
Data Mengejutkan: 602.000 Warga Jakarta Terlibat Judi Online
JAKARTA – Wakil Gubernur DKI Jakarta, Rano Karno, mengungkapkan data yang sangat mengejutkan terkait jumlah warga Jakarta yang terlibat dalam permainan judi online. Dalam acara Talkshow bersama Kejaksaan Republik Indonesia (RI) di Lapangan Banteng, Minggu (26/10/2025), Rano menyampaikan bahwa sebanyak 602.000 warga Jakarta tercatat terlibat dalam aktivitas judi online.
TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET
Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)
CARA KERJA (Real)
- Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
- Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
- Profit 1 siklus = 1.2%
- Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
- Anti Loss & SPOT Market (Aman)
- LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
- Tanpa emosi, pantau chart otomatis
- Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan
Menurutnya, data ini didasarkan pada informasi dari PPATK (Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan). "Kalau bicara soal judi online, ini data saya berdasarkan PPATK di Jakarta ini terungkap sekitar 602.000 warga Jakarta terlibat judi online," ujar Rano saat berada di lokasi acara.
Selain jumlah warga yang terlibat, Rano juga menyebutkan besarnya transaksi yang dilakukan oleh para pelaku judi online. Ia menjelaskan bahwa transaksi tersebut bisa mencapai angka Rp 3,12 triliun. Angka ini menunjukkan betapa besar pengaruh judi online terhadap perekonomian masyarakat Jakarta.
Namun, hal yang lebih memprihatinkan adalah adanya 5.000 warga Jakarta yang menerima bantuan sosial (bansos) namun masih terlibat dalam judi online. Rano menyayangkan hal ini karena Pemprov DKI Jakarta telah memberikan berbagai program bantuan sosial untuk membantu masyarakat, seperti Kartu Jakarta Pintar (KJP), Kartu Jakarta Mahasiswa Unggul (KJMU), hingga Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS).
"Contohnya, yang kita keluarkan itu dari KJP Rp 700.000, KJMU Rp 600.000 tapi masih ada sekitar 15.000 uang Bansos ini larinya ke judi online, ini prihatin kita," ujar Rano.
Rano menegaskan bahwa bagi penerima bansos yang terlibat dalam judi online, Pemprov DKI Jakarta tidak segan untuk mencabut semua bantuan yang diterimanya. Hal ini dilakukan sebagai bentuk tindakan tegas agar program bantuan sosial tidak disalahgunakan.
Saat ini, Pemprov DKI Jakarta sedang mencari solusi agar semua program bantuan sosial yang diberikan tidak lagi disalahgunakan oleh masyarakat, khususnya dalam konteks judi online. Rano berharap dengan langkah-langkah ini, masyarakat dapat lebih bijak dalam menggunakan bantuan sosial yang diberikan oleh pemerintah.
Selain itu, Rano juga mengingatkan masyarakat Jakarta untuk tidak tergiur untuk ikut terlibat dalam judi online. Ia menekankan bahwa judi online merupakan aktivitas yang menyesatkan dan berpotensi merusak kehidupan masyarakat. Dengan kesadaran yang tinggi, masyarakat dapat menghindari dampak negatif dari judi online dan fokus pada hal-hal yang lebih bermanfaat.