Rally Santa Claus Tahun Ini Disebut Selektif, Ini Saham Pilihan Analis

admin.aiotrade 15 Des 2025 2 menit 15x dilihat
Rally Santa Claus Tahun Ini Disebut Selektif, Ini Saham Pilihan Analis


aiotrade.CO.ID - JAKARTA.

Peluang terjadinya fenomena Santa Claus Rally di pasar saham Indonesia menjelang akhir tahun 2025 masih ada, meskipun cenderung bersifat selektif dan tidak merata ke seluruh saham. Hal ini disampaikan oleh Muhammad Wafi, Head of Research KISI Sekuritas, yang menilai bahwa sentimen window dressing dan ekspektasi pelonggaran kebijakan moneter global berperan dalam menjaga sentimen pasar. Namun, arus dana asing yang masih fluktuatif membuat reli akhir tahun lebih terbatas pada saham-saham tertentu.

AioTrade Autopilot
🔥 SPONSOR

TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET

Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)

Bukan FUTURE. Bukan Judi. Bukan Tebak-tebakan.
CARA KERJA (Real)
  • Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
  • Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
  • Profit 1 siklus = 1.2%
  • Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
  • Anti Loss & SPOT Market (Aman)
  • LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
  • Tanpa emosi, pantau chart otomatis
  • Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan

“Ada peluang Santa Claus Rally, tapi selektif. Reli lebih ke saham-saham tertentu,” ujar Wafi kepada aiotrade, Senin (15/12/2025).

Jika reli akhir tahun terjadi, Wafi menilai dampaknya terhadap Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bersifat positif namun terbatas. Ia melihat peluang rotasi ke saham-saham big caps yang selama ini tertinggal, terutama perbankan besar dan saham consumer defensive. Momentum tersebut dinilai bisa mendorong rebound indeks LQ45, meski lebih ke arah normalisasi kinerja ketimbang penguatan agresif.

“LQ45 bisa rebound, tapi sifatnya lebih ke normalisasi,” katanya.

Terkait peluang IHSG menembus level psikologis 9.000, Wafi menilai target tersebut masih cukup berat untuk dicapai pada 2025. Menurutnya, dibutuhkan kombinasi net buy asing yang konsisten, stabilitas nilai tukar rupiah, serta sikap Federal Reserve yang semakin dovish agar IHSG mampu bergerak ke level tersebut.

“Tanpa dukungan faktor-faktor itu, level 9.000 masih berat dicapai,” ujarnya.

Dalam menyikapi potensi reli musiman, Wafi menyarankan investor menerapkan strategi trading dan tactical positioning, bukan masuk secara agresif. Investor disarankan memanfaatkan reli untuk melakukan profit taking bertahap, memasang stop loss, serta mengantisipasi potensi koreksi pasca Desember atau awal Januari.

Dari sisi sektoral, Wafi menilai beberapa saham memiliki peluang untuk diuntungkan dari momentum akhir tahun. Berikut adalah daftar saham-saham yang diprediksi akan mengalami peningkatan:

  • Sektor Perbankan Big Caps
  • PT Bank Central Asia Tbk (BBCA)
  • PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI)

  • Sektor Consumer Staples

  • PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk (ICBP)
  • PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR)

  • Sektor Infrastruktur dan Telekomunikasi

  • PT Sarana Menara Nusantara Tbk (TOWR)
  • PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (TLKM)

Selain itu, beberapa komoditas juga dipandang memiliki prospek yang baik dalam momen ini.


UNVR Chart
by TradingView

Diskusi Pembaca (0)

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan informatif!

Tinggalkan Balasan