Ramalan Pergerakan Saham PTPP Pasca Divestasi Rp1,69 Triliun

admin.aiotrade 13 Nov 2025 3 menit 15x dilihat
Ramalan Pergerakan Saham PTPP Pasca Divestasi Rp1,69 Triliun

Langkah Strategis PTPP dalam Melepas Aset Non-Inti

PT Pembangunan Perumahan (Persero) Tbk. (PTPP), sebuah perusahaan BUMN yang bergerak di bidang konstruksi, telah mengambil langkah strategis dengan melepas sejumlah aset non-inti. Langkah ini dinilai tepat mengingat tekanan keuangan yang dialami oleh emiten pelat merah tersebut dalam beberapa tahun terakhir. Divestasi tersebut diyakini mampu memperkuat arus kas dan memperbaiki struktur permodalan perusahaan.

AioTrade Autopilot
🔥 SPONSOR

TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET

Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)

Bukan FUTURE. Bukan Judi. Bukan Tebak-tebakan.
CARA KERJA (Real)
  • Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
  • Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
  • Profit 1 siklus = 1.2%
  • Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
  • Anti Loss & SPOT Market (Aman)
  • LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
  • Tanpa emosi, pantau chart otomatis
  • Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan

Investment Analyst Infovesta Kapital Advisori, Ekky Topan, menilai bahwa kebijakan divestasi PTPP cukup strategis karena beban keuangan BUMN Karya meningkat signifikan akibat proyek jangka panjang dan kebutuhan modal kerja yang besar. Menurutnya, dengan melepas aset yang bukan bagian dari inti bisnis, PTPP dapat menurunkan leverage sekaligus memperkuat posisi kas perusahaan.

“Divestasi ini memberikan suntikan likuiditas langsung sekaligus mengurangi kebutuhan pendanaan tambahan di aset-aset yang kontribusinya tidak terlalu besar. Oleh karena itu, langkah tersebut cukup strategis untuk memperbaiki fundamental perusahaan ke depan,” ujarnya saat dihubungi Bisnis.

Kebijakan divestasi juga menjadi sinyal positif bagi investor bahwa manajemen PTPP mulai lebih disiplin dalam mengelola portofolio. Selama ini, kekhawatiran terhadap BUMN Karya banyak berkaitan dengan tingginya utang, tekanan modal kerja, dan kemampuan menghasilkan arus kas operasional yang stabil.

“Dengan strategi back to core, investor melihat adanya upaya konkret memperbaiki kesehatan keuangan dan memastikan perusahaan fokus pada proyek dengan cash conversion cycle yang lebih cepat. Ini tentu dapat meningkatkan kepercayaan terhadap prospek jangka panjang PTPP,” tuturnya.

Meskipun demikian, Ekky menilai pasar masih cenderung wait and see terhadap kinerja BUMN Karya, termasuk PTPP. Dia memandang, prospek industri konstruksi memang memiliki peluang dari penurunan suku bunga dan kelanjutan proyek infrastruktur, tetapi pemulihan akan berjalan bertahap.

“Investor ingin melihat realisasi dampak divestasi terhadap arus kas dan beban keuangan sebelum bersikap lebih agresif. Jadi momentum pemulihan PTPP ada, tetapi masih perlu dikonfirmasi lewat kinerja kuartalan berikutnya,” tutur Ekky.

Penjualan Aset Non-Core sebagai Sinyal Positif

Dihubungi terpisah, Senior Analyst Kiwoom Sekuritas Sukarno Alatas menambahkan bahwa penjualan dua aset non-core PTPP menjadi sinyal serius bahwa emiten pelat merah tersebut mulai berbenah dan berfokus pada efisiensi bisnis. Namun, manfaat dari aksi korporasi ini baru akan terlihat jika dana hasil divestasi digunakan untuk memperkuat modal kerja dan mengurangi utang.

Dia juga menyebut bahwa kebijakan back to core yang tengah dijalankan PTPP menjadi langkah positif yang diperlihatkan kepada investor karena menunjukkan arah bisnis yang lebih efisien dan berkelanjutan.

“Bagi investor, strategi tersebut menjadi langkah positif karena menunjukkan arah bisnis yang lebih efisien dan berkelanjutan. Hal ini bisa meningkatkan kepercayaan terhadap prospek jangka panjang PTPP,” ujar Sukarno.

Di lantai Bursa Efek Indonesia (BEI), saham PTPP bertengger di level Rp380 per saham hingga akhir perdagangan Kamis (13/11). Banderol ini mencerminkan kenaikan 13,10% sejak awal tahun dan menguat 1,06% selama sebulan terakhir.

Diskusi Pembaca (0)

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan informatif!

Tinggalkan Balasan