Ramalan Harga Saham ASLC dari Samuel Sekuritas

admin.aiotrade 09 Okt 2025 3 menit 15x dilihat
Ramalan Harga Saham ASLC dari Samuel Sekuritas


PT Autopedia Sukses Lestari Tbk. (ASLC), yang merupakan emiten Grup Triputra yang bergerak dalam bisnis penjualan mobil bekas, diperkirakan akan mengalami pertumbuhan harga saham sebesar 61%. Proyeksi ini didasarkan pada ekspektasi tinggi terhadap kinerja segmen mobil bekas Carioline.id, di tengah melambatnya daya beli masyarakat.

Dalam periode semester I/2025, Grup Triputra mencatat pertumbuhan pendapatan sebesar 17,1% year on year (YoY) menjadi Rp447,1 miliar. Dari total pendapatan tersebut, segmen Carioline.id menjadi kontributor terbesar dengan kontribusi sebesar Rp313,4 miliar atau sekitar 70% dari total pendapatan.

AioTrade Autopilot
🔥 SPONSOR

TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET

Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)

Bukan FUTURE. Bukan Judi. Bukan Tebak-tebakan.
CARA KERJA (Real)
  • Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
  • Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
  • Profit 1 siklus = 1.2%
  • Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
  • Anti Loss & SPOT Market (Aman)
  • LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
  • Tanpa emosi, pantau chart otomatis
  • Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan

Analis Samuel Sekuritas Indonesia, Jason Sebastian, dalam risetnya yang terbit hari ini, Kamis (9/10/2025), memproyeksikan pertumbuhan pendapatan (CAGR) antara tahun 2024 hingga 2027 sebesar 18,2%.

"Pada 2026, pendapatan penjualan mobil bekas Carioline diperkirakan tumbuh 23,6% YoY menjadi Rp830 miliar. Pertumbuhan ini didorong oleh kenaikan volume sebesar 20% menjadi 5.400 unit serta peningkatan harga jual rata-rata (average selling price/ASP) sebesar 3%," tulisnya dalam riset tersebut.

Jason menilai bahwa beberapa faktor seperti peningkatan pangsa pasar, ekspansi showroom yang direncanakan sebanyak dua outlet baru setiap tahun, perbaikan daya beli masyarakat, dan berbagai inisiatif belanja pemerintah akan mendukung kenaikan ASP.

Sehingga, faktor-faktor tersebut dinilai akan mendorong margin kotor naik menjadi 5,4% pada 2026, seiring dengan meningkatnya pangsa pasar dan daya tawar yang lebih kuat untuk memperluas selisih harga jual kembali.

Namun, dalam jangka panjang Jason memproyeksikan ASP akan turun sekitar 5% per tahun, seiring dengan peluncuran mobil baru dengan harga lebih murah yang dapat mempercepat depresiasi kendaraan eksisting.

Meski ada ancaman pasar berupa hadirnya mobil baru dengan harga terjangkau yang dapat menggerus harga penjualan rata-rata, Jason melihat bahwa data saat ini menunjukkan bahwa kondisi lesunya daya beli menjadi angin segar bagi pasar mobil bekas.

Dia menjelaskan, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat per April 2025 pembiayaan mobil bekas tumbuh 9,8% YoY, sedangkan pembiayaan mobil baru turun 1,1% YoY. Selain itu, data penjualan mobil baru secara wholesales juga terpangkas 2,9% YoY akibat daya beli turun.

Sebagai pembanding, dari sisi biaya kepemilikan Jason menyandingkan mobil bekas bertipe LCGC/2-row masih sekitar 36% lebih murah dibanding mobil listrik baru yang terjangkau misalnya Atto 1 dalam periode penggunaan lima tahun.

Jason juga berasumsi, permintaan kuat untuk kendaraan multiguna (multi purpose vehicle/MPV) bekas diperkirakan tidak akan sepenuhnya tergantikan oleh EV murah, karena EV 3-row paling terjangkau masih dibanderol sekitar Rp300 juta.

Autopedia Sukses Lestari Tbk. - TradingView

"Ke depan, mobil bekas diperkirakan akan terus mengungguli mobil baru, didukung oleh cicilan bulanan yang lebih rendah meskipun suku bunga lebih tinggi, serta kemudahan melalui platform omnichannel seperti situs Carioline," tandasnya.

Samuel Sekuritas memproyeksikan pendapatan ASLC tahun ini akan naik menjadi Rp945,1 miliar dibanding pendapatan 2024 sebesar Rp876,6 miliar. Namun, laba bersih perseroan ditaksir turun dari Rp45,1 miliar menjadi Rp41,3 miliar.

Proyeksi tersebut sejalan dengan kondisi rapor tengah tahun di mana perseroan masih dihadapkan dengan tantangan beban tinggi. Pasalnya, meskipun pendapatan semester I/2025 tumbuh, laba bersih yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk turun 23,8% YoY menjadi sebesar Rp18,56 miliar, dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya Rp24,36 miliar.

Dia mencatat, sejumlah faktor yang menjadi risiko kunci perseroan ke depan meliputi penjualan mobil yang lebih lemah dari perkiraan, aktivitas lelang yang melambat, serta ekspansi pangsa pasar yang lebih rendah dari ekspektasi.

Untuk rating, Samuel Sekuritas merekomendasikan buy dengan target harga Rp135, mencerminkan potensi kenaikan sebesar 61% dari harga Rp84.

"Prospek positif ini ditopang oleh potensi ekspansi pangsa pasar Carioline melalui penambahan showroom setiap tahun serta dukungan dari ekosistem lelang ASLC yang membantu meminimalkan risiko keuangan akibat kendaraan yang tidak terjual," tandasnya.

Di lantai bursa, ASLC terdaftar di papan pengembangan dan termasuk di sektor consumer cyclicals. Hingga sesi I perdagangan hari ini, Kamis (9/10/2025), ASLC bergerak naik 4,78% ke Rp88, mencerminkan lonjakan harga 14,29% sejak awal tahun.

Diskusi Pembaca (0)

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan informatif!

Tinggalkan Balasan