Rapat Santa Claus Berpotensi Naikkan IHSG 2%-5%, Ini Rahasianya

admin.aiotrade 15 Des 2025 2 menit 12x dilihat
Rapat Santa Claus Berpotensi Naikkan IHSG 2%-5%, Ini Rahasianya


Jakarta – Peluang terjadinya fenomena Santa Claus Rally di pasar saham Indonesia menjelang akhir tahun 2025 masih terbuka. Namun, keberlanjutan reli tersebut sangat bergantung pada konsistensi arus dana asing yang masuk ke pasar domestik.

Sukarno Alatas, Senior Equity Research Kiwoom Sekuritas, menilai bahwa sentimen pelonggaran suku bunga global, stabilitas kondisi ekonomi dalam negeri, serta faktor window dressing menjadi penopang utama potensi reli akhir tahun. Meski demikian, ia menegaskan bahwa arus dana asing tetap menjadi faktor penentu utama.

AioTrade Autopilot
🔥 SPONSOR

TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET

Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)

Bukan FUTURE. Bukan Judi. Bukan Tebak-tebakan.
CARA KERJA (Real)
  • Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
  • Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
  • Profit 1 siklus = 1.2%
  • Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
  • Anti Loss & SPOT Market (Aman)
  • LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
  • Tanpa emosi, pantau chart otomatis
  • Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan

“Peluang Santa Claus Rally masih terbuka, tapi keberlanjutannya sangat tergantung pada konsistensi net buy asing,” ujarnya kepada aiotrade, Senin (15/12/2025).

Jika reli akhir tahun terjadi, Sukarno memperkirakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berpotensi menguat sekitar 2%-5% dan menguji area psikologis 9.000. Penguatan tersebut diperkirakan akan terkonsentrasi di saham-saham berkapitalisasi besar, sehingga membuka peluang indeks LQ45 yang tertinggal untuk ikut melaju.

Sektor perbankan, konsumer, dan telekomunikasi dinilai berpotensi menjadi motor utama penguatan. Menurut Sukarno, level IHSG 9.000 dapat tercapai apabila didukung oleh arus dana asing yang konsisten serta sentimen global yang tetap kondusif hingga akhir tahun. Arah likuiditas global pasca penurunan suku bunga dan minimnya tekanan eksternal menjadi faktor penentu utama. Tanpa dukungan dana asing, reli musiman dinilai cenderung terbatas.

Dalam menyikapi potensi Santa Claus Rally, investor disarankan menerapkan strategi bertahap dengan memanfaatkan koreksi jangka pendek atau buy on pullback pada saham-saham likuid dan berkualitas. Investor juga perlu disiplin melakukan profit taking menjelang pergantian tahun, mengingat potensi volatilitas pada Januari. “Menjaga porsi kas dan manajemen risiko menjadi kunci untuk mengantisipasi koreksi pascareli,” jelasnya.

Dari sisi sektoral, Sukarno menilai sektor perbankan besar, consumer staples, telekomunikasi, serta energi berpotensi diuntungkan apabila harga komoditas tetap kuat. Ia menyarankan investor fokus pada saham-saham blue chip dengan fundamental solid dan valuasi relatif menarik, yang secara historis menjadi sasaran utama window dressing dan arus dana institusional.

Ia juga mencatat, pada perdagangan hari ini saham-saham perbankan blue chip ditutup menguat signifikan, mengindikasikan potensi awal window dressing sebagai penopang indeks di tengah aksi profit taking pada saham konglomerasi.

Diskusi Pembaca (0)

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan informatif!

Tinggalkan Balasan