
aiotrade, JAKARTA — PT Pertamina (Persero) menegaskan posisinya sebagai perusahaan migas terintegrasi dengan kinerja keberlanjutan yang baik di kelompok industrinya. Hal ini dibuktikan dengan kenaikan MSCI ESG Rating dari BB menjadi BBB. Adapun, dari lembaga rating lainnya, Sustainalytics memberi ESG Risk Rating 23,4 untuk Pertamina yang masuk kategori Medium Risk, yang menempatkan Pertamina di peringkat 1 dari 57 perusahaan dalam sub-industri minyak dan gas terintegrasi.
Vice President Corporate Communication Pertamina Muhammad Baron menegaskan bahwa pencapaian ini adalah validasi internasional atas arah transformasi yang ditempuh perusahaan. Peningkatan peringkat ini menandai penguatan signifikan kinerja keberlanjutan Pertamina, termasuk tata kelola, pengelolaan lingkungan, dan program sosial yang konsisten dilakukan di seluruh lini bisnis.
TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET
Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)
CARA KERJA (Real)
- Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
- Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
- Profit 1 siklus = 1.2%
- Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
- Anti Loss & SPOT Market (Aman)
- LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
- Tanpa emosi, pantau chart otomatis
- Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan
“Peningkatan rating menjadi BBB adalah pengakuan internasional atas upaya Pertamina menjalankan bisnis yang lebih hijau, transparan, dan bertanggung jawab. Ini menjadi dorongan bagi kami untuk memperkuat kontribusi terhadap ketahanan energi nasional sekaligus mendukung target Net Zero Emission 2060,” ujarnya, dalam keterangan tertulis, Rabu (17/12/2025).
Pertamina yang baru saja memperingati Hari Ulang Tahun ke-68 ini, menegaskan kembali komitmennya untuk memperkuat implementasi Environmental, Social, and Governance (ESG) di seluruh lini bisnis. Bagi Pertamina, implementasi ESG menjadi inti strategi bisnis untuk mendukung target Pemerintah mencapai swasembada energi dan Net Zero Emission (NZE) pada tahun 2060 atau lebih cepat.
“Pertamina bergerak tidak hanya untuk memenuhi target bisnis, tetapi juga memastikan setiap langkah kami memperkuat ketahanan energi nasional. Implementasi ESG merupakan strategi Pertamina untuk meningkatkan daya saing di tengah perubahan global,” ujar Baron.
Saat ini, Pertamina juga telah memasuki fase akselerasi transformasi keberlanjutan dengan fokus pada dekarbonisasi operasi, pengembangan energi baru & terbarukan, circularity, serta penguatan tata kelola dan pemberdayaan masyarakat. Seluruh inisiatif yang dijalankan Pertamina, lanjut Baron, merupakan bagian dari langkah strategis jangka panjang untuk memperkuat posisi Pertamina sebagai Energy Transition Champion di Asia Tenggara.
Ia menegaskan, Pertamina terus melakukan terobosan dalam mengimplementasikan ESG di seluruh mata rantai bisnis Perusahaan. Tidak hanya itu, Pertamina juga memperluas penggunaan energi bersih yang ramah lingkungan hingga ke wilayah perdesaan.
Salah satunya melalui Program Desa Energi Berdikari. Dari program ini, Pertamina telah mengembangkan energi bersih di 252 desa di berbagai wilayah di Indonesia. “Pertamina memfasilitasi penggunaan energi terbarukan sehingga terbangun swasembada energi berbasis desa. Pertamina juga mendorong ekonomi masyarakat selaras dengan Asta Cita Pemerintah,” ujarnya.
Inisiatif Kunci dalam Transformasi Keberlanjutan
Beberapa inisiatif utama yang dijalankan oleh Pertamina dalam transformasi keberlanjutan antara lain:
-
Dekarbonisasi Operasi
Pertamina sedang melakukan penyesuaian terhadap operasional bisnisnya agar lebih ramah lingkungan. Ini melibatkan pengurangan emisi karbon melalui teknologi dan metode yang lebih efisien. -
Pengembangan Energi Baru & Terbarukan
Perusahaan aktif dalam mengembangkan sumber daya energi terbarukan seperti tenaga surya, angin, dan hidro. Proyek-proyek ini dirancang untuk mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil. -
Circularity
Pertamina berupaya untuk menerapkan prinsip circular economy dalam bisnisnya, yaitu dengan memaksimalkan penggunaan sumber daya dan mengurangi limbah. -
Penguatan Tata Kelola dan Pemberdayaan Masyarakat
Perusahaan memperkuat tata kelola perusahaan dengan memastikan transparansi dan akuntabilitas. Selain itu, Pertamina juga berkomitmen untuk memberdayakan masyarakat melalui berbagai program sosial dan ekonomi.
Program Desa Energi Berdikari
Program Desa Energi Berdikari adalah salah satu inisiatif penting Pertamina dalam mendukung swasembada energi berbasis desa. Dalam program ini, Pertamina menyediakan akses energi terbarukan kepada masyarakat pedesaan. Hingga saat ini, program ini telah berhasil membantu 252 desa di berbagai wilayah Indonesia.
Program ini tidak hanya memberikan akses energi, tetapi juga meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Dengan adanya energi terbarukan, masyarakat dapat mengembangkan usaha ekonomi mereka secara mandiri, sesuai dengan visi pemerintah tentang pembangunan berkelanjutan.
Komitmen Jangka Panjang
Pertamina terus berkomitmen untuk menjadikan ESG sebagai inti dari strategi bisnisnya. Dengan peringkat ESG yang meningkat, perusahaan menunjukkan bahwa ia tidak hanya berfokus pada pertumbuhan bisnis, tetapi juga pada tanggung jawab sosial dan lingkungan. Dengan demikian, Pertamina siap menjadi contoh dalam industri migas dan energi di kawasan Asia Tenggara.