
Menteri Investasi dan Hilirisasi sekaligus CEO Danantara Rosan Roeslani mengungkapkan bahwa Raja Kerajaan Yordania Hasyimiah, Raja Abdullah II bin Al Hussein, menawarkan tiga peluang proyek strategis kepada Danantara sebagai bagian dari penguatan hubungan investasi antara kedua negara.
"Langsung dari Raja Jordan juga menyampaikan potensi proyek atau kolaborasi yang ditawarkan kepada kami, kepada Danantara ada di tiga proyek," ujar Rosan usai mendampingi Presiden Prabowo Subianto bertemu Raja Abdullah II di salah satu hotel, Jakarta, Sabtu (15/11).
TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET
Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)
CARA KERJA (Real)
- Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
- Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
- Profit 1 siklus = 1.2%
- Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
- Anti Loss & SPOT Market (Aman)
- LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
- Tanpa emosi, pantau chart otomatis
- Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan
Rosan menjelaskan bahwa penawaran tersebut mencakup proyek gas pipanisasi, pembangunan jalan tol, dan sektor logistik. Ketiga proyek itu dinilai selaras dengan portofolio investasi Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara).
"Itu ada di tiga proyek yaitu di gas pipanisasi, kemudian ada di toll road atau jalan tol, dan juga logistik," katanya.
Imbal Hasil yang Ditawarkan Danantara
Sebelum menyampaikan penawaran, Raja Yordania terlebih dahulu meminta gambaran mengenai proyeksi imbal hasil Danantara. Menurut Rosan, proyek-proyek yang ditawarkan dinilai sesuai dengan karakter dan profil return lembaga tersebut.
"Nah, di tiga proyek itu beliau menawarkan. Dan sebelumnya juga beliau menanya dulu kepada kami, kepada saya, return-nya Danantara seperti apa. Ternyata ini masuk dengan return-nya Danantara," katanya.
Rosan mengatakan bahwa penawaran itu akan ditindaklanjuti melalui evaluasi mendalam atas arahan Presiden Prabowo Subianto. Peninjauan ini merupakan bagian dari dukungan pemerintah terhadap ekspansi investasi yang produktif dan terukur.
"Sehingga beliau menawarkan dan kami akan menindaklanjuti dan juga mengevaluasi dengan persetujuan langsung dari Bapak Presiden Prabowo untuk bisa mempelajari proyek yang ditawarkan ini oleh Kerajaan Yordania," ujarnya.
Danantara berencana mengirimkan tim khusus guna menelaah aspek teknis, finansial, dan implementasi dari setiap proyek. Kajian lapangan tersebut diharapkan menghasilkan analisis komprehensif sebagai dasar keputusan strategis Danantara dalam memperluas kerja sama dengan Yordania sekaligus memperkuat jejak investasi internasional.
"Nanti kami akan kirim tim, kita akan kirim tim untuk mulai melihat detailnya dari proyek-proyek ini," kata Rosan.
Peluang Investasi yang Strategis
Proyek yang ditawarkan oleh Kerajaan Yordania menunjukkan potensi besar bagi Danantara untuk memperluas cakupan investasi mereka. Berikut beberapa proyek utama yang disebutkan:
-
Gas Pipanisasi
Proyek ini berfokus pada pengembangan infrastruktur gas alam yang dapat meningkatkan efisiensi energi dan mendukung pertumbuhan industri di wilayah-wilayah yang terjangkau. -
Jalan Tol (Toll Road)
Pembangunan jalan tol menjadi salah satu prioritas dalam mempercepat transportasi dan mengurangi kemacetan. Proyek ini juga berpotensi meningkatkan akses ke daerah-daerah yang belum terjamah. -
Sektor Logistik
Dengan posisi geografis yang strategis, Yordania memiliki potensi besar dalam pengembangan pusat logistik yang mampu menjadi pintu masuk ke pasar regional dan internasional.
Langkah Selanjutnya
Dalam waktu dekat, Danantara akan melakukan evaluasi mendalam terhadap ketiga proyek tersebut. Tim khusus akan diterjunkan untuk memastikan bahwa semua aspek teknis, finansial, dan implementasi telah dipertimbangkan secara matang.
Selain itu, langkah-langkah koordinasi dengan pihak-pihak terkait juga akan dilakukan agar proses kerja sama dapat berjalan lancar dan efektif. Dengan adanya penawaran ini, Danantara berharap dapat memperkuat hubungan bilateral serta memperluas jaringan investasi global.