
Perdamaian di Timur Tengah dan Dampaknya pada Pasar Kripto
Perdamaian yang terjalin di kawasan Timur Tengah telah memberikan dampak signifikan terhadap stabilitas geopolitik global. Sejak kondisi tersebut muncul, pasar keuangan mulai menunjukkan tanda-tanda penstabilan. Hal ini berdampak langsung pada aset-aset safe haven seperti emas, yang cenderung mengalami rotasi ke aset berisiko seperti kripto.
TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET
Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)
CARA KERJA (Real)
- Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
- Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
- Profit 1 siklus = 1.2%
- Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
- Anti Loss & SPOT Market (Aman)
- LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
- Tanpa emosi, pantau chart otomatis
- Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan
Afid Sugiono, Co-Founder T.R.A.D.E Squad, menyatakan bahwa dalam jangka pendek, perdamaian di kawasan tersebut memang menekan permintaan terhadap aset lindung. Namun, stabilitas kawasan juga memperkuat sentimen positif terhadap risiko, yang mendukung arus modal masuk ke aset berisiko seperti saham dan kripto, termasuk Bitcoin. Menurut Afid, dua pandangan utamanya tentang aset kripto adalah:
- Dalam jangka pendek, kripto cenderung mengalami koreksi sehat setelah reli yang berkelanjutan.
- Dalam jangka menengah dan panjang, stabilitas geopolitik dapat menjadi katalis utama bagi aset kripto karena meningkatnya momentum kepercayaan investor global.
Harga Bitcoin Mencapai Rekor Baru
Saat ini, pasar kripto sedang menghadapi tekanan jual setelah harga Bitcoin mencapai all time high (ATH) baru. Pada tanggal 5 Oktober, Bitcoin berhasil mencatat ATH sebesar US$125.687. Di saat yang sama, kapitalisasi pasar kripto global juga melonjak ke rekor tertinggi baru, yaitu $4,24 triliun, melampaui puncak sebelumnya yang tercatat di akhir September.
Afid menjelaskan bahwa setelah mencetak ATH, sebagian besar investor melakukan realisasi keuntungan atau taking profit dari investasi mereka. Dia menilai bahwa dalam kondisi global yang lebih stabil, strategi yang tepat untuk investor adalah mengatur eksposur secara bertahap dan memanfaatkan fase konsolidasi untuk akumulasi jangka menengah.
Faktor Fundamental yang Mendukung Pertumbuhan Kripto
Menurut Afid, faktor fundamental seperti aliran institusional pasca ETF, penurunan suku bunga, serta peningkatan utilitas Bitcoin layer-2 di beberapa proyek menjadi penopang utama tren bullish jangka panjang. Selain itu, dia menilai bahwa pasar Bitcoin masih cukup positif dengan arah kebijakan moneter yang longgar dan meningkatnya legitimasi aset digital.
Dengan dasar ini, Afid menilai bahwa pasar kripto masih memiliki prospek positif ke depan. Stabilitas bukan berarti menghilangkan peluang di pasar aset kripto. Justru, hal ini akan menjadi fondasi yang kuat untuk pertumbuhan yang lebih sehat dan berkelanjutan.
Strategi Investasi di Pasar Kripto
Dalam situasi seperti ini, Afid menyarankan para investor untuk tetap waspada dan memperhatikan pergerakan pasar. Meskipun ada potensi koreksi jangka pendek, ia percaya bahwa krisis geopolitik yang semakin reda akan memberikan ruang bagi kenaikan jangka panjang.
Investor disarankan untuk tidak terburu-buru dalam mengambil keputusan. Mengatur eksposur secara bertahap dan memanfaatkan fase konsolidasi merupakan langkah yang bijak. Dengan demikian, investor dapat memaksimalkan potensi keuntungan tanpa mengorbankan keamanan dana.
Kesimpulan
Perdamaian di Timur Tengah telah membawa efek stabilisasi global yang berdampak pada pasar keuangan. Aset-aset safe haven seperti emas mulai mengalami rotasi ke aset berisiko seperti kripto. Meskipun ada tekanan jual setelah Bitcoin mencapai ATH, Afid Sugiono optimis bahwa pasar kripto masih memiliki prospek positif. Dengan faktor-faktor fundamental yang mendukung, kripto bisa menjadi pilihan investasi yang menjanjikan di masa depan.