
aiotrade, PALEMBANG – Duta Literasi Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) dr. Hj. Ratu Tenny Leriva Herman Deru menekankan bahwa Festival Literasi Sumsel 2025 bukan hanya sekadar acara tahunan yang bersifat seremonial, tetapi merupakan gerakan nyata untuk membangun kesadaran kolektif akan pentingnya literasi dalam kehidupan sehari-hari.
Pernyataan ini disampaikan oleh Ratu Tenny dalam sambutannya pada Festival Literasi Sumsel 2025 yang berlangsung di Aula Asrama Haji Palembang, Jumat (7/11). Ia menjelaskan bahwa literasi tidak hanya terbatas pada keterampilan membaca buku, melainkan juga kemampuan memahami lingkungan, memiliki empati, dan berpikir kritis.
TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET
Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)
CARA KERJA (Real)
- Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
- Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
- Profit 1 siklus = 1.2%
- Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
- Anti Loss & SPOT Market (Aman)
- LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
- Tanpa emosi, pantau chart otomatis
- Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan
Menurutnya, literasi harus menjadi bagian dari karakter dan kepribadian bangsa. “Literasi bukan hanya membaca buku, tetapi juga membaca kehidupan. Literasi mencakup seluruh aspek kehidupan: budaya, sosial, ekonomi, hingga digital,” jelas Ratu Tenny dalam pernyataannya, Sabtu (8/11).
Ia menyoroti tantangan baru yang muncul di era digital. Perkembangan kecerdasan buatan (AI), media sosial, dan internet membutuhkan literasi digital yang baik agar masyarakat dapat menjadi pengguna teknologi yang cerdas dan beretika. “Tanpa literasi digital, kemajuan teknologi dapat menjadi bumerang. Kita harus menjadi pengguna teknologi yang beradab,” tambah Ratu Tenny.
Senator asal Sumsel ini juga memberikan apresiasi kepada para kepala daerah yang telah mendukung pengukuhan Bunda Literasi di kabupaten/kota. Menurut Ratu Tenny, dukungan tersebut menjadi bukti nyata komitmen daerah dalam memperkuat gerakan literasi hingga tingkat pelosok.
“Gerakan literasi harus menyentuh desa, sekolah, komunitas, dan keluarga,” jelasnya. Ia berharap ekosistem literasi dapat terus berkembang melalui kolaborasi antara pemerintah, dunia pendidikan, komunitas, pelajar, dan masyarakat umum. Kolaborasi menjadi kunci utama keberlanjutan gerakan literasi.
“Saya yakin literasi di Sumsel akan terus tumbuh karena kita bergerak bersama,” katanya.
Festival Literasi Sumsel 2025 sendiri menjadi panggung apresiasi bagi para pegiat literasi, pelajar, mahasiswa, dan komunitas budaya. Kegiatan ini diharapkan dapat memperluas ruang berkarya dan berbagi pengetahuan. Dengan semangat kebersamaan, Ratu Tenny mengajak seluruh masyarakat menjadikan literasi sebagai gaya hidup dan kebiasaan sehari-hari, bukan sekadar kegiatan formal.
“Mari jadikan literasi sebagai budaya dan jati diri,” pungkasnya.