Perkemahan Kepramukaan untuk Narapidana Narkoba di Jawa Barat
Pada hari Jumat dan Sabtu, 17 hingga 18 Oktober 2025, para narapidana kasus narkoba dari berbagai daerah di Jawa Barat (Jabar) mengikuti kegiatan perkemahan Kepramukaan yang bertajuk "Tangguh dalam cobaan tumbuh dalam pembinaan". Kegiatan ini diselenggarakan di Lapas Narkotika Kelas II A Cirebon.
TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET
Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)
CARA KERJA (Real)
- Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
- Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
- Profit 1 siklus = 1.2%
- Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
- Anti Loss & SPOT Market (Aman)
- LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
- Tanpa emosi, pantau chart otomatis
- Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan
Perkemahan ini merupakan acara rutin yang diadakan setiap tiga bulan sekali. Sebelumnya, acara serupa pernah digelar di Lapas Cibinong Bogor. Tahun ini, peserta berasal dari kordinator wilayah Priangan Timur, Ciayumajakuning, dan Bandung Raya. Setiap Unit Pelaksana Teknis (UPT) di Jawa Barat mengirimkan sebanyak 12 peserta, sehingga total peserta mencapai 216 orang.
Kegiatan dimulai dengan penancapan kapak di batang kayu oleh Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM Jawa Barat, Kusnali. Selanjutnya, dilakukan penyematan tanda peserta secara simbolis kepada perwakilan Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP). Upacara pembukaan dipimpin langsung oleh Kepala Lapas Narkotika Cirebon.
Tujuan Perkemahan Kepramukaan
Kusnali menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk pembinaan kepribadian dan karakter yang sangat penting bagi warga binaan. Ia menekankan bahwa perkemahan ini bukan hanya sekadar seremonial.
"Perkemahan ini menjadi momentum penting untuk menanamkan nilai-nilai kedisiplinan pada warga binaan serta tanggung jawab," ujarnya.
Menurut Kusnali, kegiatan ini juga menjadi bekal moral dalam proses reintegrasi warga binaan ke masyarakat setelah mereka keluar dari lapas. Dengan melalui aktivitas seperti ini, para narapidana diharapkan dapat memperbaiki diri dan siap kembali ke lingkungan sosial dengan sikap yang lebih baik.
Aktivitas yang Dilakukan
Selama dua hari, peserta diberikan berbagai kegiatan yang bertujuan meningkatkan keterampilan dan kepercayaan diri. Beberapa aktivitas yang dilakukan antara lain:
Permainan kelompok yang mengedepankan kerja sama
Latihan kepemimpinan dan pengambilan keputusan
Pembelajaran tentang etika dan kesopanan
Diskusi mengenai pentingnya rehabilitasi dan reintegrasi
Kegiatan ini juga memberikan ruang bagi para narapidana untuk saling berinteraksi dan belajar dari pengalaman masing-masing. Dengan adanya interaksi tersebut, diharapkan tercipta suasana yang lebih positif dan saling mendukung.
Harapan Masa Depan
Dalam sambutannya, Kusnali menekankan bahwa pihak Lapas akan terus berupaya memberikan program-program yang bermanfaat bagi warga binaan. Ia berharap kegiatan seperti ini dapat menjadi bagian dari upaya membangun karakter yang kuat dan tangguh.
"Kami berharap para peserta bisa membawa pelajaran dari perkemahan ini dan menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari," katanya.
Dengan adanya program pembinaan seperti ini, diharapkan para narapidana tidak hanya menjalani hukuman, tetapi juga memiliki kesempatan untuk berkembang dan kembali ke masyarakat sebagai individu yang lebih baik.