Tawaran Proyek Besar dari Raja Yordania ke Danantara
CEO Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara), Rosan Perkasa Roeslani, mengungkapkan bahwa Yordania menawarkan potensi proyek besar kepada perusahaan investasi tersebut. Proyek atau kolaborasi yang ditawarkan oleh Raja Kerajaan Yordania Hasyimiah, Raja Abdullah II ibn Al Hussein, mencakup tiga sektor utama yaitu gas pipanisasi, jalan tol, dan logistik.
"Langsung dari Raja Yordania juga menyampaikan potensi proyek atau kolaborasi yang ditawarkan kepada kami, kepada Danantara," kata dia di The St Regis Jakarta pada Sabtu (15/11/2025).
TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET
Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)
CARA KERJA (Real)
- Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
- Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
- Profit 1 siklus = 1.2%
- Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
- Anti Loss & SPOT Market (Aman)
- LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
- Tanpa emosi, pantau chart otomatis
- Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan
Tawaran Masuk Kriteria Investasi Danantara
Rosan menjelaskan, sebelum mengajukan tawaran, Raja Abdullah II sempat menanyakan mengenai kriteria tingkat pengembalian (return) investasi yang diharapkan oleh Danantara. Setelah mengetahui kriteria tersebut, Raja Abdullah II memutuskan untuk menawarkan ketiga proyek tadi karena dinilai sesuai dengan persyaratan imbal hasil investasi Danantara.
"Nah, di tiga proyek itu, beliau menawarkan dan sebelumnya juga beliau bertanya dulu kepada kami, kepada saya, returnnya Danantara seperti apa. Ternyata ini masuk dengan returnnya Danantara sehingga beliau menawarkan," ujarnya.

Danantara Kirim Tim untuk Pelajari Lebih Lanjut
Danantara segera menindaklanjuti dan mengevaluasi tawaran proyek tersebut. Hal itu juga telah diketahui langsung oleh Presiden Prabowo Subianto yang bakal mengirimkan tim untuk proses lanjutan.
"Nah, sehingga nanti kami akan kirim tim. Dengan Pak Pandu (CIO Danantara), kami akan kirim tim untuk mulai melihat detailnya dari proyek-proyek ini," ujar Rosan.

Perluas Kerja Sama Proyek Bahan Baku Pupuk
Di samping itu, Danantara juga akan memperluas proyek kerja sama di bidang fosfat, yaitu bahan kimia yang merupakan bahan baku pupuk. Menurutnya, proyek joint venture (usaha patungan) fosfat sangat penting.
"Itu juga akan kami besarkan, perluas lagi, karena ini juga sangat penting kan. Jadi, itu adalah beberapa kolaborasi yang akan kami tindak lanjuti ke depannya," kata Rosan.

Pertemuan Danantara Jadi Fokus Lawatan Raja Yordania ke Indonesia
Pertemuan antara Danantara dan Raja Yordania menjadi fokus utama dari lawatan Raja Abdullah II ke Indonesia. Selain proyek yang disebutkan sebelumnya, pertemuan ini juga membuka peluang kerja sama yang lebih luas antara kedua pihak. Dengan adanya komitmen dari Raja Yordania untuk menawarkan proyek yang sesuai dengan kriteria investasi Danantara, langkah selanjutnya adalah evaluasi mendalam dan penjajakan kerja sama yang lebih konkret.
Dalam waktu dekat, Danantara akan mengirimkan tim khusus untuk melakukan survei dan analisis terhadap proyek-proyek yang ditawarkan. Tim ini akan bekerja sama dengan CIO Danantara, Pandu, untuk memastikan bahwa semua aspek teknis dan finansial telah dipertimbangkan secara matang.
Selain itu, kerja sama dalam bidang fosfat juga akan menjadi prioritas. Proyek ini tidak hanya memberikan manfaat ekonomi tetapi juga mendukung sektor pertanian yang vital bagi perekonomian Indonesia. Dengan adanya kolaborasi ini, Danantara berharap dapat meningkatkan kapasitas produksi pupuk nasional dan mengurangi ketergantungan pada impor.
Pertemuan ini menunjukkan bahwa hubungan bilateral antara Indonesia dan Yordania semakin kuat, khususnya dalam bidang investasi dan pembangunan infrastruktur. Dengan potensi proyek yang besar dan komitmen yang jelas dari pihak Yordania, masa depan kerja sama antara kedua negara tampak cerah.