
Bupati Badung Hadiri Rapat Koordinasi TPID dan Serahkan Bantuan UMKM
Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa hadir dalam Rapat Koordinasi atau High Level Meeting Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) yang dilaksanakan bersamaan dengan penyerahan bantuan sarana dan prasarana pendukung pengembangan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Pertanian dan Perikanan di Badung. Acara ini berlangsung di Ruang Rapat Nayaka Gosana 3 (Lt.2), Puspem Badung, pada Kamis, (6/11).
Turut hadir dalam kesempatan tersebut antara lain Ekonom Ahli Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali Muhamad Shiroth, Kepala BPS Kabupaten Badung Komang Bagus Pawastra, Perwakilan Perum Bulog Kanwil Bali, Kepala OPD Anggota TPID Kabupaten Badung, serta lima penerima bantuan UMKM Pertanian dan Perikanan.
TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET
Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)
CARA KERJA (Real)
- Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
- Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
- Profit 1 siklus = 1.2%
- Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
- Anti Loss & SPOT Market (Aman)
- LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
- Tanpa emosi, pantau chart otomatis
- Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan
Dalam arahannya, Bupati Wayan Adi Arnawa menyampaikan apresiasi kepada para pimpinan lembaga dan perangkat daerah yang tergabung dalam Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID). Ia mengucapkan terima kasih atas sinergi dan kerja keras seluruh pihak dalam menjaga stabilitas harga dan memperkuat ketahanan ekonomi daerah.
“Tingkat inflasi Kabupaten Badung menurut Data BPS, angka 1,65 year on year, total 2025 ini. Termasuk juga sudah disampaikan, month to month juga 0,31 termasuk year to datenya juga 0,5 dan memang kondisi Badung sementara ini cukup terjaga, saat ini masih berada pada posisi terkendali, dengan capaian yang menunjukkan hasil positif berkat kerja sama lintas sektor,” ujarnya.
Meski demikian, ia menekankan pentingnya melakukan langkah-langkah antisipasi dan langkah preventif berkelanjutan, sebagaimana disampaikan oleh BPS dan Bank Indonesia, agar gejolak harga menjelang momentum keagamaan dan akhir tahun dapat diminimalisir.
Lebih lanjut, Bupati menyampaikan bahwa berdasarkan laporan dari BI, Pemkab Badung akan memperkuat sektor pertanian, ekonomi kreatif, serta ketahanan pangan sebagai fondasi ekonomi jangka panjang.
“Rapat ini juga menjadi forum evaluasi untuk membahas berbagai potensi permasalahan yang sering muncul menjelang perayaan besar keagamaan dan akhir tahun, termasuk isu distribusi pasokan bahan pokok, koordinasi antarinstansi, serta pengendalian harga komoditas strategis,” jelasnya.
Tantangan dan Strategi Pengendalian Inflasi Daerah
Kabag Ekonomi Setda Badung AA. Sagung Rosyawati dalam laporannya menyampaikan tantangan dan strategi pengendalian inflasi daerah Kabupaten Badung. Ada beberapa tantangan utama yang dihadapi antara lain terbatasnya kapasitas produksi pangan, kerentanan akibat perubahan iklim, distribusi pasar yang belum efisien, serta peningkatan kebutuhan masyarakat seiring pertumbuhan pariwisata terutama saat hari besar keagamaan dan musim liburan.
“Untuk menyikapi tantangan pengendalian inflasi tersebut dapat kami sampaikan Strategi pengendalian inflasi dilakukan melalui pendekatan 4K+1 yakni ketersediaan pasokan, kelancaran distribusi, keterjangkauan harga, komunikasi yang efektif, serta pemberdayaan masyarakat,” katanya.
Pendekatan 4K+1 dalam Pengendalian Inflasi
Strategi pengendalian inflasi yang diterapkan oleh Kabupaten Badung menggunakan pendekatan 4K+1. Berikut rinciannya:
-
Ketersediaan Pasokan
Memastikan ketersediaan bahan pokok dan komoditas strategis secara cukup dan stabil. -
Kelancaran Distribusi
Meningkatkan efisiensi distribusi barang dan jasa agar tidak terjadi kelangkaan atau gangguan logistik. -
Keterjangkauan Harga
Memastikan harga barang dan jasa tetap terjangkau bagi masyarakat. -
Komunikasi yang Efektif
Menjalin komunikasi yang baik antara pemerintah, pelaku usaha, dan masyarakat untuk menghindari informasi yang tidak akurat. -
Pemberdayaan Masyarakat
Melibatkan masyarakat dalam upaya menjaga stabilitas harga dan meningkatkan kesadaran akan pentingnya pengendalian inflasi.