidan Rahmaniah, diserang orang jar.” Peristiwa tersebut dilaporkan terjadi di kediaman sang bidan. Keramaian warga tampak di sekitar rumah korban, sementara bidan Rahmaniah dan anaknya telah dilarikan ke rumah sakit.
Ceceran darah masih terlihat di dalam ruangan rumah korban. Diberitakan sebelumnya, warga Jalan Kelayan A, Gang Antasari RT 06, Kecamatan Banjarmasin Selatan, Kota Banjarmasin, Kalimantan Selatan digegerkan dengan dugaan aksi perampokan di sebuah rumah pada Senin (20/10/2025) malam. Peristiwa itu terjadi di rumah kayu berwarna hijau yang diketahui berfungsi sebagai tempat praktik bidan Rahmaniah.
Insiden tersebut sontak membuat warga sekitar panik dan berkerumun di depan rumah tempat kejadian perkara. Berdasarkan informasi yang dihimpun di lokasi, peristiwa itu menimbulkan dua korban, satu di antaranya dilaporkan meninggal dunia akibat luka tusuk. Kedua korban telah dievakuasi ke RS Sultan Suriansyah untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.
Ketua RT setempat, Jafar melalui pesan WhatsApp mengonfirmasi adanya insiden itu. Namun, ia belum dapat memastikan penyebab dan motif kejadian. “Untuk infonya masih belum tahu perampokan atau bukan. Saya belum berani menyimpulkan motifnya,” ujarnya singkat melalui pesan WhatsApp.
Sementara itu, pihak kepolisian telah berada di lokasi kejadian untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). Upaya konfirmasi resmi kepada pihak kepolisian masih terus diupayakan.