Ramalan Kenaikan Saham Grup Triputra (DRMA) dan Astra (AUTO), Mana yang Lebih Menarik?

admin.aiotrade 16 Des 2025 3 menit 13x dilihat
Ramalan Kenaikan Saham Grup Triputra (DRMA) dan Astra (AUTO), Mana yang Lebih Menarik?


aiotrade,
JAKARTA — Dua saham emiten komponen otomotif milik Grup Triputra PT Dharma Polimetal Tbk. (DRMA) dan Grup Astra PT Astra Otoparts Tbk. (AUTO) mencatatkan kinerja yang mengesankan pada 2025 meskipun penjualan otomotif sedang lesu. Bagaimana nasibnya pada 2026?

Berdasarkan data Bloomberg, harga saham DRMA telah naik sebesar 19,57% sepanjang tahun berjalan (year to date/ytd) atau sejak perdagangan perdana 2025 ke level Rp1.100 per lembar pada perdagangan hari ini, Selasa (16/12/2025). Begitu juga dengan saham AUTO yang meningkat 14,78% ytd ke level Rp2.640 per lembar.

AioTrade Autopilot
🔥 SPONSOR

TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET

Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)

Bukan FUTURE. Bukan Judi. Bukan Tebak-tebakan.
CARA KERJA (Real)
  • Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
  • Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
  • Profit 1 siklus = 1.2%
  • Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
  • Anti Loss & SPOT Market (Aman)
  • LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
  • Tanpa emosi, pantau chart otomatis
  • Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan

Meski demikian, kinerja sejumlah saham emiten komponen otomotif lainnya cenderung lesu pada 2025. Misalnya, harga saham PT Selamat Sempurna Tbk. (SMSM) melemah 9,74% ytd ke level Rp1.715 per lembar. Sementara itu, harga saham PT Garuda Metalindo Tbk. (BOLT) turun 21,54% ytd ke level Rp1.020 per lembar, dan PT Gajah Tunggal Tbk. (GJTL) juga melemah 2,68% ytd ke level Rp1.090 per lembar.

Catatan kinclong kinerja saham DRMA dan AUTO terjadi di tengah lesunya industri otomotif domestik. Mengacu data terbaru Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), volume penjualan mobil wholesales sepanjang Januari–November 2025 terkontraksi 9,6% secara tahunan (year on year/YoY) menjadi 710.084 unit, dibandingkan periode 11 bulan 2024 sebesar 785.917 unit.

Analis Sinarmas Sekuritas Christine Nathania menyatakan bahwa kinerja saham emiten komponen otomotif seperti DRMA mengalami pertumbuhan yang kuat karena didukung oleh fundamental yang solid. Laba DRMA tetap tumbuh meskipun menghadapi tantangan dari industri otomotif yang lesu.

DRMA masih mampu mencatatkan pertumbuhan laba bersih sebesar 1,89% YoY menjadi sebesar Rp419,87 miliar per kuartal III/2025, dibandingkan laba bersih periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp412,07 miliar. Kinerja DRMA juga didukung oleh diversifikasi bisnis dalam mempertahankan pertumbuhannya.

“Di tengah lesunya produksi otomotif domestik, DRMA terus melakukan diversifikasi bisnis untuk mendukung pertumbuhan,” ujar Christine dalam riset terbarunya.

Dalam langkah terbarunya, DRMA mengakuisisi 82% saham PT Mah Sing Indonesia (MSI) senilai Rp41 miliar. Sinarmas Sekuritas memproyeksikan pendapatan DRMA pada 2025 mampu mencapai sekitar Rp240 miliar dengan margin laba bersih sekitar 10%.

“MSI mampu meningkatkan kemampuan DRMA dalam komponen plastik, yang semakin penting karena model EV (electric vehicle) dalam mengadopsi material yang lebih ringan,” jelas Christine.

Sinarmas Sekuritas memberikan rekomendasi buy untuk DRMA dengan target harga di level Rp1.410 per lembar untuk DRMA.

Sementara itu, AUTO telah meraup laba bersih yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp1,56 triliun per kuartal III/2025, naik sebesar 2,62% YoY dibandingkan laba bersih periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp1,52 triliun.

Analis Maybank Sekuritas Paulina Margareta menyatakan bahwa hasil kinerja AUTO pada kuartal III/2025 mengonfirmasi kemampuannya untuk memberikan pertumbuhan pendapatan yang melampaui lesunya pasar otomotif primer. Margin AUTO juga lebih kuat dari perkiraan.

“AUTO menawarkan kombinasi langka antara pertumbuhan yang stabil, penghasilan kas yang tinggi, dan pengembalian pemegang saham yang menarik,” ujar Paulina dalam risetnya.

Kinerja saham AUTO pada 2026 juga didorong oleh proyeksi penjualan mobil dan sepeda motor yang mampu pulih seiring dengan penurunan suku bunga acuan. Maybank Sekuritas memberikan rekomendasi buy untuk saham AUTO dengan target harga Rp3.200 per lembar.

Berdasarkan data Bloomberg, konsensus analis terbaru menunjukkan bahwa sebanyak 10 sekuritas menyematkan rekomendasi beli untuk DRMA. Lalu, satu sekuritas merekomendasikan hold. Target harga saham DRMA sendiri berada di level Rp1.366,44 per lembar dalam 12 bulan ke depan.

Untuk AUTO, konsensus analis terbaru menunjukkan bahwa sebanyak 11 sekuritas menyematkan rekomendasi beli. Target harga saham AUTO sendiri berada di level Rp3.123 per lembar dalam 12 bulan ke depan.

Diskusi Pembaca (0)

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan informatif!

Tinggalkan Balasan