
Kegiatan Lingkungan di Pantai Maron: Gerakan Mahasiswa untuk Masa Depan yang Lebih Hijau
Di tengah peringatan Hari Pahlawan, mahasiswa dari UIN Walisongo Semarang melalui Gentara (Gerakan Satu Tangan Beribu Harapan) dan Pramuka UIN Walisongo menggelar aksi peduli lingkungan. Kegiatan ini berlangsung di Pantai Maron pada Minggu, 9 November 2025 lalu, dengan partisipasi ratusan mahasiswa.
Aksi Bersih Pantai dan penanaman 25 pohon Cemara Laut menjadi fokus utama kegiatan ini. Acara ini merupakan kolaborasi antara Walisongo Public Relations Community (WPRC) Jurusan Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI) Fakultas Dakwah dan Komunikasi (FDK) UIN Walisongo Semarang dengan Komunitas Pramuka Walisongo.
TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET
Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)
CARA KERJA (Real)
- Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
- Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
- Profit 1 siklus = 1.2%
- Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
- Anti Loss & SPOT Market (Aman)
- LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
- Tanpa emosi, pantau chart otomatis
- Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan
Kegiatan bertajuk "Gentara: Gerakan Satu Tangan Beribu Harapan" diikuti oleh sekitar 100 peserta dari berbagai kampus, termasuk UIN Walisongo, Politeknik Negeri Semarang (Polines), dan Universitas Diponegoro (Undip). Mereka bahu-membahu membersihkan area pantai dari sampah plastik dan menanam Cemara Laut sebagai langkah pelestarian ekosistem pesisir.
Ketua Panitia, Berliana, menyampaikan bahwa kegiatan ini lahir dari kepedulian mahasiswa terhadap alam dan menunjukkan peran aktif Generasi Z. Ia menjelaskan bahwa tujuan dari kegiatan ini adalah menunjukkan bahwa Gen Z juga bisa berkontribusi untuk alam dengan cara sederhana namun bermakna, seperti menanam Cemara Laut dan membersihkan pantai.
Meskipun merupakan kegiatan perdana, Berliana menyebut antusiasme peserta dan dukungan dari berbagai pihak sangat tinggi. Hal ini menunjukkan bahwa kepedulian terhadap lingkungan semakin meningkat di kalangan mahasiswa.
Pembina WPRC, Alifa Nur Fitri, menegaskan bahwa kegiatan ini lebih dari sekadar aksi lingkungan, tetapi juga bagian integral dari proses pembelajaran bagi mahasiswa KPI. Menurutnya, melalui mata kuliah Kampanye, mahasiswa tidak hanya belajar teori di kelas, tetapi juga praktik langsung di lapangan. Mereka turun dan beraksi nyata dengan menjaga alam.
Ia menambahkan bahwa kegiatan semacam ini penting untuk membentuk karakter mahasiswa yang tidak hanya komunikatif, tetapi juga peduli terhadap isu sosial dan lingkungan. Dengan begitu, mahasiswa dapat menjadi agen perubahan yang berkontribusi positif bagi masyarakat.
Dalam konteks Hari Pahlawan, Alifa memberikan pesan yang mendalam mengenai kepahlawanan masa kini. Ia menyatakan bahwa menjadi pahlawan tidak selalu dengan senjata, tetapi dengan kepedulian. Melalui satu tangan yang menanam dan satu tangan yang memungut sampah, kita menyalakan sejuta harapan bagi bumi dan generasi yang akan datang.
Tujuan dan Manfaat Kegiatan
Kegiatan ini memiliki beberapa tujuan utama:
- Meningkatkan kesadaran lingkungan: Dengan melakukan aksi bersih pantai dan penanaman pohon, peserta diharapkan lebih memahami pentingnya menjaga lingkungan.
- Mendorong partisipasi generasi muda: Kegiatan ini menjadi wadah bagi mahasiswa untuk berkontribusi secara aktif dalam upaya melestarikan alam.
- Memperkuat kerja sama antar lembaga: Kolaborasi antara WPRC, KPI, dan Pramuka Walisongo menunjukkan bahwa kerja sama antar organisasi dapat menciptakan dampak yang besar.
- Membentuk karakter mahasiswa: Melalui pengalaman langsung di lapangan, mahasiswa diajarkan untuk menjadi individu yang peduli terhadap isu sosial dan lingkungan.
Hasil dan Harapan Masa Depan
Hasil dari kegiatan ini sangat positif. Selain berhasil membersihkan area pantai dan menanam pohon Cemara Laut, kegiatan ini juga memberikan pengalaman berharga bagi peserta. Mereka belajar tentang pentingnya kebersihan lingkungan dan peran mereka sebagai generasi muda yang tanggung jawab.
Harapan dari kegiatan ini adalah agar kepedulian terhadap lingkungan terus berkembang dan menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari. Dengan demikian, setiap individu dapat berkontribusi dalam menjaga kelestarian alam untuk masa depan yang lebih baik.