Ratusan Perahu Nelayan Rusak Diterjang Ombak

admin.aiotrade 24 Okt 2025 2 menit 15x dilihat
Ratusan Perahu Nelayan Rusak Diterjang Ombak

Nelayan Tradisional di Teluk Mengkudu Kehilangan Peralatan Akibat Badai

Puluhan sampan nelayan tradisional di pesisir Kabupaten Serdang Bedagai (Sergai) mengalami kerusakan berat setelah dihantam ombak besar yang disertai badai pada Rabu (22/10) dini hari. Peristiwa ini menimpa para nelayan di Desa Bogakbesar, Kecamatan Teluk Mengkudu, dan menyebabkan kerugian yang diperkirakan mencapai ratusan juta rupiah. Hingga kini, para nelayan masih kesulitan untuk kembali melaut.

AioTrade Autopilot
🔥 SPONSOR

TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET

Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)

Bukan FUTURE. Bukan Judi. Bukan Tebak-tebakan.
CARA KERJA (Real)
  • Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
  • Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
  • Profit 1 siklus = 1.2%
  • Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
  • Anti Loss & SPOT Market (Aman)
  • LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
  • Tanpa emosi, pantau chart otomatis
  • Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan

Ilham (67), seorang nelayan tradisional asal Dusun II Desa Bogakbesar, menceritakan bagaimana kejadian tersebut terjadi. Ia baru saja pulang melaut pada Selasa (21/10) siang dan menambatkan sampannya di daratan bersama nelayan lainnya. Namun, keesokan harinya, dini hari, ombak besar menghancurkan perahu-perahu yang sudah dinaikkan ke pantai.

“Begitu saya cek ke lokasi, sampan saya hancur tertimbun pasir, mesin juga rusak berat dan tak bisa dipakai lagi. Selama lebih dari 25 tahun melaut, baru kali ini saya mengalami kejadian seperti ini,” ujar Ilham dengan wajah sedih. Ia mengaku mengalami kerugian sekitar Rp7 juta.

Nasib serupa dialami Jefri Marpaung (53) dan Amansyah (67), warga Dusun I Desa Bogakbesar. Badai yang disertai ombak besar merusak mesin sampan mereka, sehingga menimbulkan kerugian masing-masing mencapai Rp3 juta dan Rp5 juta.

Kerusakan Menyebar ke Banyak Kelompok Nelayan

Ketua Kelompok Nelayan Tunas Baru, Sabaruddin, menjelaskan bahwa sedikitnya 70 sampan terdampak oleh badai. Sebanyak 30 di antaranya mengalami kerusakan, dengan 7 sampan mengalami kerusakan berat. “Kerugian seluruhnya diperkirakan mencapai Rp160 juta. Korban tidak hanya dari kelompok kami, tapi juga dari Kelompok Paripurna dan Cahaya Baru,” jelasnya.

Kepala Dusun I Desa Bogakbesar, Misno, menambahkan bahwa badai mulai terjadi sejak Selasa sore dan mencapai puncak pada Rabu dini hari. “Ombak besar bahkan menjangkau daratan sejauh 25 hingga 30 meter dari bibir pantai. Puluhan sampan yang ditambat di darat ikut terseret dan rusak,” ungkapnya.

Dampak Luas di Wilayah Selat Malaka

Sementara itu, Ketua Federasi Serikat Nelayan Nasional (FSNN) Sumut, Irwan Syahril, bersama perwakilan Aliansi Nelayan Sumatera Utara (ANSU), Khair Marpaung, yang meninjau lokasi mengatakan bahwa badai besar melanda hampir seluruh perairan Selat Malaka, termasuk di wilayah Teluk Mengkudu dan Tanjungberingin.

“Banyak nelayan yang tidak bisa melaut karena sampan dan alat tangkap mereka rusak. Total kerugian di dua kecamatan itu mencapai sekitar Rp170 juta,” terang Khair.

Tantangan Pasca-Badai

Kini para nelayan di pesisir Teluk Mengkudu hanya bisa pasrah menanti bantuan pemerintah agar dapat segera memperbaiki sampan dan kembali melaut mencari nafkah. Mereka berharap pemerintah dapat memberikan dukungan yang cukup untuk membantu mereka bangkit kembali dari dampak buruk badai ini.

Diskusi Pembaca (0)

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan informatif!

Tinggalkan Balasan