
Ratusan Massa Berdemo di Kantor Gubernur Sumut
Ribuan massa dari berbagai elemen masyarakat menggelar aksi unjuk rasa (unras) di Kantor Gubernur Sumut Jalan Pangeran Diponegoro Medan, Senin (10/11/2025). Dalam kegiatan ini, mereka meminta Gubernur Sumut Bobby Nasution untuk menemui mereka dan mendengarkan keluhan serta aspirasi yang disampaikan.
Massa yang hadir dalam aksi tersebut terdiri dari berbagai kalangan masyarakat, termasuk aktivis lingkungan, petani, dan warga sekitar daerah yang terdampak oleh operasional PT Toba Pulp Lestari (TPL). Mereka menyampaikan tuntutan agar perusahaan tersebut segera ditutup karena dianggap merusak lingkungan dan mengganggu kehidupan masyarakat setempat.
TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET
Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)
CARA KERJA (Real)
- Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
- Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
- Profit 1 siklus = 1.2%
- Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
- Anti Loss & SPOT Market (Aman)
- LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
- Tanpa emosi, pantau chart otomatis
- Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan
Perjuangan Masyarakat untuk Menutup TPL
Dalam aksi tersebut, para koordinator aksi menjelaskan perjuangan mereka selama ini untuk memperoleh keadilan. Mereka mengatakan bahwa sudah banyak korban dan kerugian yang dialami masyarakat, khususnya di Kabupaten Toba, akibat adanya PT Toba Pulp Lestari (TPL). Poster-poster kritikan dan sindiran terhadap pemerintah juga terlihat di antara massa yang hadir.
Salah satu koordinator aksi menyampaikan dengan lantang, "Keluar Bobby, kantor Gubernur ini dibangun dari uang rakyat bukan uang dari TPL, Keluar-keluar kau Bobby, Usir TPL bukan lagi ditutup tapi diusir, teriak usir-usir, usir TPL, usir TPL sekarang juga."
Mereka juga menuding bahwa pemerintah takut kepada perusahaan besar, bukan kepada rakyat. Poster-poster yang mereka bawa juga mencerminkan hal tersebut. Salah satu tulisan pada poster menyebutkan, "Sekarang pemerintah takut pada perusahaan bukan sama rakyat."
Aksi dalam Rangka Hari Pahlawan
Aksi unras ini juga digelar dalam rangka memperingati Hari Pahlawan. Ketua koordinator aksi menjelaskan bahwa mereka ingin mengingatkan bahwa pahlawan lingkungan di Kabupaten Toba tidak dihargai. Menurutnya, pemerintah mengizinkan TPL berdiri sehingga mengabaikan perjuangan para pahlawan lingkungan yang telah menyuburkan tanah Batak.
"Kita akan heningkan cipta terlebih dahulu sebagai pengingat bahwa saat ini Pahlawan Lingkungan di Kabupaten Toba tidak dihargai karena pemerintah mengizinkan TPL berdiri," jelasnya.
Kondisi Saat Ini
Hingga saat ini, aksi masih berlangsung dan Gubernur Sumut Bobby Nasution belum kunjung menemui para massa. Jalan Pangeran Diponegoro yang menjadi lokasi aksi masih ditutup, sehingga mengganggu arus lalu lintas di sekitar area tersebut.
Massa tetap berada di lokasi dengan semangat tinggi, menuntut keadilan dan kebijakan yang lebih pro-rakyat. Mereka berharap Gubernur dapat segera menemui mereka dan memberikan solusi yang bisa membantu masyarakat yang terdampak oleh operasional TPL.