Ratusan Mantan Karyawan Sritex Demo di Hari Pahlawan, Minta Pesangon dan THR Dibayar

admin.aiotrade 10 Nov 2025 3 menit 17x dilihat
Ratusan Mantan Karyawan Sritex Demo di Hari Pahlawan, Minta Pesangon dan THR Dibayar


SOLO, aiotrade
Ribuan mantan karyawan PT Sri Rejeki Isman Tbk (Sritex) melakukan aksi damai pada hari Senin (10/11/2025), bertepatan dengan peringatan Hari Pahlawan. Aksi ini berlangsung di depan pintu masuk pabrik Sritex, Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah.

Berdasarkan pengamatan di lokasi, aksi dimulai sekitar pukul 09.00 WIB dan diikuti oleh ribuan peserta. Mereka tampil kompak dengan pakaian serba hitam dan memakai pita merah putih di lengan kanan sebagai simbol perjuangan. Dalam aksi tersebut, para peserta juga membentangkan poster yang berisi tuntutan agar pesangon dan tunjangan hari raya (THR) segera dibayarkan oleh kurator yang menangani kepailitan PT Sritex.

AioTrade Autopilot
🔥 SPONSOR

TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET

Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)

Bukan FUTURE. Bukan Judi. Bukan Tebak-tebakan.
CARA KERJA (Real)
  • Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
  • Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
  • Profit 1 siklus = 1.2%
  • Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
  • Anti Loss & SPOT Market (Aman)
  • LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
  • Tanpa emosi, pantau chart otomatis
  • Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan

Janji Dibayar Tiga Bulan, tapi Tak Ada Kejelasan
Salah satu peserta aksi, Hera (40), mengatakan bahwa hingga kini kurator belum membayarkan hak-hak eks karyawan. Padahal sebelumnya, dijanjikan akan cair dalam waktu tiga bulan setelah pemutusan hubungan kerja (PHK).

“Tuntutannya pesangon, THR, dan koperasi selama ini belum dibayarkan sama kurator. Janjinya itu tiga bulan pasca-PHK. Tapi sampai sekarang tidak ada action apa-apa,” kata Hera kepada aiotrade di sela aksi damai di depan PT Sritex, Senin.

Hera menjelaskan bahwa dirinya telah bekerja di Sritex sejak 2016 di bagian spinning (pemintalan benang). Sejak terkena PHK, ia belum mendapatkan pekerjaan baru.

“Pelelangan aset ini dipegang kurator. Biar cepat dilelang biar pesangonnya cepat cair. Kan udah terlalu lama (menunggu),” ujar Hera.

Ia berharap kurator segera melelang aset PT Sritex agar hasilnya bisa digunakan untuk membayar pesangon, THR, dan hak koperasi para mantan karyawan.

Ketua Solidaritas Eks Karyawan Sritex, Agus Wicaksono, menyampaikan bahwa aksi damai digelar karena kurator dianggap bekerja lambat dalam menuntaskan proses lelang aset dan pembayaran hak karyawan. Menurut Agus, seharusnya pelelangan aset sudah dilakukan antara Agustus hingga Oktober 2025. Namun hingga kini, penghitungan dari Kantor Jasa Penilaian Publik (KJPP) belum juga rampung.

“Ini menunjukkan mereka itu tidak serius apa bagaimana, akhirnya kita sepakat kalau kita mengganti kurator saja,” kata Agus.

Agus menambahkan, jumlah peserta aksi damai kali ini melampaui perkiraan. “Eks karyawan Sritex yang ikut aksi damai ada ribuan. Mereka berasal dari berbagai unit kerja PT Sritex. Ini di luar perkiraan kami. Kami berharap cuma sekitar 300-500, ternyata ini seribu lebih,” ujarnya.

Beberapa tuntutan yang disampaikan oleh para peserta aksi antara lain:

  • Meminta kurator segera menyelesaikan proses lelang aset PT Sritex agar dana pesangon dan THR dapat segera dicairkan
  • Menginginkan transparansi dan kejelasan dari kurator dalam proses pengelolaan aset
  • Menuntut adanya penyelesaian yang cepat dan adil bagi para mantan karyawan

Aksi damai ini menjadi bukti bahwa para eks karyawan masih memiliki harapan besar untuk mendapatkan hak-hak mereka yang telah tertunda selama beberapa tahun. Mereka berharap pihak berwenang dapat segera mengambil langkah-langkah yang tepat agar keadilan dapat ditegakkan.

Diskusi Pembaca (0)

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan informatif!

Tinggalkan Balasan