Ramalan Nasib Saham BUMN 2026: BBRI, TLKM Siap Melaju Kencang?

admin.aiotrade 11 Des 2025 2 menit 14x dilihat
Ramalan Nasib Saham BUMN 2026: BBRI, TLKM Siap Melaju Kencang?


aiotrade, JAKARTA — Indeks saham BUMN yang dikenal sebagai IDXBUMN20 masih berada di zona hijau meskipun menghadapi tekanan dari kinerja saham Himbara (himpunan bank milik negara) pada tahun 2025. Bagaimana proyeksi pergerakan indeks ini pada tahun 2026?

Berdasarkan data dari Bursa Efek Indonesia (BEI), IDXBUMN20 mencatatkan penguatan sebesar 0,52% pada perdagangan kemarin, Rabu (10/12/2025) dengan level 376,98. Indeks ini tetap kokoh di zona hijau, dengan kenaikan sebesar 6,68% sepanjang tahun berjalan (year to date/ytd) atau sejak perdagangan perdana 2025.

AioTrade Autopilot
🔥 SPONSOR

TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET

Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)

Bukan FUTURE. Bukan Judi. Bukan Tebak-tebakan.
CARA KERJA (Real)
  • Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
  • Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
  • Profit 1 siklus = 1.2%
  • Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
  • Anti Loss & SPOT Market (Aman)
  • LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
  • Tanpa emosi, pantau chart otomatis
  • Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan

Beberapa saham pelat merah menjadi penopang utama indeks pada 2025. Contohnya adalah saham PT Telkom Indonesia Tbk. (TLKM) yang naik sebesar 44,9% ytd. Bahkan, saham PT Aneka Tambang Tbk. (ANTM) melonjak 101,7% ytd, sementara saham PT Timah Tbk. (TINS) meningkat 199,52% ytd. Selain itu, harga saham PT Perusahaan Gas Negara Tbk. (PGAS) juga naik 29,14% ytd.

Di sisi lain, IDXBUMN20 mengalami tekanan dari kinerja lesu Himbara. Saham PT Bank Rakyat Indonesia Tbk. (BBRI) turun sebesar 5,09% ytd dan saham PT Bank Mandiri Tbk. (BMRI) turun 4,03% ytd.

Menurut Muhammad Wafi, Head of Research KISI Sekuritas, kinerja IDXBUMN20 memiliki peluang penguatan lebih lanjut pada 2026. Ia menjelaskan bahwa saham Himbara yang lesu pada tahun ini bisa rebound karena siklus bunga turun dan penyaluran kredit yang pulih.

Suku bunga acuan memang sedang dalam tren longgar. Bank Indonesia (BI) telah menurunkan suku bunga acuannya lima kali pada tahun ini ke level 4,75%. Penurunan suku bunga acuan yang diperkirakan akan terus berlanjut pada 2026 dapat mendorong kinerja kredit dan menekan biaya dana (cost of fund) bagi Himbara.

Pemulihan konsumsi juga bisa membantu sektor perbankan serta BUMN yang berkaitan dengan konsumen. Selain itu, BUMN seperti TLKM, PGAS, PT Jasa Marga Tbk. (JSMR), hingga BUMN Karya juga bisa mendapat manfaat dari kenaikan belanja fiskal.

"Capex (capital expenditure) pemerintah positif untuk sektor konstruksi BUMN. Stabilitas makro ekonomi bisa meningkatkan minat investor asing terhadap saham big caps BUMN," ujar Wafi.

Analis Kiwoom Sekuritas, Miftahul Khaer, menyatakan bahwa prospek IDXBUMN20 pada 2026 cukup konstruktif, meskipun pergerakannya tahun ini tergolong tertahan oleh pelemahan kinerja saham Himbara.

"Memasuki 2026, indeks ini kami kira berpotensi lebih positif seiring ekspektasi pemulihan likuiditas perbankan dan stabilisasi NPL (nonperforming loan)," kata Mifta.

Selain itu, ada proyeksi percepatan belanja pemerintah pada paruh kedua 2026 yang biasanya menjadi katalis utama bagi emiten BUMN, terutama sektor konstruksi, telekomunikasi, energi, dan transportasi.

Sentimen seperti arah suku bunga The Fed, perbaikan nilai tukar, serta peningkatan aktivitas proyek strategis nasional juga bisa berdampak pada kinerja indeks saham pelat merah ke depannya.

Diskusi Pembaca (0)

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan informatif!

Tinggalkan Balasan